Pengumuman resmi mengenai kedatangan Alonso ke London Barat akan pihak klub rilis dalam waktu dekat setelah seluruh dokumen administrasi rampung.
London (Lampost.co)–Teka-teki mengenai siapa yang bakal menakhodai Chelsea untuk musim depan akhirnya terjawab. Mantan juru taktik Real Madrid dan Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, telah mencapai kesepakatan penuh untuk menjadi pelatih kepala baru The Blues. Pria berusia 44 tahun tersebut menyetujui ikatan kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun di Stamford Bridge.
Manajemen Chelsea bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan pelatih asal Spanyol tersebut. Pengumuman resmi mengenai kedatangan Alonso ke London Barat akan pihak klub rilis dalam waktu dekat setelah seluruh dokumen administrasi rampung.
Melansir media olahraga terkemuka, The Athletic, Minggu (17/5/2026), Alonso telah melakukan kunjungan rahasia ke London pada awal pekan lalu. Kedatangannya bertujuan bertemu langsung dengan jajaran direksi Chelsea guna merampungkan detail klausul kontrak serta membahas draf proyek jangka panjang klub.
Alonso sejatinya merupakan target utama dan buruan nomor satu manajemen The Blues setelah mereka memecat Liam Rosenior pada April lalu akibat rentetan hasil buruk yang membuat performa tim merosot tajam. Harapannya kehadiran Alonso mampu membawa stabilitas serta filosofi permainan yang jelas bagi Todd Boehly dan kolega.
Sebelum menerima pinangan Chelsea, Alonso berstatus tanpa klub setelah manajemen Real Madrid memberhentikannya pada Januari lalu. Kendati masa baktinya di Santiago Bernabéu berjalan relatif singkat, reputasi Alonso sebagai salah satu pelatih muda paling potensial di Eropa sama sekali tidak luntur. Hal ini tidak lepas dari kesuksesan fenomenal nan bersejarahnya saat membawa Bayer Leverkusen merengkuh trofi Bundesliga Jerman tanpa tersentuh satu pun kekalahan (invincible) pada musim 2023/2024 silam.
Penunjukan ini sekaligus menandai momen kembalinya Xabi Alonso ke atmosfer sepak bola Inggris yang sangat familier baginya. Semasa aktif bermain sebagai gelandang flamboyan, Alonso tercatat pernah menghabiskan lima musim yang sangat sukses bersama rival domestik Chelsea, Liverpool. Selama masa baktinya di Anfield, ia menjadi pilar penting dan berhasil mempersembahkan trofi megah Liga Champions pada tahun 2005.
Pengalaman berharga serta pemahaman mendalam mengenai kultur, intensitas fisik, dan dinamika kompetisi Premier League tersebut akan menjadi modal yang sangat krusial bagi Alonso. Ia tidak akan membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan atmosfer persaingan ketat di tanah Inggris.
Hingga berakhirnya kompetisi musim ini, Cole Palmer dan kawan-kawan masih ditangani pelatih interim, Calum McFarlane. Di bawah arahan McFarlane, performa Chelsea di liga domestik sejatinya sempat mengalami pasang surut yang cukup drastis.
Kendati demikian, pelatih interim tersebut sukses mengukir prestasi sekunder dengan membawa Chelsea menembus babak final Piala FA 2026 di Stadion Wembley. Sayangnya, laga puncak tersebut berakhir klimaks dengan kekalahan tipis 0-1 dari Manchester City.
Kini, setelah tugas McFarlane selesai, estafet kepemimpinan akan langsung diserahkan kepada Xabi Alonso. Tugas berat telah menanti sang arsitek Spanyol untuk merombak skuad dan membawa Chelsea kembali bersaing di jalur perebutan juara serta menembus zona Eropa pada musim kompetisi 2026/2027 mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update