Situasi ini menjadi tantangan besar bagi mentalitas juara para pemain.
Bandung (Lampost.co)–Persib Bandung menghadapi ujian terberat dalam ambisinya mengunci gelar juara BRI Super League 2025/2026. Menjelang laga pekan ke-33 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026), tim berjuluk Maung Bandung tersebut akan tampil pincang. Persib harus kehilangan tiga pemain pilar sekaligus sang nakhoda utama, Bojan Hodak, dalam partai yang sangat menentukan posisi di klasemen.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi mentalitas juara para pemain. Pasalnya, Persib saat ini tengah bersaing sengit di puncak klasemen dengan koleksi 75 poin.
Meski berada di peringkat pertama, posisi mereka sama sekali belum aman karena Borneo FC terus mengintai di peringkat kedua dengan jumlah poin yang identik. Persib hanya unggul secara head-to-head atas tim asal Samarinda tersebut.
Berdasarkan informasi resmi dari laman klub, Selasa (12/5/2026), tiga pemain kunci yang dipastikan absen adalah Layvin Kurzawa, Luciano Guaycochea, dan Federico Barba. Kehilangan tiga nama ini merupakan kerugian besar mengingat mereka adalah tulang punggung pertahanan dan kreativitas tim.
Layvin Kurzawa, bek sayap sarat pengalaman asal Prancis, akan melewatkan seluruh sisa laga musim ini. Ia menderita cedera hamstring saat melakoni laga El Clasico kontra Persija Jakarta akhir pekan lalu. Masuk sebagai pengganti, eks pemain PSG ini hanya bertahan 20 menit di lapangan sebelum akhirnya digantikan oleh Dedi Kusnandar.
Sementara itu, lini belakang akan makin rapuh dengan absennya bek tangguh Federico Barba, serta lini tengah yang kehilangan motor serangan Luciano Guaycochea. Keduanya terpaksa menepi karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Kehilangan Barba dan Guaycochea secara bersamaan memaksa staf kepelatihan meracik strategi alternatif di sektor pertahanan dan aliran bola ke depan.
Pukulan bagi Persib tidak berhenti pada hilangnya pemain di lapangan hijau. Di pinggir lapangan, sosok pelatih kepala Bojan Hodak juga absen mendampingi anak asuhnya. Pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut terkena sanksi akumulasi kartu kuning setelah kembali menerima kartu kuning dari wasit dalam laga panas kontra Persija Jakarta.
Tanpa kehadiran Bojan di area teknis, komunikasi dan instruksi strategis di tengah pertandingan akan menjadi tanggung jawab asisten pelatih. Hal ini menjadi ujian bagi kemandirian taktik para pemain di lapangan untuk tetap disiplin menjalankan skema permainan dalam tekanan atmosfer Stadion Gelora B.J. Habibie.
Meski tampil dengan skuad yang tidak utuh, manajemen dan pemain Persib menegaskan tetap mengusung misi membawa pulang tiga poin dari Parepare. Satu kesalahan kecil di sisa musim ini bisa membuat impian meraih gelar juara sirna, mengingat Borneo FC siap mengudeta posisi puncak kapan saja.
Persib harus membuktikan kedalaman skuad mereka cukup mumpuni untuk mengatasi absennya para bintang. Kemenangan atas PSM Makassar akan menjadi langkah krusial untuk menjaga asa juara sebelum melakoni laga penutup musim ini.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update