Teknik ini memungkinkan menangkap beberapa meteor dalam satu frame sekaligus.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Fenomena langit hujan meteor Eta Aquarid meteor shower diprediksi kembali menghiasi langit Indonesia pada awal Mei 2026. Pada puncaknya, fenomena ini bisa menampilkan puluhan meteor per jam yang melintas cepat di langit malam.
Hujan meteor ini berasal dari sisa debu Komet Halley yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi, menciptakan garis cahaya yang indah dan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Eta Aquarid merupakan salah satu hujan meteor tahunan yang paling dinanti, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.
Fenomena ini terjadi ketika:
Keunggulan Eta Aquarid dibanding hujan meteor lain:
Berdasarkan pola tahunan, perkiraan puncak hujan meteor ini terjadi pada:
Pada waktu tersebut, titik radian meteor sudah cukup tinggi sehingga peluang melihat meteor menjadi lebih besar.
Agar pengalaman pengamatan lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
Cari lokasi gelap
Hindari area perkotaan dengan polusi cahaya tinggi
Tidak perlu teleskop
Lebih mudah melihat meteor dengan mata telanjang karena bergerak cepat
Biarkan mata beradaptasi
Tunggu 20–30 menit agar mata terbiasa dengan gelap
Perhatikan kondisi cuaca
Langit harus cerah tanpa awan tebal
Gunakan alas duduk atau berbaring
Supaya lebih nyaman saat mengamati langit dalam waktu lama
Bagi yang ingin memotret fenomena ini, berikut tips dasarnya:
Teknik ini memungkinkan menangkap beberapa meteor dalam satu frame sekaligus.
Hujan meteor Eta Aquarid 2026 menjadi salah satu fenomena langit yang sayang untuk dilewatkan. Dengan kondisi langit yang mendukung dan lokasi yang tepat, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan pertunjukan alam ini secara langsung tanpa alat bantu khusus.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update