NASA “Numpang” Gravitasi Mars demi Kejar Asteroid Emas di Luar Angkasa

Agar jalur penerbangan tetap presisi, tim operasi sebelumnya sudah melakukan manuver koreksi pada Februari lalu dengan menyalakan pendorong wahana selama sekitar 12 jam.

Editor Denny
Jumat, 15 Mei 2026 14.12 WIB
NASA “Numpang” Gravitasi Mars demi Kejar Asteroid Emas di Luar Angkasa
Gambar Mars ini diambil oleh misi Psyche NASA pada 3 Mei 2026, sekitar 3 juta mil dari planet tersebut saat pesawat ruang angkasa mendekat untuk melakukan manuver bantuan gravitasi pada 15 Mei. Sinar matahari dipantulkan dan dihamburkan oleh debu di atmosf. (Dok. NASA/JPL-Caltech/ASU)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perjalanan wahana antariksa Psyche menuju asteroid logam raksasa memasuki fase penting. Dalam waktu dekat, pesawat milik NASA itu akan melintas sangat dekat dengan Mars untuk mendapatkan dorongan gravitasi tambahan sebelum melanjutkan misi jauhnya ke sabuk asteroid.

Strategi ini bukan sekadar jalan pintas, melainkan teknik cerdas yang biasa dipakai misi antariksa untuk menghemat bahan bakar sekaligus meningkatkan kecepatan.

Pada 15 Mei 2026, wahana Psyche dijadwalkan melintas sekitar 4.500 kilometer dari permukaan Mars dengan kecepatan hampir 19.848 kilometer per jam. Saat melewati Planet Merah, gravitasi Mars akan “melempar” Psyche ke lintasan baru yang lebih cepat menuju target akhirnya, asteroid logam 16 Psyche.

Kaya Kandungan Logam

Misi ini menjadi salah satu proyek paling menarik NASA karena asteroid Psyche kaya kandungan logam seperti besi dan nikel. Sebagian ilmuwan bahkan menyebut asteroid itu sebagai sisa inti planet purba yang gagal terbentuk miliaran tahun lalu.

Wahana Psyche sendiri meluncur pada Oktober 2023 menggunakan sistem propulsi listrik tenaga surya berbahan bakar xenon. Teknologi tersebut memungkinkan perjalanan antariksa jarak jauh menjadi lebih efisien ketimbang mesin roket konvensional.

Namun momen melintas di Mars bukan hanya soal menambah kecepatan.

Tim ilmuwan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji instrumen sains sebelum wahana benar-benar tiba di asteroid pada tahun 2029. Kamera multispektral Psyche akan mengambil ribuan gambar Mars untuk melatih sistem pencitraan dan kalibrasi data.

Sejak awal Mei, wahana bahkan sudah mulai mengirim gambar mentah yang memperlihatkan Mars tampak kecil di tengah hamparan bintang. Data tersebut nantinya untuk video time-lapse selama proses pendekatan berlangsung.

Menariknya, saat pertama mendekati Mars, Psyche hanya akan melihat sisi malam planet tersebut sehingga tampil seperti sabit tipis. Setelah flyby selesai, Mars akan terlihat jauh lebih terang dan hampir penuh karena perubahan sudut pencahayaan Matahari.

Cincin Debu Tipis

Selain memotret Mars, tim ilmuwan juga akan mencoba mendeteksi kemungkinan cincin debu tipis di sekitar planet itu. Debu tersebut sepertinya berasal dari tumbukan kecil di permukaan bulan Mars, yaitu Phobos dan Deimos.

Instrumen magnetometer dan spektrometer di dalam wahana juga untuk mempelajari medan magnet Mars serta perubahan partikel kosmik selama proses penerbangan lintas berlangsung.

Agar jalur penerbangan tetap presisi, tim operasi sebelumnya sudah melakukan manuver koreksi pada Februari lalu dengan menyalakan pendorong wahana selama sekitar 12 jam.

Seluruh komunikasi dan data misi Psyche dipantau menggunakan jaringan Deep Space Network milik NASA. Beberapa misi lain yang sudah berada di Mars, termasuk rover Perseverance dan Mars Reconnaissance Orbiter, turut membantu proses pengamatan selama flyby berlangsung.

Jika semua berjalan lancar, Psyche akan melanjutkan perjalanan panjangnya menuju asteroid logam yang menjadi salah satu objek paling misterius di Tata Surya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI