Dua pelaku yakni Hamli (27) yang berhasil diringkus dan Bahroni (23) tewas usai melawan saat hendak ditangkap.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan jajaran Polresta Bandar Lampung, Polres Lampung Timur, dan Polres Pesawaran, menangkap pembunuh Brigadir Arya Supena.
Arya gugur usai berusaha menggagalkan pencurian sepeda motor di dekat toko kue Yusi Akmal pada 9 Mei 2026 pagi.
Dua pelaku yakni Hamli (27) yang berhasil diringkus dan Bahroni (23) tewas usai melawan saat hendak ditangkap.
Baca Juga:
Kapolda Lampung Beri Lampu Hijau, Tembak di Tempat Pelaku Curanmor
Berdasarkan data yang polisi himpun, Bahroni merupakan pemain lama dalam dunia kriminalitas lintas provinsi. Rekam jejaknya tercatat di sejumlah pengadilan, termasuk Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang dan PN Serang, Banten.
Dalam catatan hukum di Lampung, Bahroni sebelumnya pernah divonis oleh Majelis Hakim PN Tanjungkarang pada 20 Maret 2023.
Dalam perkara nomor 72/Pid.B/2023/PN Tjk tersebut, ia mendapat hukuman dua tahun penjara atas kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Saat itu, satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU menjadi barang bukti kejahatannya.
Tak butuh waktu lama setelah bebas, Bahroni kembali beraksi. Ia tercatat terlibat dalam komplotan spesialis nasabah bank dengan modus kempes ban (tebar paku) di wilayah hukum Banten pada April 2024.
Dalam perkara nomor 469/Pid.B/2024/PN SRG, PN Serang memvonisnya satu tahun delapan bulan penjara pada 28 Agustus 2024 lalu.
“Mereka ini residivis dan DPO,” ujar Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut Kapolda, keduanya sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) akibat rentetan aksi kejahatan jalanan. Bahkan Bahroni pun berstatus residivis dengan perkara serupa.
Para pelaku merupakan bagian dari komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah di Bumi Ruwa Jurai. Ironisnya, dalam melancarkan aksi keji terhadap petugas, mereka menunggangi sepeda motor hasil jarahan.
“Catatan laporan kepolisian (LP) terhadap kedua tersangka ini sangat banyak. Bahkan, motor yang mereka kendarai saat peristiwa penembakan itu terjadi adalah motor curian,” katanya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update