Jakarta (Lampost.co)– Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Rupiah melemah 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.414 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.382 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah pemicunya akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Yakni setelah Iran menolak proposal perdamaian yang Amerika Serikat ajukan.
Baca juga: Harga Jual Kembali Emas (Buyback) Hari Ini 11 Mei 2026 Jeblok
Menurut Ibrahim, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut respons Iran “tidak dapat dia terima”. Membuat pelaku pasar kembali khawatir terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Komentar tersebut meredam harapan pasar terhadap meredanya konflik dalam waktu dekat,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
Proposal damai AS mencakup penghentian pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan stok uranium berkadar tinggi, serta pembongkaran fasilitas nuklir utama. Sebagai imbalannya, AS menawarkan pencabutan sanksi ekonomi dan penghentian aksi militer.
Namun, Iran justru meminta pencabutan sanksi, penghentian kehadiran militer AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, serta pengakuan atas sebagian aktivitas nuklirnya.
Situasi itu membuat investor kembali fokus pada stabilitas kawasan Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menjadi perhatian pasar global.
Di tengah ketegangan tersebut, pasar juga menyoroti rencana kunjungan Donald Trump ke China akhir pekan ini untuk bertemu Presiden China Xi Jinping. Pertemuan keduanya diperkirakan membahas isu perdagangan, Taiwan, hingga konflik Iran.
Dari dalam negeri, sentimen positif masih datang dari tingkat optimisme konsumen. Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2026 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik tipis menjadi 123,0 dari sebelumnya 122,9.
“Indeks di atas 100 menunjukkan masyarakat masih optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional,” kata Ibrahim.
Sejalan dengan pelemahan rupiah di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga turun ke level Rp17.415 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.375 per dolar AS.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update