Prediksi Harga Emas Sepekan Depan, Bergerak Liar

Prediksi tersebut muncul setelah sejumlah indikator teknikal menunjukkan sinyal bullish yang masih kuat pada grafik mingguan.

Editor Effran
Minggu, 10 Mei 2026 11.50 WIB
Prediksi Harga Emas Sepekan Depan, Bergerak Liar
Ilustrasi harga emas hari ini dan buyback emas.

Jakarta (Lampost.co) — Pergerakan harga emas dunia bakal tetap penuh tekanan dan volatilitas pada pekan depan. Meski begitu, peluang kenaikan harga masih terbuka cukup besar.

Lembaga analis pasar Traders Union memperkirakan harga emas bergerak dalam rentang US$ 4.660 hingga US$ 4.830 selama perdagangan pekan depan.

Prediksi tersebut muncul setelah sejumlah indikator teknikal menunjukkan sinyal bullish yang masih kuat pada grafik mingguan.

Traders Union menyebut kemungkinan kenaikan harga emas masih berada di atas 80 persen. Prediksi itu dengan indikator Relative Strength Index (RSI), MACD, serta MA-50 yang masih menunjukkan tren positif.

Kondisi tersebut membuat emas masih memiliki ruang untuk mempertahankan tren penguatan dalam jangka pendek. Namun, analis memperkirakan harga emas lebih dulu bergerak sideways sebelum menentukan arah baru.

Menurut analisis terbaru, pergerakan emas pekan depan kemungkinan besar berada dalam fase konsolidasi. Harga prediksi bergerak di area support US$ 4.660 dan resistance US$ 4.830.

Jika harga bisa menembus area resistance, momentum beli berpotensi meningkat tajam. Sebaliknya, peluang penurunan di bawah area support dinilai lebih kecil karena tren besar masih mengarah bullish.

 Faktor Teknikal Masih Mendukung Penguatan

Anton Kharitonov, analis Traders Union, melihat struktur teknikal emas masih cukup kuat untuk mendukung kenaikan harga dalam jangka pendek.

Ia menilai breakout yang terjadi belakangan itu menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Selain itu, kombinasi indikator teknikal masih memberi dorongan positif terhadap harga emas dunia.

Meski peluang naik masih dominan, Anton tetap meminta investor berhati-hati terhadap potensi koreksi mendadak.

Menurutnya, beberapa indikator momentum mulai menunjukkan sinyal campuran yang perlu mendapatkan perhatian. Ia juga menyoroti adanya tekanan jual yang masih muncul di pasar.

“Saya tetap berhati-hati terhadap potensi kenaikan harga emas, kecuali harga bertahan di atas terobosan, pembalikan arah dapat segera terjadi,” ujar Anton.

 Dolar AS dan Geopolitik Jadi Penentu

Selain faktor teknikal, kondisi fundamental global juga memengaruhi pergerakan emas. Pelemahan dolar AS dan situasi geopolitik dunia masih menjadi faktor utama yang menopang harga logam mulia.

Namun, jika sentimen tersebut mulai mereda, pasar emas bisa kehilangan tenaga penguatnya. Untuk itu, pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan global sebelum mengambil keputusan investasi.

 Investor Emas Harus Tetap Waspada

Pergerakan harga emas pekan depan kemungkinan tetap agresif dengan volatilitas tinggi. Situasi itu membuka peluang keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko koreksi tajam.

Analis menyarankan investor tetap memperhatikan level support dan resistance sebelum menentukan strategi transaksi.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI