Cuaca Ekstrem hingga 19 Mei 2026, Awan Cumulonimbus Ancam Banyak Wilayah

BMKG menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi aktivitas transportasi udara dan laut.

Editor Redaksi
Jumat, 15 Mei 2026 10.20 WIB
Cuaca Ekstrem hingga 19 Mei 2026, Awan Cumulonimbus Ancam Banyak Wilayah
Langit mendung dan rintik hujan menyelimuti Tugu Adipura Kota Bandar Lampung. BMKG memprediksi cuaca Provinsi Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Jakarta (Lampost.co) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait pertumbuhan awan Cumulonimbus di sejumlah wilayah Indonesia pada 13 hingga 19 Mei 2026.

Awan Cumulonimbus atau awan Cb sebagai salah satu pemicu cuaca ekstrem paling berbahaya. Fenomena itu dapat memicu hujan deras mendadak, badai petir, angin kencang, hingga turbulensi kuat bagi penerbangan.

BMKG menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi aktivitas transportasi udara dan laut.

Papua Tengah Masuk Zona Merah Pertumbuhan Awan Cb

Dalam data kategori Frequent (FRQ), BMKG menemukan wilayah dengan kepadatan awan Cumulonimbus di atas 75 persen. Wilayah tersebut masuk kategori risiko tinggi karena berpotensi mengalami cuaca ekstrem secara intens.

Berikut daerah yang berpotensi mengalami pertumbuhan awan sangat padat:

Wilayah Daratan

  • Papua Tengah
  • Jalur Laut dan Selat
  • Laut Natuna Utara
  • Selat Karimata bagian utara
  • Laut Banda

Wilayah Perairan dan Samudra

  • Laut Arafuru bagian barat
  • Samudra Hindia barat Aceh
  • Samudra Hindia selatan Banten

BMKG menilai kepadatan awan di kawasan tersebut dapat mengganggu jarak pandang dan kestabilan perjalanan.

Sebaran Awan Cumulonimbus Meluas

Selain zona merah, BMKG juga mendeteksi wilayah kategori Occasional (OCNL). Kategori itu menunjukkan cakupan awan Cumulonimbus antara 50 hingga 75 persen. Sebaran awan berpotensi muncul di banyak wilayah Indonesia.

Sumatera dan Jawa

  • Aceh
  • Bengkulu
  • Jambi
  • Riau
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Utara
  • Lampung
  • Kepulauan Riau
  • Bangka Belitung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan dan Sulawesi

Seluruh provinsi di Kalimantan dan Sulawesi masuk dalam pemantauan BMKG. Wilayah Teluk Bone juga berpotensi mengalami pertumbuhan awan signifikan.

Indonesia Timur

  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Nusa Tenggara Timur
  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Jalur Perairan
  • Selat Makassar
  • Selat Malaka
  • Laut Bali
  • Laut Flores
  • Samudra Pasifik utara Papua

BMKG Ingatkan Pilot dan Nakhoda Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG menjelaskan prakiraan tersebut berasal dari model cuaca numerik untuk tujuh hari ke depan. Otoritas cuaca meminta pilot dan nakhoda meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah terdampak.

Kawasan Laut Natuna Utara dan perairan selatan Banten menjadi titik perhatian utama. Gangguan cuaca di wilayah tersebut dapat memicu turbulensi, gelombang tinggi, dan hujan lebat mendadak.

Waspada Petir dan Angin Kencang

BMKG juga meminta masyarakat di wilayah daratan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca cepat. Papua Tengah menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami potensi petir dan angin kencang lebih tinggi.

Masyarakat perlu rutin memantau pembaruan cuaca melalui aplikasi resmi InfoBMKG. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko saat beraktivitas maupun melakukan perjalanan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI