Dominasi Inter di Italia merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga manajemen klub.
Roma (Lampost.co)–Inter Milan resmi menutup kampanye musim 2025/2026 dengan tinta emas yang akan menjadi kenangan sepanjang sejarah klub. Setelah mendominasi kancah liga, Nerazzurri sukses menyempurnakan musim mereka dengan merengkuh trofi Coppa Italia ke-10. Kepastian keberhasilan ini setelah Inter membungkam SS Lazio dengan skor 2-0 dalam partai final yang penuh gengsi di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.
Gelar ini menjadi trofi kedua Inter musim ini. Pencapaian melengkapi keberhasilan mereka mengunci scudetto ke-21 di kompetisi Serie A beberapa pekan sebelumnya. Meraih dua gelar prestisius sekaligus atau double winners dalam satu musim ini membuat pelatih Cristian Chivu bangga dan haru atas performa anak asuhnya.
Dalam wawancara selepas laga, Cristian Chivu menegaskan pencapaian luar biasa ini bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, dominasi Inter di Italia merupakan hasil proses panjang dan kerja keras seluruh elemen tim. Mulai dari pemain, staf pelatih, hingga manajemen klub.
“Inter memenangkan dua trofi musim in, dan kami pantas mendapatkannya karena menjalani musim yang sangat kuat,” ujar Chivu dengan nada tegas.
Pelatih asal Rumania tersebut menilai menjaga konsistensi di dua kompetisi berbeda dalam waktu yang bersamaan adalah tantangan mental yang sangat berat bagi para pemain.
Chivu, yang juga merupakan legenda hidup klub saat masih aktif bermain, menyebutkan perjalanan menuju tangga juara tidaklah selalu mulus. Namun, ia menekankan kekompakan internal tim serta dukungan tanpa henti dari para penggemar setia, Interisti, menjadi bahan bakar utama yang membuat armada Nerazzurri terus melaju meski dalam tekanan jadwal yang padat.
“Kami bahagia atas semua yang telah kami capai dan semua yang telah kami lalui selama beberapa tahun terakhir. Kami juga senang memiliki para penggemar luar biasa ini dan klub yang selalu mendukung kami,” ujar pelatih berusia 45 tahun tersebut. Bagi Chivu, keharmonisan antara klub dan suporter adalah kunci stabilitas Inter hingga mampu menjadi tim yang paling lawan takuti di tanah Italia saat ini.
Menutup pernyataannya, Chivu memberikan pengingat memenangkan dua gelar utama domestik dalam semusim adalah prestasi yang sangat langka dan sulit melakukannya. Ia ingin anak asuhnya benar-benar menikmati momen bersejarah ini sebelum menatap tantangan di musim depan.
“Kami akan menikmati semua pencapaian musim ini. Memenangkan liga dan Coppa Italia bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Meraih dua trofi itu tidak pernah mudah,” ujarnya. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi Inter Milan sebagai salah satu kekuatan terbaik di Eropa. Sekaligus menjadi pencapaian karier kepelatihan yang fenomenal bagi Chivu, mengikuti jejak kesuksesannya saat membawa Inter meraih treble pada tahun 2010 silam.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update