Kegagalan memetik poin penuh di laga krusial ini menjadi pukulan telak sekaligus kerugian masif Borneo FC karena jarak mereka dengan takhta juara kini makin lebar jelang berakhirnya kompetisi.
Jepara (Lampost.co)–Langkah Borneo FC merengkuh trofi juara musim ini harus menemui kerikil tajam di Jawa Tengah. Menyambangi markas Persijap Jepara pada laga lanjutan pekan ke-33 kompetisi kasta tertinggi BRI Super League 2025/2026, tim berjuluk Pesut Etam tersebut bermain imbang tanpa gol.
Pertandingan berintensitas tinggi tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (17/5/2026). Kegagalan memetik poin penuh di laga krusial ini menjadi pukulan telak sekaligus kerugian masif bagi Borneo FC. Pasalnya, jarak mereka dengan takhta juara kini makin lebar jelang berakhirnya kompetisi.
Bermain di hadapan publik sendiri yang memadati tribune stadion, Persijap Jepara langsung mengambil inisiatif menekan sejak menit-menit awal babak pertama. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini berusaha mengejutkan tim tamu melalui skema permainan cepat dan agresif demi memanfaatkan momentum dukungan penuh suporter mereka.
Laga bahkan belum genap berjalan satu menit ketika Persijap langsung menggebrak lewat tembakan keras Alexis Gomes dari luar kotak penalti. Upaya spektakuler tersebut sempat membuat barisan pertahanan Borneo FC terkejut, beruntung bagi tim tamu karena bola masih melenceng tipis dari sasaran gawang.
Setelah terkejut dengan tekanan kilat tuan rumah, Borneo FC perlahan tapi pasti mulai mengambil alih penguasaan bola. Skuad Pesut Etam mencoba mengendalikan tempo permainan dengan mengalirkan bola dari lini tengah secara sabar guna membongkar rapatnya lini belakang Persijap.
Peluang emas tim tamu akhirnya tercipta pada menit ke-17 melalui aksi individu menawan Mariano Peralta. Pemain lincah asal Argentina itu bergerak cepat dari sisi kanan serangan dan berhasil menembus area terlarang lawan. Sayangnya, penyelesaian akhir Peralta belum maksimal sehingga kesempatan emas tersebut gagal berbuah gol pembuka.
Setelah memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan berlangsung semakin terbuka dan menarik. Kedua kesebelasan silih berganti melancarkan gelombang serangan dengan pendekatan taktikal berbeda. Persijap Jepara lebih banyak mengandalkan skema serangan balik cepat (counter-attack), sedangkan Borneo FC konsisten mendominasi penguasaan bola dari berbagai sisi lapangan.
Menjelang turun minum, intensitas pertandingan terus meningkat di mana duel-duel fisik antarpemain di lini tengah berlangsung sangat ketat. Lini belakang Persijap kembali mendapat ujian pada menit ke-39 lewat peluang kedua Mariano Peralta. Walau sempat membuka harapan bagi pendukung Borneo FC, eksekusi peluang tersebut masih mampu penjaga gawang tuan rumah redam dengan sangat baik yang tampil disiplin. Hingga wasit meniup peluit tanda jeda, skor imbang tanpa gol tetap bertahan.
Memasuki paruh kedua, baik Persijap maupun Borneo FC sama-sama menaikkan daya gedor demi memecah kebuntuan. Tempo permainan berjalan jauh lebih cepat. Kendati demikian, solid dan rapatnya organisasi pertahanan kedua tim menjadi faktor utama yang menggagalkan berbagai peluang emas yang tercipta di depan gawang.
Pada menit-menit akhir menjelang bubaran, Borneo FC mengerahkan seluruh sisa energi mereka untuk meningkatkan intensitas tekanan demi mencuri gol kemenangan. Namun, kedisiplinan tingkat tinggi barisan belakang Laskar Kalinyamat sukses mementahkan seluruh gempuran tim tamu hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil imbang 0-0 ini menjadi akhir yang mengecewakan bagi Borneo FC. Tambahan satu poin ini membuat mereka tertahan di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 76 poin.
Hasil ini membuat posisi mereka kian terjepit karena kini tertinggal dua poin dari sang pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang mengemas 78 poin dari 33 laga. Dengan hanya menyisakan satu laga pamungkas, peluang Pesut Etam mengudeta posisi puncak dan merengkuh gelar juara liga musim ini pun kian menipis dan terjal.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update