ASUS juga menggunakan PCB dengan teknik back drilling dan etching kelas server demi menjaga stabilitas performa saat dipakai untuk gaming berat maupun overclock ekstrem.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Di tengah tren perangkat PC gaming yang makin futuristik dan minimalis, ASUS justru mengambil arah berbeda. Lewat edisi spesial ulang tahun ke-20 Republic of Gamers (ROG), mereka menghadirkan motherboard dengan nuansa retro yang langsung mengingatkan pada era awal kejayaan PC gaming tahun 2000-an.
Produk tersebut bernama ROG Crosshair 2006, motherboard edisi terbatas yang memadukan desain lawas khas ROG generasi pertama dengan teknologi kelas flagship masa kini.
Menariknya, bukan cuma tampilannya yang jadi sorotan. Spesifikasi motherboard ini juga tergolong ekstrem, bahkan untuk ukuran gamer enthusiast sekalipun.
Hal pertama yang langsung mencuri perhatian dari ROG Crosshair 2006 adalah desainnya. ASUS membawa kembali nuansa klasik motherboard ROG generasi awal, lengkap dengan sentuhan warna tembaga dan tampilan heatsink yang terasa “jadul”, tetapi justru terlihat premium.
Bagi penggemar PC lawas, desain ini menghadirkan nostalgia tersendiri. Apalagi ROG memang dikenal sebagai salah satu brand yang ikut membentuk kultur PC gaming modern sejak awal 2000-an.
Namun di balik tampilan retro tersebut, ASUS tetap menyelipkan teknologi terbaru yang membuat motherboard ini terasa sangat modern.
Salah satu fitur unik yang paling ramai dibahas adalah hadirnya layar OLED 2 inci pada slot M.2 utama.
Layar kecil ini dapat menampilkan berbagai informasi sistem secara real-time seperti:
Bahkan pengguna juga bisa menambahkan gambar maupun animasi kustom agar tampilan PC terasa lebih personal.
Fitur seperti ini membuat ROG Crosshair 2006 bukan sekadar motherboard biasa, melainkan bagian dari estetika setup gaming premium.
Meski tampil retro, spesifikasi motherboard ini jelas ditujukan untuk kelas high-end.
ROG Crosshair 2006 hadir dengan:
ASUS juga menggunakan PCB dengan teknik back drilling dan etching kelas server demi menjaga stabilitas performa saat dipakai untuk gaming berat maupun overclock ekstrem.
Untuk kebutuhan ekspansi, motherboard ini menyediakan:
Artinya, motherboard ini memang dirancang untuk pengguna yang ingin membangun PC gaming tanpa kompromi.
Selain desain nostalgia, ASUS juga membekali motherboard ini dengan konektivitas super lengkap.
Beberapa fitur unggulannya antara lain:
ASUS bahkan memperkenalkan fitur AIO Q-Connector yang memungkinkan sistem pendingin cair kompatibel terhubung lebih rapi tanpa kabel tambahan antara motherboard dan radiator.
Bagi builder PC premium, fitur kecil seperti ini justru sangat membantu merapikan setup.
Di balik semua fitur mewah tersebut, harga ROG Crosshair 2006 ternyata ikut memancing perdebatan.
Harga motherboard ini sekitar USD799 atau setara belasan juta rupiah. Sebagian penggemar menganggap harga tersebut sepadan karena menawarkan desain eksklusif dan nuansa kolektor edisi 20 tahun ROG.
Namun tidak sedikit juga yang menilai peningkatan fiturnya belum terlalu jauh dibanding seri X670E atau X870E yang harganya lebih rendah.
Meski begitu, satu hal yang sulit dibantah: ASUS berhasil membuat motherboard kembali terasa menarik untuk dibahas, bukan sekadar papan komponen yang tersembunyi di dalam casing PC.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update