Trump menegaskan Washington akan mengambil tindakan ekstrem terhadap siapa pun yang mencoba mendekati lokasi penyimpanan uranium Iran.
Washington (Lampost.co) — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras terkait persediaan uranium yang diperkaya milik Teheran.
Dalam wawancara bersama jurnalis Sharyl Attkisson, Trump menegaskan Washington akan mengambil tindakan ekstrem terhadap siapa pun yang mencoba mendekati lokasi penyimpanan uranium Iran.
“Kami mengawasinya dengan sangat baik. Jika ada yang mendekati tempat itu, kami akan mengetahuinya dan kami akan meledakkan mereka,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut langsung memicu sorotan dunia internasional. Banyak pihak menilai ucapan Trump memperlihatkan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Beberapa jam sebelum wawancara itu muncul, Trump juga meluapkan kemarahannya melalui platform Truth Social. Ia mengaku kecewa dengan tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian terbaru dari Amerika Serikat.
“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘wakil’ dari Iran. Saya tak suka — BENAR-BENAR TAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump.
Pernyataan itu muncul setelah media pemerintah Iran melaporkan Teheran menyerahkan jawaban resmi atas proposal damai AS melalui mediator Pakistan. Namun, hingga kini, belum ada tanda kesepakatan damai benar-benar tercapai.
Konflik terbaru itu bermula pada 28 Februari 2026. Saat ini, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target strategis di Iran, termasuk kawasan Teheran. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur penting.
Tak lama kemudian, Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Situasi sempat mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April 2026.
Meski sempat ada gencatan senjata, pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan, tidak menghasilkan kesepakatan baru. Negosiasi berjalan alot karena kedua pihak tetap mempertahankan tuntutan masing-masing.
Setelah perundingan gagal, Amerika Serikat mengambil langkah tambahan dengan memblokade sejumlah pelabuhan Iran. Langkah tersebut memperburuk ketegangan ekonomi dan militer di kawasan.
Ancaman terbaru Trump memunculkan kekhawatiran baru terkait potensi perang terbuka di Timur Tengah. Sejumlah analis menilai isu uranium Iran kini menjadi titik paling sensitif dalam hubungan Washington dan Teheran
Jika situasi terus memburuk, jalur perdagangan global dan stabilitas energi dunia berpotensi terganggu. Sementara itu, Iran belum memberikan respons resmi atas ancaman terbaru Trump terkait fasilitas uranium mereka.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update