Jerome Polin Kritik Juri Cerdas Cermat MPR Kalbar: Harus Minta Maaf!

Jerome Polin kritik juri LCC MPR Kalbar yang viral karena salah nilai. Jerome tuntut juri minta maaf dan dukung siswa yang berani protes demi kebenaran.

Editor Nana Hasan
Selasa, 12 Mei 2026 19.45 WIB
Jerome Polin Kritik Juri Cerdas Cermat MPR Kalbar: Harus Minta Maaf!

Jakarta (Lampost.co) – YouTuber Jerome Polin memberikan tanggapan keras mengenai kontroversi LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat. Ia merasa sangat gemas melihat sikap juri yang enggan mengakui kesalahan penilaian. Jerome secara tegas mengkritik mentalitas juri yang merasa keputusannya tidak bisa diganggu gugat. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan keberatan tersebut pada Selasa, 12 Mei 2026.

Poin Penting

  • Jerome Polin mengkritik keras dewan juri LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat.
  • Kontroversi muncul akibat penilaian juri yang dianggap tidak konsisten terhadap peserta.
  • Jerome menekankan bahwa juri harus berani menurunkan ego dan mengakui kesalahan.
  • YouTuber tersebut menuntut juri dan MC meminta maaf atas tindakan gaslighting.
  • Wakil Ketua MPR RI sudah menyampaikan permohonan maaf resmi atas insiden tersebut.

Jerome menegaskan bahwa juri hanyalah manusia biasa yang bisa saja melakukan kekeliruan. Menurutnya, soal cerdas cermat bersifat eksak dengan jawaban yang sudah sangat pasti. Ia menuliskan sebuah pernyataan yang menohok dalam unggahan media sosial miliknya.

Baca juga : Taylor Swift Serang Balik Gugatan Merek Album The Life of a Showgirl

“Juri juga manusia, bukan Tuhan. Bisa salah kok. Apalagi ini di acara cerdas cermat yang soalnya EKSAK, jawabannya tuh PASTI, bukan subjektif,” tulis Jerome Polin.

Selanjutnya, ia menyinggung pentingnya seorang pendidik untuk menurunkan ego demi kebenaran. Sikap otoriter guru atau juri justru dapat mematikan kemampuan berpikir kritis para siswa. Jerome bercerita bahwa ia selalu berani mendebat guru jika yakin jawabannya benar. Pengalaman masa sekolah tersebut membentuk mentalitasnya untuk selalu memperjuangkan keadilan data.

Jerome juga memberikan dukungan penuh serta pujian kepada peserta yang berani bersuara. Ia menilai tindakan siswa tersebut sangat keren karena berani membela kebenaran di depan publik. Namun, Jerome mengecam tindakan juri dan pemandu acara yang terkesan melakukan gaslighting. Ia menuntut permintaan maaf secara terbuka karena masyarakat Indonesia sudah melihat kebenaran tersebut.

“Untuk Juri (dan MC) yang udah salah tapi masih gaslighting meskipun pesertanya udah speak up, kalian harus minta maaf sih. SeIndonesia udah liat dan udah jelas banget yang salah siapa,” tulis Jerome.

Polemik ini bermula dari penilaian tidak konsisten juri terhadap jawaban SMAN 1 Pontianak. Juri menyalahkan artikulasi peserta meskipun jawaban yang diberikan serupa dengan tim lawan. Masalah ini memicu gelombang protes besar dari warganet di berbagai platform digital. Menanggapi kegaduhan tersebut, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI