Arief Muhammad curhat soal momen identitas akun @Poconggg terbongkar. Ia mengaku sempat menangis dan menghilang sepekan karena gagal tetap anonim.
Jakarta (Lampost.co) – Arief Muhammad akhirnya mengenang kembali momen pahit saat identitas anonimnya terbongkar. Pemilik akun legendaris @Poconggg ini mengaku sempat menangis saat publik mengetahui sosok aslinya. Meskipun fenomenal sejak 2009, rahasia besar tersebut pecah secara mengejutkan pada tahun 2011 silam.
Momen pembongkaran tersebut membuat Arief merasa sangat terpukul dan kehilangan arah. Ia segera menghubungi komika Raditya Dika untuk mencari solusi atas masalah tersebut. “Gua nangis. Hari pertama kebongkar tuh Pocong gila coy. Gua telepon Radit tuh langsung, ‘Dit, ada yang ngebongkar Pocong segala macam’, terus ketemuan,” ungkap Arief.
Selanjutnya, mereka berdua bertemu untuk mendiskusikan kemungkinan tetap menjadi akun anonim. Namun, Raditya Dika menilai bahwa bukti yang beredar di masyarakat sudah sangat akurat. “Kayaknya lu udah nggak bisa ngelak nih. Nih gua nangis-nangis nih kita ketemuan di Starbucks Kemcang waktu itu kalau nggak salah,” kenang Arief.
Akibat rasa kecewa yang mendalam, Arief Muhammad sempat menghilang selama satu minggu penuh. Ia merasa rencana besarnya untuk tetap anonim telah hancur dalam sekejap. “Gue sempat seminggu tuh kan ilang segala macam tuh, tiap hari nangis kayak, ‘Yah udah nih kelar nih,’ padahal gua tadinya pengen anonim aja gitu,” jelasnya.
Padahal, hanya sedikit orang terdekat yang mengetahui identitas asli di balik akun @Poconggg. Nama-nama seperti Raditya Dika dan Bena Kribo merupakan saksi kunci kerahasiaan tersebut. “Yang tahu Pocong itu siapa zaman itu tuh cuma tiga orang. Gua, Radit, sama Bena Kribo waktu itu,” tambah Arief.
Dua tahun kemudian, Arief baru mengetahui siapa oknum yang menyebarkan identitas pribadinya tersebut. Informasi ini ia dapatkan secara tidak sengaja saat mengisi acara di Universitas Padjadjaran. Seorang mahasiswa mengaku bahwa teman satu kosannya adalah sosok yang membocorkan rahasia itu.
Ironisnya, pelaku melakukan aksi tersebut hanya karena ingin mencari kesenangan semata. “For fun aja. Karena kan waktu itu kan orang mencari tahu kayak, ‘Pocong siapa sih? Pocong siapa sih?’ Orang nggak tahu gitu lho,” tutup Arief Muhammad dengan tenang.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update