5 Ciri Masyarakat Masuk Ekonomi Kelas Bawah

Sejumlah indikator ekonomi ternyata bisa menjadi gambaran kondisi finansial seseorang.

Editor Effran
Minggu, 17 Mei 2026 11.12 WIB
 5 Ciri Masyarakat Masuk Ekonomi Kelas Bawah
Ilustrasi. (MI)

Jakarta (Lampost.co) – Kondisi ekonomi seseorang sering terlihat dari pola hidup sehari-hari. Mulai dari tempat tinggal, jenis pekerjaan, hingga kemampuan menabung menjadi indikator penting untuk mengukur posisi ekonomi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menurun. Pernyataan itu disampaikan dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Meski begitu, banyak masyarakat masih bertanya soal ciri kelompok ekonomi kelas bawah dan kelas menengah bawah. Sejumlah indikator ekonomi ternyata bisa menjadi gambaran kondisi finansial seseorang.

Mengacu pada laporan GoBankingRates, terdapat lima tanda utama yang sering melekat pada kelompok masyarakat kelas bawah atau menengah bawah. Faktor itu bukan sekadar soal pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan stabilitas hidup dan akses terhadap peluang ekonomi.

Tanda Kamu Masyarakat Kelas Bawah

1. Tempat Tinggal

Hunian menjadi kebutuhan terbesar dalam pengeluaran keluarga. Kondisi tempat tinggal sering mencerminkan kemampuan ekonomi seseorang.

Jika seseorang kesulitan mendapatkan rumah layak di lingkungan aman, kondisi itu bisa menjadi tanda tekanan finansial. Biaya sewa dan cicilan rumah terus meningkat di banyak daerah.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap fasilitas umum juga sering terjadi pada kelompok ekonomi bawah. Hal itu membuat kualitas hidup ikut terpengaruh.

2. Jenis Pekerjaan

Pekerjaan juga menjadi penanda penting dalam klasifikasi ekonomi masyarakat. Profesi dengan upah rendah biasanya identik dengan kelompok kelas bawah.

Pekerjaan seperti pelayan restoran, pekerja manufaktur, sopir truk, pegawai toko, hingga petugas kebersihan sering masuk kategori tersebut.

CEO Salarship, Nathan Brunner, menyebut pekerjaan manajerial dan spesialis biasanya berada di level kelas menengah.

“Anda masuk berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis,” kata Nathan Brunner.

Namun, beberapa profesi seperti guru, akuntan, perawat, hingga pekerja IT bisa berada di level berbeda. Posisi ekonomi mereka tergantung pengalaman dan sertifikasi.

3. Tabungan

Kemampuan menyimpan uang menjadi pembeda besar antara kelas bawah dan kelas menengah. Tabungan memberi perlindungan saat kondisi darurat muncul.

Kelompok ekonomi bawah biasanya kesulitan menyisihkan penghasilan karena kebutuhan pokok terus meningkat. Kondisi itu membuat mereka rentan saat menghadapi masalah keuangan.

Selain tabungan, investasi dan dana pensiun juga menjadi indikator penting. Jika seseorang tidak memiliki keduanya, kondisi itu bisa menunjukkan lemahnya kestabilan finansial.

4. Gaya Hidup

Kebiasaan sederhana ternyata dapat menunjukkan status ekonomi seseorang. Liburan rutin, makan di restoran, atau membeli barang tanpa khawatir biasanya menunjukkan kondisi finansial lebih stabil.

Sebaliknya, jika semua pengeluaran harus terhitung sangat ketat, kondisi itu dapat menjadi tanda tekanan ekonomi. Meski pengelolaan uang tetap penting, kebebasan menikmati pengeluaran kecil sering menjadi ciri kelas menengah.

5. Tingkat Pendidikan

Pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang ekonomi. Gelar sarjana biasanya membuka akses menuju pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.

Namun, biaya pendidikan yang mahal masih menjadi hambatan besar bagi sebagian masyarakat. Banyak orang tidak dapat melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi. Akibatnya, peluang mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan besar menjadi lebih sulit.

Posisi ekonomi seseorang sebenarnya tidak bersifat permanen. Pendidikan, peningkatan keterampilan, serta pengelolaan keuangan dapat membantu memperbaiki kondisi hidup.

Untuk itu, memahami indikator ekonomi menjadi langkah awal untuk menyusun strategi finansial yang lebih baik di masa depan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI