Laga El Clasico Indonesia Persija Vs Persib Pindah ke Samarinda

Keputusan mendadak ini muncul setelah pihak kepolisian secara resmi membatalkan izin penyelenggaraan di Jakarta pada Rabu (6/5/2026) dengan pertimbangan faktor keamanan yang dinamis.

Editor Isnovan Djamaludin
Rabu, 06 Mei 2026 20.53 WIB
Laga El Clasico Indonesia Persija Vs Persib Pindah ke Samarinda
logo BRI super league

Jakarta (Lampost.co)–Kabar mengejutkan datang dari panggung sepak bola nasional menjelang duel paling dinanti musim ini. Pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung resmi pindah dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, ke Stadion Segiri, Samarinda. Laga pekan krusial ini akan berlangsung Minggu (10/5/2026), pukul 15.30 WIB.

Pemindahan lokasi ini menjadi antiklimaks bagi para suporter yang telah menantikan duel dua rival abadi tersebut di Ibu Kota. Keputusan mendadak ini muncul setelah pihak kepolisian secara resmi membatalkan izin penyelenggaraan di Jakarta pada Rabu (6/5/2026) dengan pertimbangan faktor keamanan yang dinamis.

Dinamika Perizinan dan Pembatalan Mendadak

Sebelumnya, sempat beredar spekulasi SUGBK tidak bisa digunakan karena alasan perawatan rumput untuk agenda Timnas Indonesia pada Juni mendatang. Namun, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, sempat menegaskan pada Senin (4/5/2026), bahwa tidak ada kendala teknis dari pihak federasi maupun pengelola stadion terkait penggunaan GBK untuk laga Super League.

Baca juga: Borneo FC Kembali Tempel Ketat Persib Usai Bungkam Persita 2-0

Situasi berubah drastis pada Rabu (6/5/2026) malam ketika otoritas keamanan memutuskan mencabut izin keramaian di Jakarta. Direktur I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bulan Mei merupakan periode yang padat dengan berbagai agenda besar di Jakarta sebagai kota metropolitan. Muncul kekhawatiran hal itu dapat memicu situasi yang tidak kondusif di luar kendali panitia penyelenggara jika laga tetap berlangsung di SUGBK.

Kronologi Pencarian Venue: Dari Surabaya hingga Samarinda

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry Indrasjarief atau yang akrab disapa Bung Ferry, mengungkapkan perjalanan panjang di balik pemilihan Samarinda. Awalnya, Persija sempat menjajaki kemungkinan menggunakan markas Persebaya di Surabaya. Komunikasi intens dengan manajemen Persebaya dan kelompok suporter bonek sebenarnya sudah menemui titik terang dan mereka menyambut dengan sangat terbuka.

Namun, kendala muncul ketika otoritas keamanan setempat hanya mengizinkan pertandingan berlangsung tanpa penonton. Karena Persija sangat berharap laga besar ini tetap bisa suporter saksikan langsung, opsi di Pulau Jawa terpaksa pihaknya tinggalkan. Persija kemudian menjalin komunikasi dengan manajemen Borneo FC untuk meminjam Stadion Segiri.

Stadion Segiri Siap dengan Penonton

Permintaan Persija bersambut hangat pihak Borneo FC dan mendapat dukungan penuh kepolisian setempat di Samarinda. Berbeda dengan situasi di Pulau Jawa, pihak kepolisian Samarinda memberikan jaminan keamanan dan mengizinkan pertandingan berlangsung dengan kehadiran penonton di tribune.

“Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang kalian bisa menyelenggarakan di Samarinda silakan saja. Pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton,” ujar Bung Ferry mengenai latar belakang penetapan lokasi di Kalimantan Timur tersebut.

Kesiapan Stadion Segiri menjadi oase bagi kedua tim. Keduanya  sangat membutuhkan dukungan suporter dalam laga krusial demi menjaga posisi di papan atas klasemen.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI