Purbaya Jelaskan Maksud Prabowo soal “Orang Desa Tak Pakai Dolar”

Editor Effran
Selasa, 19 Mei 2026 10.26 WIB
Purbaya Jelaskan Maksud Prabowo soal “Orang Desa Tak Pakai Dolar”
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta (Lampost.co) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait ucapan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang tidak memakai dolar Amerika Serikat.

Purbaya menegaskan pernyataan tersebut tersampaikan dalam suasana santai untuk menghibur masyarakat saat acara berlangsung. Ia meminta publik memahami konteks ucapan Presiden secara utuh.

“Untuk menghibur rakyat aja di situ. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, nggak apa-apa ngomong begitu,” ujar Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pernyataan itu langsung ramai menjadi perbincangan publik setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh level Rp17.500.

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Di tengah sorotan terhadap pelemahan rupiah, Purbaya memastikan kondisi ekonomi nasional masih berada dalam jalur aman. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, terutama dari sisi fiskal dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Purbaya juga membantah anggapan sejumlah pihak yang menyebut kondisi APBN sedang bermasalah. “Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus,” kata Purbaya.

Ia bahkan menyebut beberapa pihak belum memahami strategi ekonomi yang sedang dijalankan pemerintah.

Purbaya menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 yang mencapai 5,6 persen. Angka tersebut menjadi bukti roda ekonomi nasional tetap bergerak di tengah tekanan global.

Ia menjelaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Sektor Swasta Mulai Bergerak

Purbaya mengatakan pemerintah kini fokus mendorong sektor swasta agar ikut aktif menggerakkan ekonomi nasional. “Strategi kami bukan hanya belanja pemerintah, tapi juga mengaktifkan sektor swasta,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan sektor swasta membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat meski situasi global belum stabil.

Purbaya juga menanggapi kritik yang menyebut pertumbuhan ekonomi hanya ditopang pengeluaran pemerintah. Menurutnya, aktivitas swasta mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Pelemahan Rupiah Dinilai Masih Terkendali

Meski rupiah melemah terhadap dolar AS, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih dapat dikendalikan. Purbaya meminta masyarakat tidak panik dan tetap percaya terhadap langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Ia menegaskan pemerintah terus melakukan pembenahan di berbagai sektor agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. “Jadi jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi,” katanya.

Prabowo Sebut Warga Desa Tidak Pakai Dolar

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung pelemahan rupiah dalam acara peresmian 1.062 Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan masyarakat desa tidak terlalu terdampak fluktuasi dolar AS. “Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” ujar Prabowo dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo juga menyebut Menteri Keuangan Purbaya masih terlihat tenang menghadapi situasi tersebut. “Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja,” katanya.

Pemerintah Optimistis Hadapi Tekanan Global

Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh meski dunia menghadapi tekanan ekonomi global. Purbaya menyebut kebijakan reformasi ekonomi yang pemerintah jalankan membantu Indonesia menghadapi berbagai guncangan eksternal.

Ia menilai langkah antisipasi lebih awal menjadi faktor penting di balik pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi itu menjadi pencapaian besar di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI