P2P Upaya Meningkatkan Kesadaran Politik Masyarakat

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif sendiri merupakan salah satu program unggulan Bawaslu. Terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengawasan pemilu dan pemilihan.

Editor Nur, Penulis Triyadi Isworo
Selasa, 12 Mei 2026 19.29 WIB
P2P Upaya Meningkatkan Kesadaran Politik Masyarakat
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir.

Bandar Lampung (Lampost.co) –– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Selasa, 12 Mei 2026. Program prioritas nasional Bawaslu dan Bappenas ini akan terselenggara pada 514 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia secara luring dan daring pada 12 Mei hingga Oktober 2026.

“Kita menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Program ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran politik masyarakat serta memperkuat pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir.

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif sendiri merupakan salah satu program unggulan Bawaslu. Terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengawasan pemilu dan pemilihan.

Melalui program ini, Bawaslu berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat. Terutama agar turut aktif mengawasi setiap tahapan pemilu demi menciptakan proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader penggerak. Ini sebagai bagian dari exit strategy pengawasan untuk menghadapi seluruh tahapan Pemilu 2029.

Kemudian ia menyampaikan bahwa pendaftaran mulai 7 Mei 2026 dan terlaksanakan pada 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini tertandai dengan banyaknya calon peserta yang aktif menghubungi PIC kegiatan masing-masing daerah.

Bukan Lowongan Pekerjaan

Namun, Hamid menegaskan bahwa program P2P bukan merupakan lowongan pekerjaan atau proyek berbayar. “P2P adalah ruang belajar dan pendidikan pengawasan. Tujuannya membentuk kader pengawas partisipatif yang memiliki pemahaman dan komitmen dalam mengawal proses demokrasi,” jelasnya.

Kemudian Program P2P Tahun 2026 menargetkan sebanyak 375 peserta, terdiri dari 300 peserta eksternal dan 75 peserta internal. Prioritas peserta untuk alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) atau program sejenis, pemilih pemula, sahabat disabilitas, serta pemilih pemuda.

Proses seleksi administrasi akan berlangsung hingga 12 Mei 2026 dengan menilai kelengkapan dokumen. Seperti curriculum vitae (CV), surat keterangan sehat, dan surat pernyataan kesanggupan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Seluruh kegiatan P2P akan terlaksanakan secara luring pada kantor Bawaslu kabupaten/kota masing-masing. Melalui program ini, Bawaslu Provinsi Lampung berharap dapat melahirkan kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memiliki kapasitas pengetahuan. Tetapi juga mampu memperkuat fungsi edukasi serta memperluas jejaring kolaborasi lintas organisasi. Terutama dalam mengawal demokrasi yang berintegritas Provinsi Lampung.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI