Meta tampaknya mulai mengikuti tren personalisasi aplikasi yang semakin populer di kalangan pengguna mobile.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Kabar tentang WhatsApp berbayar mulai ramai diperbincangkan setelah Meta dikabarkan menguji layanan baru bernama WhatsApp Plus di Android dan iPhone. Kehadiran fitur premium ini langsung memicu pertanyaan pengguna:
apakah nantinya WhatsApp biasa akan dibatasi?
Jawabannya, tidak.
Meta memastikan pengguna versi gratis tetap bisa memakai seluruh fitur utama WhatsApp seperti chatting, telepon, video call, hingga kirim file tanpa biaya tambahan. WhatsApp Plus lebih difokuskan sebagai layanan tambahan untuk pengguna yang ingin pengalaman lebih personal dan eksklusif.
Tren ini sebenarnya mirip strategi yang sebelumnya dilakukan Meta lewat layanan subscription lain seperti Meta Verified.
Selama bertahun-tahun, WhatsApp dikenal sebagai aplikasi pesan instan gratis tanpa iklan dan tanpa biaya langganan.
Namun kini Meta mulai mencoba pendekatan baru lewat WhatsApp Plus, layanan premium yang menghadirkan fitur tambahan di luar fungsi dasar aplikasi.
Di sejumlah wilayah Eropa, layanan ini disebut dibanderol sekitar 2,49 euro per bulan atau setara Rp45 ribuan.
Meski masih tahap uji coba terbatas, kehadiran WhatsApp Plus mulai menarik perhatian karena menjadi sinyal bahwa Meta ingin memperluas bisnis layanan berlangganan di ekosistem aplikasinya.
Alih-alih mengubah fungsi utama aplikasi, WhatsApp Plus lebih fokus pada fitur personalisasi dan pengelolaan chat.
Berikut beberapa perbedaan yang mulai ramai pengguna bicarakan:
Pada versi gratis, pengguna hanya dapat menyematkan beberapa chat penting di bagian atas.
Sementara di WhatsApp Plus, jumlah pin chat disebut meningkat hingga 20 percakapan sekaligus. Fitur ini dinilai cocok untuk pengguna yang aktif bekerja, mengelola bisnis, atau memiliki banyak grup penting.
Salah satu perubahan paling mencolok ada pada tampilan aplikasi.
Jika selama ini WhatsApp identik dengan warna hijau, versi premium menghadirkan lebih banyak pilihan tema seperti biru, ungu, merah, hingga kuning keemasan.
Meta tampaknya mulai mengikuti tren personalisasi aplikasi yang semakin populer di kalangan pengguna mobile.
WhatsApp Plus juga memungkinkan pengguna mengubah ikon aplikasi di layar utama.
Pilihan desainnya cukup beragam, mulai dari tampilan minimalis pastel hingga efek glitter dan tema futuristik.
Fitur seperti ini sebelumnya lebih sering ada di aplikasi modifikasi tidak resmi. Kini Meta tampaknya mulai membawa konsep serupa ke versi resmi mereka.
Pengguna premium juga katanya mendapat akses ke nada dering dan notifikasi khusus yang tidak tersedia di versi biasa.
Menariknya, pengaturan suara dapat berbeda untuk beberapa chat sekaligus sehingga pengguna lebih mudah mengenali pesan tertentu tanpa membuka aplikasi.
WhatsApp Plus menghadirkan stiker eksklusif dengan efek animasi tambahan di ruang chat.
Efek tersebut bahkan tetap bisa terlihat oleh pengguna lain meski mereka tidak berlangganan WhatsApp Plus.
Fitur ini menunjukkan Meta mulai mendorong WhatsApp menjadi platform komunikasi yang lebih ekspresif, tidak sekadar aplikasi pesan sederhana.
Sampai saat ini, Meta belum menunjukkan tanda-tanda akan membatasi fungsi utama WhatsApp gratis.
Pengguna biasa tetap dapat:
Karena itu, WhatsApp Plus kemungkinan arahnya lebih sebagai layanan opsional bagi pengguna yang ingin fitur tambahan dan tampilan lebih personal.
Kehadiran WhatsApp Plus memperlihatkan perubahan strategi besar Meta dalam beberapa tahun terakhir.
Jika dulu aplikasi media sosial sepenuhnya bergantung pada iklan, kini perusahaan teknologi mulai mencoba model subscription untuk menciptakan sumber pendapatan baru.
Setelah Meta Platforms menghadirkan layanan centang biru berbayar dan fitur premium di Instagram, WhatsApp tampaknya menjadi platform berikutnya yang akan masuk ke era layanan berlangganan.
Meski begitu, bagi sebagian pengguna, pertanyaan terbesarnya masih sama:
apakah fitur-fitur eksklusif ini cukup menarik untuk membuat orang mau membayar WhatsApp setiap bulan?
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update