Tidak sedikit gamer menyebut Mina the Hollower seperti perpaduan Zelda klasik dengan nuansa gothic horror.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Nama Yacht Club Games selama ini identik dengan Shovel Knight, game retro penuh warna yang berhasil menjadi salah satu indie tersukses dalam satu dekade terakhir. Namun kali ini, studio tersebut mengambil langkah yang jauh berbeda.
Lewat Mina the Hollower, Yacht Club Games meninggalkan nuansa ceria dan masuk ke dunia gotik yang lebih gelap, misterius, dan penuh monster mengerikan. Game ini dijadwalkan resmi rilis pada 29 Mei 2026 dan mulai disebut-sebut sebagai salah satu game indie paling menarik tahun ini.
Bukan cuma karena nama besar pengembangnya, tetapi juga karena atmosfer unik yang jarang muncul di game retro modern.
Sekilas, Mina the Hollower terlihat seperti game era Game Boy Color. Pixel-art klasik, warna retro, hingga desain dunianya langsung memunculkan nuansa nostalgia.
Namun Yacht Club Games tidak sekadar membuat game lawas dalam balutan baru.
Mina the Hollower sudah dibekali berbagai peningkatan modern seperti:
Hasilnya, game ini tetap terasa klasik tetapi nyaman dimainkan di perangkat modern.
Pendekatan inilah yang membuat banyak gamer mulai penasaran, terutama penggemar game retro dan action-adventure.
Jika Shovel Knight dikenal penuh warna dan humor, Mina the Hollower justru tampil lebih suram.
Pemain akan menjelajahi pulau terkutuk yang penuh dengan monster dan misteri. Sepanjang perjalanan, pemain harus membuka area tersembunyi, bertemu karakter unik, hingga menghadapi ancaman supernatural bernuansa horor Victoria.
Atmosfer kelam seperti ini menjadi identitas baru Yacht Club Games yang terasa cukup berani ketimbang karya mereka sebelumnya.
Tidak sedikit gamer menyebut Mina the Hollower seperti perpaduan Zelda klasik dengan nuansa gothic horror.
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah kemampuan Mina menyelam ke dalam tanah.
Mekanik ini bukan sekadar gimmick. Pemain bisa menggunakannya untuk:
Fitur tersebut membuat gameplay terasa lebih cepat dan strategis ketimbang game retro biasa.
Dalam pertarungan, Mina menggunakan cambuk bernama Nightstar sebagai senjata utama. Namun pemain juga dapat memakai berbagai sidearms dan Trinkets dengan efek berbeda-beda.
Setiap kombinasi senjata memungkinkan gaya bermain yang lebih fleksibel.
Selain eksplorasi, Mina the Hollower juga menghadirkan pertarungan boss dengan desain monster raksasa bernuansa horor klasik.
Setiap boss memiliki pola serangan berbeda yang menuntut refleks cepat dan strategi tepat. Yacht Club Games tampaknya ingin membuat game ini tetap menantang tanpa menghilangkan nuansa petualangan retro yang santai.
Bagi penggemar game action klasik, bagian inilah yang mulai banyak komunitas nantikan.
Jadwal rilis Mina the Hollower pada 29 Mei 2026 untuk berbagai platform:
harga game ini sekitar US$19,99 atau setara Rp300 ribuan.
Dengan kombinasi visual nostalgia, atmosfer gotik, dan gameplay modern, Mina the Hollower berpotensi menjadi salah satu game indie yang paling ramai pembicaraannya menjelang pertengahan 2026.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update