Dua Anak Muda Indonesia Bikin Apple Terkesan, Karyanya Angkat Masalah Nyata

Francesco Emmanuel Setiawan dan Ghazali Ahlam Jazali resmi masuk jajaran Distinguished Winners dalam ajang Apple Swift Student Challenge 2026. Predikat tersebut menempatkan mereka di antara 50 pelajar terbaik dunia dari total ratusan peserta internasional.

Editor Denny
Senin, 18 Mei 2026 12.32 WIB
Dua Anak Muda Indonesia Bikin Apple Terkesan, Karyanya Angkat Masalah Nyata
Apple Swift Student Challenge 2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Di tengah dominasi developer dari negara-negara besar, dua pelajar asal Indonesia justru berhasil mencuri perhatian Apple lewat karya yang tidak sekadar canggih, tetapi juga dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Francesco Emmanuel Setiawan dan Ghazali Ahlam Jazali resmi masuk jajaran Distinguished Winners dalam ajang Apple Swift Student Challenge 2026. Predikat tersebut menempatkan mereka di antara 50 pelajar terbaik dunia dari total ratusan peserta internasional.

Yang membuat pencapaian ini terasa spesial bukan cuma soal menang kompetisi Apple, melainkan ide aplikasi yang mereka angkat ternyata berangkat dari masalah nyata yang sering dialami banyak orang.

Apple Pilih Karya yang Punya Dampak Sosial

Swift Student Challenge dikenal sebagai kompetisi tahunan Apple untuk mencari talenta muda berbakat di bidang pengembangan aplikasi menggunakan bahasa Swift.

Tahun ini, Apple memilih 350 karya terbaik dari 37 negara dan wilayah. Namun hanya sebagian kecil yang mendapatkan status Distinguished Winners.

Francesco dan Ghazali menjadi dua nama dari Indonesia yang berhasil mencapai level tersebut.

Sebagai pemenang unggulan, keduanya akan menghadiri Worldwide Developers Conference atau WWDC 2026 di Apple Park, Amerika Serikat, pada Juni mendatang.

Di sana mereka akan mengikuti berbagai sesi eksklusif mulai dari keynote Apple, hands-on labs, hingga belajar langsung dari engineer perusahaan teknologi terbesar dunia tersebut.

Francesco Ubah Kecemasan Sosial Jadi Game Interaktif

Francesco Emmanuel Setiawan menciptakan aplikasi bernama Against the Silence, sebuah game interaktif yang membantu pengguna melatih spontanitas berbicara.

Ide ini muncul dari pengalaman pribadinya yang sering merasa kesulitan berbicara spontan akibat kecemasan sosial.

Alih-alih membuat aplikasi motivasi biasa, Francesco memilih pendekatan yang lebih kreatif. Dalam game tersebut, pemain harus mempertahankan opini tidak populer sambil melawan “demon” yang menjadi simbol rasa takut terhadap penilaian orang lain.

Menariknya, pemain juga ditantang mengurangi penggunaan kata pengisi seperti “hmm” atau “umm” agar komunikasi terasa lebih percaya diri.

Konsep sederhana ini justru dianggap unik karena menggabungkan psikologi, edukasi, dan gameplay interaktif sekaligus.

Ghazali Angkat Ancaman Privasi yang Jarang Disadari

Sementara itu, Ghazali Ahlam Jazali mengambil topik yang jauh berbeda: privasi digital.

Lewat aplikasi They Have Your Fingerprint!, ia mencoba menjelaskan bahaya canvas fingerprinting, metode pelacakan digital yang sering tidak disadari pengguna internet.

Banyak orang mengira menghapus cookies sudah cukup melindungi privasi. Padahal masih ada teknologi pelacakan lain yang bekerja diam-diam di balik layar.

Untuk membuat isu rumit tersebut lebih mudah dipahami, Ghazali menghadirkan mini-game interaktif yang membuat pengguna seolah berada di posisi pelacak data digital.

Informasi divisualisasikan lewat dokumen virtual seperti paspor, tiket pesawat, hingga identitas perjalanan agar ancaman privasi terasa lebih nyata.

Pendekatan edukatif seperti inilah yang akhirnya membuat aplikasinya menonjol di mata Apple.

Bukan Sekadar Menang Kompetisi

Yang menarik, kedua pelajar Indonesia ini tidak ingin berhenti hanya sampai kompetisi.

Francesco dan Ghazali sama-sama berencana terus menyempurnakan aplikasi mereka agar nantinya bisa dirilis secara resmi di App Store.

Artinya, karya mereka berpotensi benar-benar digunakan masyarakat luas, bukan sekadar proyek pameran kompetisi teknologi.

Pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa developer muda Indonesia mampu bersaing di panggung global, bahkan dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara maju.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI