Sejumlah fakta menarik terkuak usai Manchester United sukses menundukkan rival abadi mereka, Liverpool, dengan skor tipis 3-2 dalam lanjutan pekan ke-35 Premier League 2025/2026.
Manchester (Lampost.co)–Malam yang magis tersaji di Stadion Old Trafford, Minggu (3/5/2026) malam WIB. Manchester United sukses menundukkan rival abadi mereka, Liverpool, dengan skor tipis 3-2 dalam lanjutan pekan ke-35 Premier League 2025/2026. Kemenangan dalam duel bertajuk derbi Inggris ini bukan sekadar raihan tiga poin, melainkan pernyataan kembalinya kejayaan Setan Merah ke panggung tertinggi Eropa.
Hasil krusial ini memastikan anak asuh Michael Carrick mengunci posisi di empat besar klasemen sementara. Dengan kepastian ini, Manchester United berhak tampil di Liga Champions musim 2026/2027, mengakhiri penantian panjang dan rasa dahaga selama dua musim berturut-turut absen dari kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut.
Manchester United langsung tampil agresif sejak peluit pertama berbunyi. Didorong atmosfer luar biasa dari pendukung tuan rumah, United berhasil menciptakan kejutan besar di awal laga. Catatan Opta menyebutkan United sukses unggul 2-0 hanya dalam waktu 14 menit.
Ini merupakan catatan sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya dalam era Premier League, Manchester United mampu mencetak dua gol tercepat ke gawang Liverpool. Meski tim tamu sempat memberikan perlawanan sengit dan memperkecil ketertinggalan, disiplin taktis United mampu menjaga keunggulan hingga laga usai.
Di balik performa impresif United, nama Michael Carrick menjadi sorotan utama. Mantan gelandang legendaris United ini membuktikan kelasnya sebagai manajer jempolan. Carrick resmi menjadi manajer keenam dalam sejarah liga yang mampu memenangkan 8 dari 9 laga kandang pertamanya.
Istimewanya, Carrick adalah orang Inggris pertama yang mampu mencapai rekor eksklusif tersebut, sekaligus pelatih pertama yang melakukannya sejak Antonio Conte bersama Chelsea pada musim 2016/2017. Pencapaian ini mempertegas tangan dingin Carrick telah mengubah Old Trafford kembali menjadi benteng yang angker bagi lawan-lawan mereka.
Kebangkitan United juga tidak lepas dari performa individu para penggawanya. Striker asal Slovenia, Benjamin Sesko, kini menjelma sebagai mesin gol baru bagi publik Manchester. Sejak transisi kepelatihan dari Rúben Amorim ke Carrick, Sesko telah mengoleksi sembilan gol, menjadikannya penyerang paling tajam di Liga Inggris pada rentang waktu tersebut.
Sementara itu, sang kapten Bruno Fernandes terus menunjukkan magisnya sebagai kreator serangan. Bruno kini mendekati rekor langka milik Mesut Özil (musim 2015/2016) dalam hal frekuensi menciptakan lima peluang atau lebih dalam satu pertandingan. Dengan sisa laga yang ada, Bruno berpeluang besar melampaui catatan sang maestro Jerman tersebut dan memperkuat warisannya di Liga Inggris.
Di sisi lain, kekalahan ini menguak kelemahan mendasar di lini pertahanan Liverpool. Musim 2025/2026 menjadi catatan kelam bagi The Reds karena mereka mencatatkan rekor kebobolan dari situasi bola mati terbanyak sepanjang sejarah klub di Premier League. Dengan total 17 gol yang bersarang melalui skema tersebut, tim pelatih Liverpool dipastikan memiliki pekerjaan rumah besar untuk segera membenahi koordinasi pertahanan mereka menjelang musim baru.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update