Kick Off P2P, Kader Pengawasan Partisipatif Penjaga Demokrasi

P2P ini sifatnya kerelawanan, sehingga mereka memiliki konteks untuk mencegah dengan cara menginformasikan ke Bawaslu.

Editor Nur, Penulis Triyadi Isworo
Selasa, 12 Mei 2026 19.15 WIB
Kick Off P2P, Kader Pengawasan Partisipatif Penjaga Demokrasi
Anggota Bawaslu RI Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Lolly Suhenty. Dok Bawaslu

Bandar Lampung (Lampost.co) –– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Selasa, 12 Mei 2026. Bawaslu mengingatkan para kader pengawas merupakan penjaga demokrasi.

Sementara itu, P2P telah menjadi program prioritas nasional kerjasama Bawaslu dengan Bappenas. Program ini akan terselenggara pada 514 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia secara luring dan daring pada 12 Mei hingga Oktober 2026.

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam keterangannya mengingatkan karakter-karakter kader pengawas yang wajib ada dan menggunakan saat ikut mengawasi. Pertama, kader harus logis dan paham akan aturan sehingga tidak main hakim sendiri. Ia mengatakan kader untuk mempertanggungjawabkan setiap yang terlaksanakan.

Baca juga: 9 SUV 7-Seater Terlaris 2026 yang Diam-Diam Diburu Orang Indonesia

“Kedua karakter kader pengawas harus harus kritis, jadi berani mempertanyakan dan mencari tahu lebih jauh. Yang mempertaruhkan demokrasi, jangan mengaku kader kalau kita nggak kritis,” kata Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat ini.

Kemudian para peserta, juga harus memiliki karakter yang berani untuk menyuarakan gagasan yang dipikirkan. Menurutnya kader P2P ini sifatnya kerelawanan, sehingga mereka memiliki konteks untuk mencegah dengan cara menginformasikan ke Bawaslu.

“Keempat, berdampak, kalau tidak berdampak buat masyarakat bukan kader namanya, kita harus hadir. Kalau semua kader bergerak dan berdampak nyata mengawasi secara nyata pasti Bawaslu sangat terbantu,” tegas Lolly.

Dalam karakter-karakter inilah, ia menaruh harapan tinggi kader pengawas partisipatif bisa membantu suksesnya penyelenggaraan Pemilu. Sehingga ia meminta agar para kader P2P dapat menjadi aktor dalam momentum yang tepat.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI