Muda

Izin Penambangan di Bukit Wewenang Provinsi
Muda

Izin Penambangan di Bukit Wewenang Provinsi

Bandar Lampung (Lampos.co) -- Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. menuturkan izin penambanganbatu di bukit Sukamenanti kewenangan pemerintah provinsi. Izin bukan tanggung jawab Pemerintah Kota.

Manfaatkan Teknologi Informasi ke Arah Positif
Muda

Manfaatkan Teknologi Informasi ke Arah Positif

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Perkembangan zaman terus bergerak, teknologi informasi pun semakin maju dan menjadi kebutuhan setiap orang. Pada era Revolusi Industri 4.0 ini pun semua pihak harus mampu berkarya, berinovasi, berkompetisi, dan berkolaborasi ke arah pembangunan yang positif serta optimisme.

Saatnya Petani Muda Tampil
Muda

Saatnya Petani Muda Tampil

ORANG bilang tanah kita tanah surga

Semangat Membantu Anak Pinggiran
Muda

Semangat Membantu Anak Pinggiran

HEY! Sobat muda tentu sudah tahu, 23 Juli lalu baru saja diperingati Hari Anak Nasional. Tahun ini, Hari Anak Nasional mengusung tema Anak Indonesia anak genius.

Menyambut Juara Dunia
Muda

Menyambut Juara Dunia

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Euforia perhelatan Piala Dunia yang digelar sejak Juni makin terasa menjelang laga final yang menentukan. Semarak menyambut juara baru sepak bola dunia itu terus menggeliat di kalangan sahabat muda. Agenda menonton bareng (nobar) laga final yang akan digelar pada Minggu (15/7), jadi agenda wajib yang dinanti.

Kecanduan K-Pop Bisa Menjadi Hal Positif
Muda

Kecanduan K-Pop Bisa Menjadi Hal Positif

BUAT kalian para penggemar musik K-pop, sudah deh jangan sedih, kalau masih ada orang-orang yang bilang kalian alay alias lebay. Ternyata, kecanduan K-pop juga bisa mendatangkan hal-hal positif, selama kita bisa memanajemen diri, dan waktu untuk menikmati aksi para bintang yang diidolakan. Berikut adalah beberapa hal positif yang bisa digali lewat kecanduan K-pop.

Sampaikan Kebaikan lewat Film
Muda

Sampaikan Kebaikan lewat Film

DAKWAH atau menyampaikan kebaikan ternyata enggak cuma bisa dilakukan melalui mimbar dakwah loh, Guys. Banyak anak-anak muda yang kreatif menuangkan ide dakwahnya, lewat sebuah film.

Ratusan Pecinta Skateboard Rayakan Go Skateboarding Day
Muda

Ratusan Pecinta Skateboard Rayakan Go Skateboarding Day

BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Ratusan pecinta skateboard di Lampung hari ini merayakan hari go skateboarding atau perayaan hari skateboard sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 Juni. Kali ini kegiatan tersebut dipusatkan di Taman Gajah Enggal, Bandar Lampung.

Bersiap Menyambut Lebaran
Muda

Bersiap Menyambut Lebaran

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tak  terasa Ramadan hampir berakhir ya, Guys, Idulfitri pun makin mendekat. Berbagai persiapan menjelang Lebaran sudah mulai dilakukan umat muslim, tidak terkecuali di kalangan sahabat muda.

Kreatif Yuk! Jangan Cuma Eksis
Muda

Kreatif Yuk! Jangan Cuma Eksis

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dunia media sosial memang tidak pernah ada habisnya untuk diikuti ya, Guys. Kecenderungan gaya anak-anak muda zaman now yang selalu ingin tampil eksis dan kekinian menjadi pendorongnya.

Ngabuburit Asyik dan Bermanfaat
Muda

Ngabuburit Asyik dan Bermanfaat

BULAN Ramadan selalu identik dengan kegiatan ngabuburit. Kegiatan yang berasal dari istilah bahasa Sunda yang artinya menunggu sore itu, selalu dinanti terutama oleh kawula muda saat Ramadan tiba.

Saatnya Merancang Konten Media Sosialmu
Muda

Saatnya Merancang Konten Media Sosialmu

SUDAH bukan hal baru lagi ya, Guys, kalau media sosial menjadi alat yang ampuh untuk mempromosikan segala hal. Enggak hanya aneka makanan hingga tempat pariwisata yang sudah ada, surga-surga tersembunyi di setiap daerah juga bisa mendadak terkenal dan didatangi banyak orang, tidak lama setelah dipromosikan lewat medsos.

Pilih Angkutan Umum atau Kendaraan Pribadi
Muda

Pilih Angkutan Umum atau Kendaraan Pribadi

HALO Sahabat Muda! Rutinitas seperti berangkat ke sekolah, pergi ke kampus, dan lainnya menuntut ketepatan waktu. Namun pernahkah kalian mengalami situasi dikejar-kejar waktu yang makin siang dan tidak mendapatkan kendaraan karena angkutan umum yang tidak kunjung tiba.
Kemudian mengemudikan kendaraan sendiri dan terjebak kemacetan yang cukup panjang di jalanan. Menggunakan kendaraan pribadi maupun umum pada intinya adalah perkara datang dan pulang tepat waktu. Lantas, kalian lebih suka naik kendara umum atau pribadi?
Sahabat Muda Jelita Dini mengaku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Menurutnya, jika memilih kendaraan pribadi, sebagai pemilik kendaraan bebas untuk mengatur, kapan harus datang dan pulang, sehingga waktunya lebih efektif dan fleksibel. Selain itu, menggunakan kendaraan pribadi lebih cepat sampai ke tempat tujuan tanpa harus menunggu antrean. 
"Lebih suka naik kendaraan pribadi, cepat sampai, enggak ngetem. Sebab naik kendaraan umum yang bikin males nunggunya yang sering membuat terlambat. Harus menunggu penumpang penuh baru jalan," kata perempuan berambut pendek itu.
Namun dalam beberapa kesempatan, Jelita lebih memilih menggunakan kendaraan umum, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Misalnya, ketika melakukan perjalanan antarkota maupun kabupaten. Menurutnya, menggunakan kendaraan umum lebih murah dan nyaman serta dapat beristirahat di bus, kereta, dan lain-lain. 
"Kalau jalan jauh, enaknya naik kendaraan umum dong, lebih murah, dan nyaman." 
Irit
Hal senada diungkapkan oleh Resy Mulya Yulitasari. Dia mengaku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan ongkos lebih irit dan lebih nyaman. Menurut Resy, saat mencari arah jalan, seperti putar arah juga melalui jalur alternatif, kendaraan pribadi dan umum berbeda. Kendaraan umum harus melewati jalan yang telah ditentukan.
"Apalagi kalau buru-buru, sudah terlambat, menggunakan kendaraan umum lebih lama lagi," ujar mahasiswi yang tengah menyelesaikan tugas akhir kuliah itu.
Meski demikian, Resy menyadari pada dasarnya kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan. Oleh sebab itu, dia berharap agar Lampung segera memiliki fasilitas kendaraan umum yang layak dan memadai sehingga pengguna jalan lebih memilih menggunakan kendaraan umum.
"Kalau sekarang males, panas, ngetem. Kalau ada kendaraan umum yang cepat dan nyaman kami pasti lebih memilih menggunakan kendaraan umum. Murah, nyaman, dan aman," kata dia. 
 

Perlu Enggak Ikutan Tren Bahasa Gaul
Muda

Perlu Enggak Ikutan Tren Bahasa Gaul

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Guys! Tahu enggak sih kalau setiap Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa. Selain berfungsi untuk berkomunikasi, bahasa juga menjadi salah satu identitas diri bangsa lo. Karena itu, kita tidak bisa main-main dengan bahasa.
Negara-negara maju seperti Jepang, mereka sangat menghargai bahasa mereka. Lantas bagaimana menurut kalian soal penggunaan bahasa gaul dan bahasa asing untuk percakapan sehari-hari. Kenapa harus menggunakan bahasa gaul dan bahasa asing. Bukankah menggunakan bahasa Indonesia juga baik bukan?
Menurut salah satu Sahabat Muda, Laila Rosita, pemakaian bahasa gaul tersebut lebih mengikuti tren sehingga sebagai anak muda harus update dan mengikuti perkembangan zaman. Selain itu juga menggunakan bahasa gaul karena mengikuti atau terbawa lingkungan sekitar.
"Jadi kalau teman-teman sudah pakai bahasa itu (gaul), otomatis kita juga ketularan deh, atau juga ngikutin gaya artis yang punya bahasa khas," ujar mahasiswi Institut Teknologi Sumatera itu.
Sedangkan untuk bahasa asing dalam percakapan, hal ini melihat konteks dan lawan bicara. Penggunaan bahasa asing juga lebih banyak yang umum dibicarakan dalam percakapan sehari-hari, seperti kata serapan atau kalimat yang lagi tren.
"Kan banyak juga ya bahasa asing yang akrab di kita, bahkan kita sudah latah mengucapkannya, contoh saja dalam penamaan alat-alat kosmetik, hampir semua kita menyebutnya dengan bahasa asing," ujar mahasiswi semester III itu.
Senada diungkapkan Novita. Menurutnya, penggunaan bahasa asing dalam percakapan anak muda itu baik dan sah-sah saja, selagi yang dibicarakan tidak mengandung sara. Menurutnya, dengan menggunakan bahasa asing untuk percakapan sehari-hari hal itu bisa melatih skill kemampuan berbahasa asing bagi anak muda itu sendiri.
"Karena kita juga dituntut untuk menguasai bahasa asing sehingga dengan percakapan sehari-hari itu lebih memudahkan kita," ujarnya.
Sedangkan untuk bahasa gaul, selama dalam batas wajar dan tidak semua kata diubah itu tidak masalah. Akan tetapi, menurutnya, akan lebih baik menggunakan bahasa Indonesia tanpa mengubah atau memelesetkannya.
"Kalau saya lebih suka pakai bahasa Indonesia yang wajar, baik suasana informal maupun formal," kata dia.
Ahmad Fatoni, pelajar SMA swasta di Kemiling, mengakui bahasa asing dan bahasa gaul sama-sama diperlukan untuk menyesuaikan diri di lingkungan sehingga sebagai anak muda harus paham dan mengerti bahasa asing.
"Kalau kita lagi ngobrol dengan sesama teman pakai bahasa Indonesia yang baku kan kurang enak juga, selama kita tahu tempatnya tidak masalah," ujarnya.
Begitu juga dengan bahasa asing, meski tidak menggunakan dalam percakapan sehari-hari, bahasa asing perlu dikuasai untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
"Mungkin jarang ya kalau percakapan pakai bahasa asing. Paling tidak kita paham apa yang diomongin, dan enggak ada salahnya juga kita pakai bahasa asing untuk memudahkan dan mengasah skill kita," kata dia.

Warna-warni Lebaran yang Masih Terasa
Muda

Warna-warni Lebaran yang Masih Terasa

Lampost.co -- Selamat hari Lebaran, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin.
Sahabat Muda, kita baru saja merayakan hari Lebaran, meski hampir satu pekan kita merayakan hari kemenangan, suka cita dan warna-warni Lebaran masih terasa. Berkumpul bersama sanak saudara, sahabat, handai tolan untuk merayakan dan saling maaf-memaafkan pada hari yang fitri.
Sahabat Muda, dalam suasana Lebaran biasanya tidak lupa yang namanya silaturahmi dan halalbihalal. Oh iya, Hari Raya tahun ini kemana saja kamu merayakan Lebaran, halalbihalal kemana saja selama Lebaran, pastinya punya banyak cerita seru yang sangat berkesan tentu saja.
Salah satu Sahabat Muda kita yang merayakan hari raya Idulfitri bersama dengan keluarga dan sahabatnya adalah Bugi Virgo Carvarera. Menurutnya, hari raya Idulfitri menjadi salah satu momen yang ditunggu. Selain berkumpul dengan keluarga, dia juga bisa bersilaturahmi dengan sahabatnya yang pergi merantau, baik bekerja maupun menuntut ilmu.
"Setiap tahun setelah salat id yang pasti sungkeman dengan orang tua, baru bersilaturahmi dengan tetangga dan teman-teman," kata mahasiswa IAIN Jurai Siwon Metro itu.
Selain itu, kata dia, setiap Hari Raya menjadi momen untuk berhalalbihalal dengan para guru. "Sungkeman sudah pasti, selain itu, main bareng sama kawan," ujarnya.
Sementara Annisa Rahmawati menuturkan hal paling utama yang dilakukan setiap momen Lebaran setelah salat id adalah sungkeman dengan kedua orang tua keluarga kemudian halalbihalal ke rumah tetangga bersama dengan rekan dan keluarga.
"Selepas salat id, sungkeman dan makan bersama. Baru ke rumah eyang dan tante," kata siswa SMAN 1 Kotagajah tersebut.
Lebaran juga menjadi salah satu momen paling menyenangkan setelah berpuasa selama satu bulan. Kini, saatnya untuk kembali menjadi insan yang fitri terlahir kembali menjadi lebih baik. "Harus menjadi lebih baik lagi baik ibadahnya maupun perilakunya. Introspeksi diri dan saling maaf-memaafkan," ujarnya.
Bahkan, kata dia, Lebaran menjadi momen berkumpul bersama dengan orang-orang terdekat setelah lama tidak bertemu. "Kalau enggak Lebaran kan jarang kami kumpul. Ada yang merantau, rumahnya jauh, nah Lebaran semua datang. Kadang juga gantian kami yang halalbihalal kumpul ke rumah mereka," kata dia.
Hal senada diungkapkan Welly Lestari, setiap tahun momen Lebaran yang pertama dilakukan adalah sungkeman bersama dengan keluarga dan makan bersama. Setelah itu, baru berkunjung untuk saling maaf-memaafkan dengan sanak saudara, teman, dan kerabat. "Lebaran pertama pasti sama keluarga, malam atau besoknya baru kumpul bareng atau reunian dengan teman SMA atau kuliah. Kadang kami main bareng ke laut atau pantai," ujarnya.
Welly mengungkapkan Lebaran bukan sekadar menjadi momen kumpul bareng dan bersilaturahmi, melainkan juga untuk mempererat tali persaudaraan. Tidak hanya dengan lingkungan sekitar, tetapi juga dengan saudara dan kerabat. "Minggu depan bakal ada acara reuni halalbihalal kumpul bareng semua saudara dari keluarga. Dari sana menyambungkan keluarga yang sudah mulai jauh hubungannya, dari anak, cucu, cicit, dan sebagainya."

Sibuknya Sambut Lebaran
Muda

Sibuknya Sambut Lebaran

SAHABAT Muda, tinggal satu pekan lagi semua umat Islam bakal merayakan Idulfitri. Kebayang kan banyak banget hal yang harus kamu siapin untuk menyambut tamu-tamu, bersilaturahmi dan kumpul bersama dengan keluarga menjadi salah satu momen paling ditunggu setiap tahun.
Menyambut momen tersebut, pasti kamu ingin tampil spesial dari hari biasanya bukan. Satu hal yang harus ada saat menyambut Lebaran adalah kue Lebaran, dan sederet persiapan lainnya, seperti ketupat, rendang, opor, dan lain-lain. Untuk menyambut hari istimewa tersebut, menurut kalian harus serbabaru enggak sih, Guys? Terutama soal baju Lebaran, apalagi untuk kamu anak-anak muda, khususnya perempuan, pasti ingin tampil berbeda dari biasanya.
Sahabat muda kita, Fatana Gina, mengatakan anak muda, baik laki-laki maupun perempuan, yang paling lumrah untuk menyambut Lebaran adalah outfit atau pakaian Lebaran karena semua orang ingin tampil terbaik, tetapi untuk anak perempuan pastinya punya pekerjaan rumah tersendiri, yakni menyiapkan kue Lebaran untuk menyambut tamu saat Lebaran.
"Yang pasti sudah jadi tradisi di Indonesia yang ditunggu setiap tahun adalah bersih-bersih rumah karena itu menjadi simbol Idulfitri untuk memulai kembali semua kebaikan dan kembali fitri," ujar mahasiswi Universitas Lampung ini.
Menurutnya, tampil istimewa menyambut hari bahagia bukan berarti harus baru, yang penting adalah pakaian terbaik dan rapi. Salah satunya dengan memanfaatkan busana atau pakaian lama, tetapi masih bagus dan layak pakai, dan tentunya tidak kuno alias ketinggalan zaman.
"Bagus bukan berarti baru ya, biasanya kan kita punya busana khusus untuk acara-acara tertentu saja, nah Lebaran ini menjadi salah satu momennya," kata dia.
Tidak hanya persiapan fisik, yang paling penting adalah memanfaatkan sisa Ramadan yang tinggal menghitung hari dengan memaksimalkan momen Ramadan sebaik mungkin. "Kewajiban utama untuk beribadah lebih khusyuk lagi di 10 hari terakhir Ramadan. Walaupun disibukkan dengan persiapan Lebaran."
Hal senada diungkapkan sahabat muda lainnya, Lidya Agusta, mahasiswi jurusan Bahasa Inggris di STKIP Bandar Lampung. Menurutnya, yang paling penting dari Idulfitri adalah momen untuk saling maaf-memaafkan, kembali ke fitri atau bersih. Selain itu, setelah lama tidak bertemu dengan rekan atau saudara, Lebaran menjadi momen untuk saling menghubungi dan bersilaturahmi satu sama lain.
"Biasanya kalau mau Lebaran seperti ini saya ngubungin teman-teman, janjian kapan bisa kumpul bareng, saling memaafkan," ujarnya.
Menyambut Idulfitri yang sering dilakukan oleh keluarga bersih-bersih rumah atau renovasi dan tidak lupa menyiapkan THR untuk sanak famili yang berkunjung. Adapun untuk urusan baju, hal itu bergantung kemampuan keuangan masing-masing yang pasti adalah saling memaafkan.
"Kalau mau tampil beda juga bisa juga tanpa harus baju baru, salah satunya dengan memodifikasi baju lama sehingga terlihat lebih stylish. Salah satunya kamu bisa mendesain baju kaus yang dipadukan dengan puter sehingga terlihat baru. Namun, kalau mau beli baju baru juga enggak masalah dan itu lumrah mau beli satu atau banyak, tergantung kemampuan masing-masing," kata dia.
Lidya melanjutkan baju baru atau berpakaian bagus juga menjadi salah satu sunah saat menjalankan ibadah salat Idulfitri dianjurkan untuk memakai wewangian dan menyucikan hati kembali ke fitri.
"Karena di situ menjadi momen kita untuk berkumpul dengan keluarga dan temen-temen yang mungkin sudah lama enggak ketemu, tidak ada salahnya juga kita tampil spesial juga," ujarnya.
Sahabat muda lainnya, Elisa, mengatakan persiapan menyambut Lebaran yang rutin dilakukan adalah menyiapkan kue untuk tamu-tamu yang akan berkunjung. Sebab, berkumpul dengan sanak saudara jarang dilakukan kecuali acara-acara tertentu seperti Lebaran. Kemudian, persiapan Lebaran lainnya dengan tampil berbeda di hari biasanya itu merupakan hal wajib.
"Kan enggak mungkin juga banyak tamu datang kita enggak rapi, nanti disangka enggak sopan enggak menghargai tamu," kata Elisa.
Menurutnya, menyambut hari bahagia itu dianjurkan memakai pakaian yang bersih, tetapi itu bukan berarti baru. Hal ini menjadi salah satu sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.
"Semua umat Islam di dunia bersuka cita menyambut Lebaran sebagai hari kemenangan."

Tanamkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan
Muda

Tanamkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan

SAHABAT Muda, kita baru saja merayakan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni. Bahkan, Hari Lahir Pancasila saat ini telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur nasional. Sahabat Muda, berbicara tentang Hari Lahir Pancasila setiap orang tentunya memiliki cara tersendiri dalam memaknai Hari Lahir Pancasila dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memaknai hal itu, menurut salah satu Sahabat Muda, yaitu Gubernur BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila, M Arif, mengungkapkan Hari Lahir Pancasila sebagai persatuan bangsa Indonesia dibentuk melalui keberagaman suku agama, ras, dan Pancasila sebagai landasan utama untuk bernegara.
"Oleh sebab itu, sebagai bangsa Indonesia harus mengakui keberagaman beragama, berbagai suku, dan ras sebagai nilai kekayaan bangsa Indonesia," ujar Arif di kampus FE dan Bisnis Unila, beberapa hari lalu.
Menurut dia, sebagai pemuda khususnya mahasiswa harus tetap menanamkan nilai-nilai dari Pancasila, mulai dari ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, sikap kemanusiaan, kesatuan dalam keberagaman, musyawarah, dan adil untuk keadilan sosial. "Kami harus jadikan suatu keberagaman di Indonesia sebagai aset bangsa yang harus dijaga sebagai langkah awal Indonesia yang lebih baik."
Dengan keberagaman suku, ras, dan agama, Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya serta kuat menjunjung nilai-nilai toleransi. Sikap saling menghormati dan toleransi ini adalah ciri khas masyarakat Indonesia.
Sahabat Muda lainnya, Guntur Febri, menjelaskan Pancasila sebagai dasar NKRI yang masing-masing silanya mengandung nilai luhur itu patut diamalkan. Seperti salah satunya sila pertama yang memiliki makna ketuhanan yang Mahaesa, setiap warga negara memiliki kebebasan untuk beragama sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
"Sebagai warga negara yang baik tentu saja kami memaknai Pancasila sebagai dasar negara yang patut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Menurut dia, jika kita mengamalkan makna dan nilai-nilai Pancasila, tidak ada lagi saling menebar kebencian. Yang muncul adalah saling menghargai satu sama lain serta menghormati perbedaan. Apabila semua telah mengamalkan Pancasila, telah tercapai semua dasar-dasar NKRI.
Hal senada diungkapkan sahabat Macro Aulia. Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara dalam meraih cita-cita Republik Indonesia memiliki lima sila yang bermakna. Hal ini menjadi pedoman dan koridor sebagai bangsa Indonesia dalam bidang sosial, agama, demokrasi, serta menentukan kebijakan yang terwakili baik sipil maupun pemerintah.
Dia mengatakan dengan memahami Pancasila sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara, sudah sepatutnya sebagai warga negara Indonesia kita mengamalkan Pancasila. "Apabila kami mengamalkan Pancasila, keadilan akan terwujud dan keberagaman bangsa ini akan makin kuat. Sebab, Pancasila merupakan kesepakatan bersama para pendiri bangsa untuk mempersatukan bangsa yang terdiri dari berbagai macam agama," kata dia.

Banyak Amal Makin Bermanfaat
Muda

Banyak Amal Makin Bermanfaat

MARHABAN ya Ramadan, Sahabat Muda, Ramadan baru saja datang artinya kesempatan buat kamu yang beragama Islam untuk berlomba-lomba berbuat amal kebaikan. Sebuah hadis nabi mengatakan bahwa, ”Jika tiba bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua setan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Nah, sudah jelas bukan, ini kesempatan buat kamu para anak muda untuk berlomba-lomba berbuat amal kebaikan. Selain dibuka pintu-pintu surga, Allah juga melipatgandakan pahala lo! So, tunggu apalagi, ambil tiket ke surga sebanyak-banyaknya.
Salah satunya diungkapkan oleh sahabat muda, yaitu Diah Fadillah Fatin, mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Lampung yang juga pendiri komunitas berbagi nasi. Menurutnya, bulan puasa menjadi momentum untuk merefleksikan diri, memperbaiki diri serta memohon ampun atas dosa-dosa yang telah berlalu. Dia juga mengungkapkan Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk berbuat kebaikan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.
“Jika sebelumnya salatnya masih suka bolong-bolong, di Ramadan ini menjadi momen yang baik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan di hadapan Allah swt," kata Fatin, sapaan akrabnya.
Perempuan berhijab itu menuturkan selain meningkatkan keimanan kepada Allah, Ramadan menjadi momentum untuk merefleksikan diri, saling mengingatkan satu sama lain, serta meningkatkan tali silaturahmi.
“Ramadan perbanyak kegiatan-kegiatan positif, setelah sebelas bulan ini kami fokus untuk hal-hal bersifat duniawi, di bulan suci ini menjadi momentum untuk total beribadah."
Menurut Fatin, Ramadan menjadi bulan bonus untuk umat Islam di dunia, yang mana semua pahala dilipatgandakan sekaligus ajang untuk mempertebal keimanan.
“Kalau yang sebelumnya ibadahnya sudah bagus, rajin, di bulan Ramadan ini kami lebih tingkatkan lagi dengan mengamalkan sunah-sunahnya," ujarnya.
Selain mempertebal keimanan, Fatin dan rekan-rekannya di komunitas berbagi nasi juga memiliki banyak kegiatan untuk mengisi Ramadan. Fatin menjelaskan dengan berbuat banyak kebaikan dan mengisi kegiatan selama bulan Ramadan, puasa akan menjadi lebih ringan dan indah.
“Jadi kami tidak terfokus dengan puasa, lupa haus dan lapar karena banyak kegiatan, kumpul, silaturahmi dengan kawan-kawan," kata dia.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, komunitas berbagi nasi menggelar beragam kegiatan mulai dari berbagi sandal jepit ke masjid-masjid, berbagi mukena, berbagi takjil jelang buka puasa. Selain itu, komunitas ini menggalang dana untuk diserahkan kepada keluarga yang membutuhkan berupa bingkisan Lebaran, sembako, dan lain-lain. Tidak hanya itu, mereka juga menggelar tadarus dan iktikaf di masjid. “Setiap tahun tema kami selalu ganti, dengan demikian kami akan selalu mendapat hal-hal baru yang bisa terus kami maknai," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Noviandi Syafriyansyah. Dia menuturkan sederet kegiatan telah disiapkan untuk mengisi bulan suci Ramadan, di antaranya selama 29 hari, Noviandi dan komunitas jalan-jalan edukasi (JJE) secara bergilir mengadakan buka puasa di panti-panti asuhan di Bandar Lampung. Sebelum buka bersama, mereka rutin mengaji secara bersama-sama. Bahkan di salah satu hari nantinya, JJE akan mengkhatamkan Alquran selama satu hari.
“Jadi, di hari itu kami bagi mengajinya per juz, sampai ke juz 30 dan malamnya kami khatamkan Alquran,“ ujar Noviandi yang merupakan founder komunitas JJE.
Menurutnya, untuk memaknai Ramadan kali ini, selain tetap bekerja seperti biasa, puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Noviandi menyebutkan nuansa Ramadan justru menambah energi positif bersama dengan anak-anak yatim dan duafa.
“Dalam setiap momen buka bersama dengan anak yatim, kami selalu beri tahu waktu dan tempatnya lewat media sosial. Jadi, siapa saja yang mau dan punya kesempatan hadir tanpa konfirmasi silakan datang. Kami tidak pernah membatasi siapa saja bisa hadir. Ini menjadi ladang kesempatan berbuat kebaikan,“ kata dia.
Selain kegiatan tersebut, Novian dan rekan-rekannya pada 10 hari terakhir Ramadan melaksanakan iktikaf di masjid.
“Ramadan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, membiasakan diri untuk salat jemaah di masjid. Kalau hari-hari biasa terhalang dengan jam makan sehingga tidak salat berjemaah, nah selama Ramadan ini lebih mudah untuk salat berjemaah,“ ujarnya.

Makin Ekstrem kian Asyik
Muda

Makin Ekstrem kian Asyik

SAHABAT Muda, setiap hobi yang kita sukai tentu memberikan pengalaman dan tantangan bagi penikmatnya bukan? Nah, bagaimana dengan Sahabat Muda yang memiliki hobi ekstrem? Mereka pasti punya alasan tersendiri hingga jatuh cinta dengan hobinya itu.
Selain memacu adrenalin, olahraga ekstrem ini makin memotivasi para pecintanya. Salah satunya diungkapkan Erwin Saputra. Sahabat Muda yang satu ini sejak setahun terakhir mulai menggeluti olahraga motocross dari awalnya coba-coba sampai akhirnya ketagihan. Alhasil, hobinya terus berlanjut sampai sekarang.
"Mulai suka itu pas kebetulan ada acara 17 Agustusan. Nah, dari sana jadi ketagihan main motocross," kata Ewin, sapaan akrabnya.
Menurut dia, motocross memberi semangat dan tantangan tersendiri bagi pecintanya. Salah satu alasan yang membuatnya menyukai hobi ekstrem adalah bermain motor itu asyik dan menyenangkan. "Enggak ada kapoknya, jadi walaupun jatuh, namanya hobi tetap suka, susah mau dihilangkan."
Untuk menyalurkan hobinya itu, Erwin dan rekan-rekannya yang tergabung di komunitas Trail Adventure Sabahbalau (TAS) menggelar kegiatan minimal satu bulan sekali. "Kalau latihan biasanya kami di kebun karet. Sekali kumpul latihan bisa sampai 20 orang," kata dia.
Menurutnya, bermain motocross bukan sekadar penyalur hobi, melainkan juga memiliki nilai positif. Kadangkala Erwin dan rekan-rekannya mewujudkan adventure-nya dengan tur ke beberapa tempat, seperti Kotaagung, Pringsewu, Tanjungbintang, dan Piabung.
"Kalau adventure gitu sisi kekeluargaannya sangat erat. Kami saling tolong-menolong. Kalau jatuh, langsung ada yang menolong, bensin habis kami berbagi, kalau enggak kuat nanjak, bantu dorong," ujarnya.
Hal itu berbeda dengan Sahabat Muda lainnya, yaitu M Rizki Andrini, yang menyukai hobi mendaki gunung. Menurut mahasiswa FEB Unila itu, mendaki gunung bukan sekadar olahraga. Sebab tidak hanya fisik, mendaki gunung memiliki makna tersendiri.
Mendaki gunung dituntut untuk lebih kompak, mengesampingkan egois, saling memedulikan satu sama lain sesama pendaki, dan yang paling penting tujuan utama mendaki bukan sampai puncak, tujuan mendaki adalah bagaimana selamat sampai rumah.
Sejumlah Sahabat Muda Lampung ternyata menyukai olahraga menantang yang disebut parkour (freerunning). Dikutip dari laman Wikipedia, parkour (baca : Paar-kuur, kadang-kadang disingkat PK) diartikan sebagai aktivitas yang bertujuan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia. Olahraga asal Prancis ini rupanya telah merambah ke Lampung sejak 2008 dan hingga kini komunitasnya masih eksis di Bandar Lampung dan Metro.
Meski demikian, masih banyak sobat muda yang kurang paham dan menyebutkan parkour itu layaknya aktor mandarin Jackie Chan yang berlari ke sana-sini, lompat dari gedung, salto, dan sebagainya yang kelihatannya berbahaya. Sebenarnya, parkour merupakan olahraga yang diperkenalkan oleh David Belle, yang merupakan adaptasi dari pelatihan halang rintang pemadam kebakaran militer pada perang dunia kedua.
Rifo Sultan, salah satu praktisi (sapaan pegiat) Parkour Lampung, mengatakan ia menggeluti olahraga tersebut sejak kelas III SMP. Ia heran saat pertama kali berlatih dengan Parkour Lampung. Pola latihannya jauh berbeda dengan di video, tidak ada lompatan besar, melewati atap gedung, atau salto, yang ada hanya latihan fisik, push up, dan sejenisnya dengan intensitas yang cukup tinggi, dan memulai dari teknik dasar dengan lompatan-lompatan yang kecil.
“Pertama ikut kok enggak ada salto-saltonya, wah ternyata isinya fisik semua pas latihan, pulangnya badan pegel-pegel sampe seminggu. Namun rupanya, itu untuk menguatkan fisik dan teknik dasar. Sebab di parkour enggak instan karena potensi cedera tinggi makanya fisik harus kuat,” ujarnya di sela-sela latihan Parkour Lampung, di Pasar Seni Enggal, Kamis (18/5/2017).
Sebagai salah satu pengurus dan instruktur Parkour Lampung, Rifo dan rekan-rekannya rajin berlatih setiap minggu dan melatih anak-anak baru baik dari kalangan sekolah, remaja, maupun orang dewasa. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari parkour. Selain fisik yang dimiliki bugar, lincah, dan kemampuannya bisa digunakan untuk membantu orang lain atau bahkan kabur jika dikejar orang.
“Awalnya saya ini geek game dari SMP, nerd gitu, tetapi sekarang fisik bisa dibilang kuat kayak olahragawan. Namun, banyak filosofi terkandung dari parkour, kami diajarkan untuk down to earth, lebih menghargai lingkungan, tidak jadi perusak, dan semangat untuk membantu orang lain, karena nilai-nilai filosofi dari parkour juga diajarkan ke kami,” kata siswa kelas XI SMA YP Unila itu.
Arnold Wijaya, siswa kelas III SMPN 28 Bandar Lampung, praktisi lainnya yang baru saja mengikuti ujian nasional menyebutkan parkour adalah olahraga yang sangat menyenangkan. Pria yang tumbuh dengan olahraga karate ini merasa parkour merupakan olahraga yang unik, keren, menyehatkan, dan menarik untuk digeluti. Menurutnya, dari video-video ekstrem di YouTube lah ia tertarik dengan parkour dan mengajak kawan-kawannya untuk berlatih bersama.
“Kalau di karate kan ada jurus-jurusnya, di parkour ini kami diberi kebebasan berlatih, mau seperti apa, yang penting fisik dan teknik dasar harus dikuasai, dan ini juga bisa dibilang keren, jarang yang suka olahraga menantang kayak gini, walau di karate saya sering juara,” kata pemuda yang telah menggeluti parkour hampir satu tahun.