SMA Bodhisattva Gelar TKA Perdana, Ukur Kemampuan Akademik Siswa

Editor Delima Natalia
Senin, 03 November 2025 20.01 WIB
SMA Bodhisattva Gelar TKA Perdana, Ukur Kemampuan Akademik Siswa
SMA Bodhisattva melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana. (Lampost/Bodi Man)

Bandar Lampung (Lampost.co) — SMA Bodhisattva melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana sebagai bagian dari program resmi Kementerian Pendidikan. Kegiatan ini bertujuan mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif sekaligus menjadi tolok ukur peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas.

Kepala SMA Bodhisattva, Siswanto, mengatakan sekolah hanya berperan sebagai penyedia fasilitas pelaksanaan tes. Ia menegaskan bahwa TKA merupakan program pemerintah pusat untuk memperkuat kredibilitas hasil belajar di seluruh wilayah Indonesia.

“TKA itu program dari kementerian. Sekolah hanya menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan tes. Penilaian sekolah selama ini masih belum sepenuhnya objektif, jadi TKA hadir sebagai penguat kredibilitas, bukan pengganti sistem yang sudah ada,” ujarnya, Senin, 3 November 2025.

Menurut Siswanto, sekolah telah menyiapkan pelaksanaan TKA sejak sebulan lalu dengan memberikan bimbingan belajar tambahan kepada siswa. Program tambahan tersebut dilakukan baik di jam pelajaran reguler maupun kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami memberikan pembelajaran tambahan agar siswa lebih memahami materi yang diujikan, seperti bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris. Untuk mata pelajaran pilihan menyesuaikan jurusan, IPA atau IPS,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil TKA nantinya menjadi acuan bagi sekolah dalam memperbaiki proses pembelajaran serta mengukur efektivitas kurikulum. Selain itu, nilai TKA juga dapat dimanfaatkan siswa untuk keperluan seleksi perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

“TKA ini mendorong satuan pendidikan agar terus memperbaiki kualitas pembelajaran. Hasilnya bisa digunakan sebagai bahan evaluasi sekolah dan juga pemetaan mutu pendidikan nasional,” kata Siswanto.

Pelaksanaan TKA dilakukan secara daring dengan pengawasan langsung dari Kementerian Pendidikan. Seluruh peserta ujian diawasi melalui webcam dan platform Zoom agar proses berlangsung transparan.

“Seluruh proses tes terpantau pusat. Jika ada kecurangan, sistem bisa langsung mendeteksi karena semua aktivitas peserta terekam,” tuturnya.

Pada hari pertama, siswa mengerjakan tiga mata pelajaran wajib, yakni bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris, dengan durasi sekitar 45–50 menit untuk masing-masing 25–30 soal.

Merasa Gugup

Salah satu siswa kelas XII IPA, Ibrani Cen, mengaku antusias mengikuti TKA meski sempat merasa gugup.

“Perasaan saya campur aduk, deg-degan tapi juga semangat karena ini pertama kali dan hasilnya bisa jadi acuan untuk masuk PTN lewat jalur SNBP. Saya sudah belajar dua bulan sejak kisi-kisi keluar. TKA ini membantu saya tahu bagian mana yang perlu perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Dwi Pita Sari, siswa lainnya, mengaku sempat stres karena tekanan waktu ujian yang ketat. Meski begitu, ia berusaha tetap tenang dan fokus.

“Waktunya terbatas, jadi saya sempat panik. Tapi saya tetap tenang dengan ikut try out online dan menjaga kesehatan. Kalau hasilnya bagus, saya makin percaya diri. Kalau kurang, saya jadikan motivasi untuk belajar lebih giat,” katanya.

Melalui pelaksanaan TKA ini, SMA Bodhisattva berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman evaluasi akademik yang lebih adil, transparan, serta terukur bagi seluruh siswa. (Bodi Man)

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI