Bandar Lampung (Lampost.co) — Jepang menjadi negara tujuan utama masyarakat Indonesia yang berminat bekerja di luar negeri (perlindungan PMI).
Perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Apri Danar Prabowo mengatakan berdasarkan hasil survei terbaru.
“Yang minat kerja luar negeri nomor satu Jepang, nomor dua Jerman,” ujar Apri, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Jepang telah berlangsung lama dan kini semakin kuat melalui skema government to government (G to G).
Skema ini mampu memberikan kepastian prosedur, pelindungan hukum, serta standar kerja yang lebih jelas bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
Fokus Pelindungan dan Peningkatan Kompetensi
Apri menegaskan, terdapat dua fokus utama dalam kebijakan pengiriman pekerja migran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Antara lain Optimalisasi pelindungan pekerja migran dan Peningkatan kompetensi dan kualitas SDM.
Ia mengapresiasi program kelas migran oleh pemerintah Provinsi Lampung dan menyebutnya sebagai model strategis yang layak untuk daerah lain.
Menurut Apri, kesiapan bekerja ke Jepang tidak hanya oleh kemampuan bahasa, tetapi juga kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri, sertifikasi keahlian, soft skill, dan etos kerja
“Bekerja ke luar negeri itu investasi. Ilmunya bisa berkembang ke tanah air dan memberikan dampak positif bagi industri Lampung,” tegasnya.
Melalui sinergi tersebut, program penyiapan tenaga kerja muda Lampung diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja Jepang yang terus meningkat.
Pemprov Lampung juga menegaskan komitmennya menjadikan program ini sebagai langkah strategis membangun generasi emas yang berdaya saing global.
Namun tetap memiliki orientasi kembali untuk membangun daerah.
Program ini tidak hanya membuka peluang kerja internasional, tetapi juga menjadi transfer pengetahuan dan teknologi untuk Lampung dalam jangka panjang.