Deddy Corbuzier Tantang Juri LCC MPR Kalbar: Adu Pintar di Podcast!

Deddy Corbuzier tantang juri LCC MPR Kalbar yang viral untuk adu pintar di podcast. Ia mengkritik sikap arogan juri terhadap peserta lomba.

Editor Nana Hasan
Jumat, 15 Mei 2026 20.39 WIB
Deddy Corbuzier Tantang Juri LCC MPR Kalbar: Adu Pintar di Podcast!

Jakarta (Lampost.co) – Deddy Corbuzier kini menyoroti polemik penilaian juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat. Ia menilai sikap para juri sangat arogan terhadap para peserta lomba tersebut. Melalui akun Threads miliknya, Deddy mengaku sangat tertarik mengundang mereka ke podcast Close The Door.

Poin Penting

  • Deddy Corbuzier menyoroti polemik penilaian juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.
  • Sang podcaster menilai sikap juri terlalu arogan dan merendahkan peserta lomba cerdas cermat.
  • Deddy secara terbuka menantang dewan juri untuk berdiskusi langsung dalam siniar Close The Door.
  • Kontroversi bermula dari penilaian tidak konsisten juri terhadap jawaban tim SMAN 1 Pontianak.

Deddy ingin membahas kontroversi penilaian tersebut secara terbuka dan transparan kepada publik. Baginya, juri tidak seharusnya bersikap superior saat memberikan penilaian kepada siswa. “Itu kasus cerdas cermat itu, tahu kan? Pengen gue undang coba (jurinya). Pengen gua undang coba (biar) dateng, ya, kan. Kita bahas,” cecar Deddy.

Baca juga : Cinta Laura Bela Nadiem Makarim: Kritik Pedas Sistem yang Hancurkan Orang Cerdas

Selain itu, Staf Khusus Menteri Pertahanan ini menyindir gaya bicara juri yang merasa paling hebat. Deddy bahkan menantang para juri untuk mengadu wawasan langsung di hadapannya. “Karena gini, loh, gak usah sok pinter, lah. Nggak usah sok, ‘Heh, ternyata pinter.’ Gak usah sok pinter. Adu pinter sama gue di podcast. Adu pinter. Pengen gue undang jurinya,” tambahnya tegas.

Kasus ini viral karena juri memberikan nilai berbeda untuk jawaban yang sebenarnya serupa. SMAN 1 Pontianak menjadi salah satu tim yang merasa dirugikan oleh keputusan tersebut. Namun, juri berdalih bahwa artikulasi jawaban peserta tidak terdengar jelas sehingga mereka menyalahkannya.

Akibatnya, protes keras muncul dari warganet yang mempertanyakan objektivitas dewan juri tersebut. Merespons kegaduhan ini, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf dan meminta juri lebih responsif terhadap keberatan peserta.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI