Tafsir

Kewajiban Meneladani Nabi Muhammad
Ramadan

Kewajiban Meneladani Nabi Muhammad

KALI ini kita akan membahas Surah Al Fath yang akan dimulai dari ayat kedelapan. Ayat ini sebenarnya merupakan lanjutan ayat-ayat terdahulu yang antara lain berbicara mengenai kemenangan yang dianugerahkan Allah kepada Rasulnya. 

Orang-Orang yang Punya Penyakit Hati
Ramadan

Orang-Orang yang Punya Penyakit Hati

"APAKAH orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?" demikian dikatakan dalam QS Al-Muhammad Ayat (29). Pembahasan tafsir Al-Mishbah diawali dengan ayat yang berbicara mengenai orang-orang kafir yang memusuhi Islam.

Allah Perintahkan Seimbang dan Tidak Zalim (2)
Ramadan

Allah Perintahkan Seimbang dan Tidak Zalim (2)

JADI klaim saya ada nabi-nabi sebelumnya saya, ada kitab suci sebelum saya. Bukan saya seorang diri yang berkata ada yang menjadi saksi yang menyaksikan ada yang sebelumnya yang seperti ini.

Jin Mendengarkan Alquran
Ramadan

Jin Mendengarkan Alquran

PEMBAHASAN QS Al-Ahkaf dilanjutkan kembali pada episode Tafsir Al-Mishbah diawali dengan pembahasan ayat ke-29. "Renungkanlah dan ingat-ingatlah ketika suatu masa kami mengarahkan kepadamu sekelompok jin untuk mendengarkan Alquran."

Alquran Rahmat untuk Semua Makhluk (1)
Ramadan

Alquran Rahmat untuk Semua Makhluk (1)

KALI ini kita akan membahas tentang petunjuk yang diberikan Allah swt. Kita mengawalinya dengan ayat yang menjelaskan kitab suci dan mata hati. Ada orang melek mata kepalanya tapi buta mata hatinya ada juga sebaiknya. Untuk itu semua sekaligus dia (Alquran) adalah rahmat. Untuk siapa itu semua? Untuk yang memanfaatkannya yakni orang-orang yang yakin.
Ada beberapa yang ingin saya terangkan tentang petunjuk. Petunjuk ada bermacam-macam semua dari Allah swt. Ada petunjuk naluri, pancaindra, akal, dan ada petunjuk hati. Petunjuk hati bisa berbentuk ajaran agama. 

Mensyukuri Anugerah Allah
Ramadan

Mensyukuri Anugerah Allah

PEMBAHASAN Surah Al Jasiyah akan kita lanjutkan. Sebelumnya, sudah ditekankan bahwa Allah memberikan anugerah yang tak terhingga kepada manusia.  Surah Al Jasiyah yang akan kita bahas akan memerinci anugerah yang dikaruniakan kepada manusia. Pada ayat ke-12 dikatakan, "Tidakkah kalian perhatikan, wahai manusia, bahwa Allah Yang Maha Esa lagi Mahakuasa-lah yang telah menundukkan laut, yakni memudahkannya untuk kemaslahatan kamu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya membawa kamu dan barang-barang keperluanmu hingga ke tempat tujuan dengan izin dan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, yang berupa hasil laut, seperti ikan dan hasil laut lainnya, dan juga agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang di anugerahkan-Nya itu." 

Tanda-Tanda Kebesaran Allah
Ramadan

Tanda-Tanda Kebesaran Allah

"KITAB ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" demikian bunyi awal ayat QS Al-Jaatsiyah. Surah ini menjelaskan mengenai tanda-tanda Keesaan Allah yang bisa ditemukan di langit dan bumi.

Azab bagi yang Meragukan Petunjuk Allah
Ramadan

Azab bagi yang Meragukan Petunjuk Allah

"SESUNGGUHNYA kami menurunkannya pada malam yang penuh berkat. Kami turunkan untuk memberi peringatan." Demikian disebutkan dalam Ayat (1—3) surah Ad Dukhan bahwa Allah melalui malaikat menurunkan Alquran pada malam yang penuh berkat untuk memberi peringatan. Malam Lailatulkadar, malam turunnya Alquran ialah malam yang diberkahi dengan penuh kebaikan.

Rahmat dan Siksa Allah
Ramadan

Rahmat dan Siksa Allah

SURAH Az-Zukhruf dari Ayat (23) menjelaskan tentang orang yang mengikuti kebiasaan nenek moyangnya. Dapat juga diartikan orang-orang yang tidak mau memercayai kalimat tauhid dari Nabi Ibrahim as. Namun, mereka (orang-orang itu) memercayai sihir, mereka menganggap peringatan yang diberikan para nabi sebagai sihir.

Nikmat dan Peringatan Allah
Ramadan

Nikmat dan Peringatan Allah


TAFSIR al Misbah episode 2 membahas Surah Az-Zukhruf Ayat 11—20. Ayat 11 berbicara tentang nikmat Allah menciptakan bumi dan sebagainya. 
Dan Dia juga yang menurunkan dari langit air (hujan) dengan kadar tertentu. Allah sebar luaskan air itu untuk menghidupkan negeri yang mati (kawasan yang gersang).
"Dia yang menurunkan air dari langit menurut kadar lalu Kami hidupkan air itu di negeri yang mati seperti itulah kamu akan dikeluarkan dari dalam kubur.”
Dalam ayat tersebut, dikatakan ada Dia yang mengacu pada Allah yang tanpa bantuan manusia mengatur turunnya hujan, lalu ada Kami yang berarti diperlukan keterlibatan manusia untuk menyebarkan tumbuhan. Selain itu, juga dalam ayat ini dikatakan manusia akan dihidupkan kembali dari dalam kubur seperti benih yang ada di bawah tanah.