Surpluslistrik

Surplus 26%, PLN Jamin Pasokan Listrik Sepanjang Idulfitri
Lampung

Surplus 26%, PLN Jamin Pasokan Listrik Sepanjang Idulfitri

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung menjamin kondisi kelistrikan di Bumi Ruwa Jurai itu tersedia dengan baik sepanjang masa Idulfitri Juni mendatang. Hal itu didukung dengan meningkatnya cadangan daya menjadi 26% atau 207MW.

Surplus Listrik Memacu Pertumbuhan
Tajuk Lampung Post

Surplus Listrik Memacu Pertumbuhan

KELISTRIKAN merupakan persoalan penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun lebih primer lagi untuk dunia industri. Tanpa suplai energi listrik memadai, gerak pelaku industri dipastikan tersendat atau bahkan mandek.
Karena itu pula ketersediaan listrik menjadi salah satu pertimbangan utama pelaku ekonomi dalam berinvestasi. Kelistrikan tidak lagi hanya perkara penerangan, namun jauh lebih penting lagi ia faktor utama pertumbuhan ekonomi.
Karena itulah, kita menyambut baik kelistrikan di Lampung diprediksi mengalami surplus 5% hingga akhir 2017. Surplus listrik ini diharapkan bisa menekan inflasi dan meningkatkan perekonomian rakyat hingga memacu pertumbuhan ekonomi Lampung.
PT PLN (Persero) Distribusi Lampung memprediksi kenaikan surplus listrik di Bumi Ruwa Jurai akan meningkat setiap tahun. Pada 2018 surplus akan mencapai angka 10%—15% atau bahkan bisa mencapai 20%. Pada 2019 kemungkinan bisa mencapai 30%—35%. 
Efek berantai ketersediaan listrik sangat besar bagi perekonomian Lampung. Jika terus menerus surplus daya, minat investor berinvestasi makin besar pula. Pasalnya, adanya cadangan daya membuat industri manufaktur makin produktif.
Energi listrik sangat diperlukan industri manufaktur yang banyak tersebar di kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Ketersediaan listrik juga menekan inflasi dan meningkatkan perekonomian rakyat skala mikro hingga sektor pariwisata.
Kita tentu sepakat PLN harus meningkatkan kinerja apalagi ditopang adanya surplus daya listrik sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
Selama ini pelayanan PLN selalu menjadi sorotan publik hingga dinilai kurang memuaskan. Pemadaman terjadi setiap hari dengan intensitas tinggi. Akibatnya, masyarakat dan pengusaha mengalami kerugian dan jumlahnya tentu tidak sedikit. 
Perusahan berpelat merah itu harus mampu menjaga seluruh pembangkit berfungsi optimal. Sekaligus meminimalisasi terjadinya padam lisrik atau byarpet baik yang disebabkan gangguan jaringan maupun kemungkinan defisit listrik.
Surplus daya harus benar-benar membuat Lampung tidak hanya dapat terang benderang tetapi juga kian melesat pertumbuhan ekonominya yang pada akhirnya tentu akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. n