Rekayasa

Dishub Evaluasi Andalalin Underpass Unila  
Lampung

Dishub Evaluasi Andalalin Underpass Unila  

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung akan mengevaluasi kembali mengenai analisis dampak lalu lintas (andalalin) pada underpass Jalan ZA Pagaralam, simpang Unila Bandar Lampung.  

Dishub Bandar Lampung Jelaskan  Rekayasa Lalu Lintas Underpass Unila
Lampung

Dishub Bandar Lampung Jelaskan Rekayasa Lalu Lintas Underpass Unila

BANDAR LAMPUNG (Lampost)-- Proses pengerjaan jalan bawah tanah (underpass) yang berada di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, depan jalan arah masuk Universitas Lampung (Unila) dan Museum Lampung, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung hampir selesai.  Pemkot Bandar Lampung berencana untuk lakukan peresmian Underpass pertama itu pada saat malam pergantian tahun tanggal 31 Desember 2018 mendatang. Persemian akan dilakukan oleh Wali Kota Herman HN.

Bumi Jadi Lebih Panas, Rekayasa Iklim Berisiko!
Buras

Bumi Jadi Lebih Panas, Rekayasa Iklim Berisiko!

FENOMENA peningkatan suhu permukaan bumi yang intens dan ekstrem saat ini akan terjadi selama empat tahun ke depan. Florian Sevellec dan tim peneliti dari National Center of Scientific Research (Inggris) melaporkan hasil penelitian metode PROCAST (PRObabilistic foreCAST), dipetik Independent UK, Rabu (15/8).

Satlantas Belum Tahu Soal Rencana Rekayasa Lalin  di Depan MBK
Lampung

Satlantas Belum Tahu Soal Rencana Rekayasa Lalin  di Depan MBK

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Kompol S. Band Mega belum mengetahui adanya rencana rekayasa lalu lintas yang diminta Wali Kota Bandar Lampung Herman HN di bawah flyover MBK, khususnya pintu keluar.
Sidak tersebut dilakukan dengan cara menelusuri penyebab terjadinya kemacetan yang ada dibawah flyover MBK pada Minggu (24/6/2018) yang lalu dan ditemukan kemacetan di pintu keluar MBK.
"Saya belum dapat informasi resmi dari Pemkot, atau pihak terkait seperti Dinas PU, dan Dinas Perhubungan, dan rekayasa lalu lintas memang harus berkoordinasi dengan kita, nanti kita tunggu info resminya," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (28/6/2018).
Namun sebelumnya memang Pihak Satlantas Polresta Bandar Lampung bersama Ditlantas Polda Lampung, dan jajaran Pemkot pernah melakukan survei terpadu beberapa bulan yang lalu, di sejumlah trouble spot yang ada di kota Tapis Berseri, dan salah satunya arus lalin flyover MBK.
"Malah sudah ada rekomendasinya, cuma belum ada realisasinya," kata mantan Kasatreskrim Polres Mesuji itu.
Hasil survei tersebut potensi macet ada di pintu keluar MBK, dikarenakan ada dua U-turn baik yang mengarah ke Utara Jalan ZA Pagar Alam, dan juga mengarah ke arah kota.
"Jadi enggak boleh ada yang keluar dari MBK menuju ZA Pagar Alam langsung muter di U-turn depan, harus belok kiri dulu ke arah kota, belok di U-turn terdekat," katanya.
Selain itu, agar pengendara tidak melanggar makanya pembatas di U-turn tersebut harus dipermanenkan, atau dibuat dalam bentuk trototar, agar pengendara tidak melanggar. Saat ini, di U-turn tersebut hanya dipasangi tali, pembatas portable, dan block beton.

Pengerjaan Underpass Unila Diperkirakan Makan Waktu 8 Bulan
Lampung

Pengerjaan Underpass Unila Diperkirakan Makan Waktu 8 Bulan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pelaksana proyek underpass Unila yakni PT Sang Bima Ratu, melakukan sosialisasi rekayasa lalu lintas, dan jalur alternatif, terkait pengerjaan proyek underpass Unila.
Sebanyak 500 brosur alternatif jalur dibagikan ke pengemudi yang melintas di jalan ZA Pagar Alam, Jumat (13/4/2018), untuk menghindari pengerjaan underpass sepanjang 320 meter itu.
Rosidin Ketua Pelaksana Lapangan PT Sang Bima Ratu selaku perusahaan pengerjaan proyek mengatakan, underpass Unila diperkirakan akan selesai pada akhir 2018, atau sekitar 8 bulan."Ya masyarakat diminta bersabar, karena ada pengerjaan, dan diharapkan mengikuti imbauan jalur alternatif, dan rekayasa lalu lintas yang telah dibuat," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (13/4/2018).
Rosidin memperkirakan pengerjaan utama yakni pengeboran jalan ZA Pagar Alam, di depan lahan RSP Unila, akan dilakukan pada Minggu (15/4/2018). Selain itu, rekayasa lalu lintas juga sudah mulai dilakukan perlahan, dan masyarakat juga diajak lebih awal untuk mengikuti alternatif, seusai dengan brosus yang disebarkan.Terkait jalan alternatif yang bisa digunakan dan sosialisasikan, Rosidin menuturkan dari Tanjung Karang ke Natar untuk menggunakan jalan Untung Suropati  lalu masuk ke Jalan Soekarno Hatta Bypass."Nanti dari jalan Untung masuk jalan Bumi Manting Raya, atau bisa juga dari Abdul Muis dari SMA 2 Mei, dari Pramuka atau Rajabasa ke Karang bisa melalui ke Bypass kemudian memasuki Untung atau dari Pramuka masuk jalan Indrabangsawan lalu masuk ke kapten Abdul Haq, katanya.
Rute alternatif ini diberlakukan selama 24 jam tanpa ada jam tertentu. Dan juga selebaran ini hanya solusi supaya penmgendara jalan bisa menghindari kemacetan di sekitar pembangunan underpass.
Sementara Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Kompol S. Nanda Mega menuturkan, rekayasa lalu lintas sudah mulai diberlakukan secara perlahan, namun efektifnya akan dilakukan jika pengerjaan berat, dan bongkar muat material sudah dilaksanakan."Ya tadi pihak pengerjaan sudah bagi Selebaran," ungkapnya
Disinggung apakah imbauan untuk mengalihkan kendaraan ke By Pass akan berpotensi meningkatkan Lakalantas, apalagi siang ini (13/5/2018) Umi Yanti, guru SMAN 13 Bandar Lampung meninggal terlindas truk,  Nanda memastikan hanya kendaraan roda empat yang dihimbau melewati jalur arteri tersebut.
"Khususnya mobil besar, truk, kita minta lewat By Pass, dan roda empat. Roda dua masih bisa lewat dengan rute rekayasa yang sudah dibuat," katanya.
By Pass sendiri, akan dipertebal pengaturan lalu lintas, dan juga razia rutin, menghindari pengendara roda empat dan roda dua, yang ugal-ugalan."By Pass kita pertebal, seminggu dua kali juga razia di sana," kata Nanda.