Potensi

Pemprov - KKP Rancang Terobosan Potensi Perikanan Lampung
Lampung

Pemprov - KKP Rancang Terobosan Potensi Perikanan Lampung

Bandar Lampung (Lampost.co): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menggagas sejumlah terobosan penting pengembangan potensi perikanan Lampung dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan Dan Perikanan Sjarief Widjaja, di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Jumat, 27 September 2019.

Pemkab Lampura Gali Potensi Ekonomi Kreatif di Desa
Lampung

Pemkab Lampura Gali Potensi Ekonomi Kreatif di Desa

KOTABUMI (Lampost.co) -- Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Dinka UMKMP), Lampung Utara, mendorong penggalian potensi desa di wilayah.

Parosil Paparkan Potensi Lambar kepada Menko Perekonomian
Lampung

Parosil Paparkan Potensi Lambar kepada Menko Perekonomian

LIWA (Lampost.co)--Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengembangan vokasi SMK yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Jumat (7/12/2018). Rakor itu berlangsung di ruang rapat Mahakam Lt III Jakarta Pusat. Dimana bupati Lambar merupakan satu-satunya bupati yang di undang untuk menyampaikan programnya.

Pisang Cavendish Menjadi Produk Unggulan Desa Batu Nangkop
Lampung

Pisang Cavendish Menjadi Produk Unggulan Desa Batu Nangkop

SUNGKAI TENGAH (Lampost.co)--Merujuk potensi komoditas di wilayah, pisang cavendish akan dikembangkan dan di dorong menjadi salah satu produk unggulan di Desa Batu Nangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara. 

Tersimpan Berjuta Potensi di Desa Kalpataru  
Feature

Tersimpan Berjuta Potensi di Desa Kalpataru  

KOTABUMI (Lampost) -- Meski letaknya jauh dari pusat Ibu Kota Kabupaten Lampung Utara, namun eksotika yang ada di Desa Gununggijul, Kecamatan Abung Tengah menyimpan berjuta potensi. Bilamana dikelola dengan baik akan memberikan dampak, tidak hanya bagi daerah melainkan juga masyarakatnya.

Kabupaten Pesisir Barat Raih 6 Penghargaan di Lampung Fair
Lampung

Kabupaten Pesisir Barat Raih 6 Penghargaan di Lampung Fair

KRUI (Lampost.co) -- Meski merupakan kabupaten termuda di provinsi Lampung, namun Pesisir Barat telah menorehkan prestasi yang cukup menambah harum nama wilayah itu.  Yakni pada Lampung Fair 2018, dari tanggal 12-27 oktober, di  Way halim Bandar Lampung, Kabupaten Pesisir Barat mendapat enam penghargaan.

Pemkab Pesisir Barat Terus Promosikan Potensinya
Lampung

Pemkab Pesisir Barat Terus Promosikan Potensinya

KRUI (Lampost.co) -- Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal terus mempromosikan potensi kabupaten itu dalam berbagai kesempatan dan event yang ada. Hal itu juga diiringi dengan upaya pemkab Pesisir Barat melakukan percepatan pembangunan di semua bidang yang menjadi prioritas, dalam rangka upaya mewujudkan masyarakat pesisir barat yang madani mandiri dan sejahtera. 

Bincang-bincang Cokelat Kupas Keungguan Potensi Kakao RI
Ekonomi dan Bisnis

Bincang-bincang Cokelat Kupas Keungguan Potensi Kakao RI

JAKARTA (Lampost.co)--PT Mondelez Indonesia menggelar diskusi bertajuk Bincang-Bincang Cokelat di Jakarta, Kamis (2/8/2018). Dengan menghadirkan pembicaraFadly Rahman Food Historian, Andi Sitti Asmayanti, Director of Cocoa Life for Southeast Asia Mondelz International, dan Sachin Prasad, President Director Mondel?z Indonesia.
Dalam diskusi terungkap industri cokelat di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Saat ini, cokelat merupakan kategori camilan terfavorit urutan ke-empat setelah kategori pastry, biskuit, dan permen dengan pangsa pasar hingga 776 juta USD (sekitar Rp11,2 triliun). 
Menjanjikannya peluang industri cokelat terlihat dari penetrasi konsumsi cokelat di Indonesia yang masih berkisar di angka 78% (dibanding dengan kategori camilan lain seperti biskuit yang telah mencapai 90%).
Sachin Prasad, President Director Mondelez Indonesia menjelaskan bahwa potensi pada industri cokelat utamanya berada pada masih rendahnya tingkat konsumsi cokelat di Indonesia, yaitu sekitar 0.5 kg per orang per tahun.
Untuk meningkatkan konsumsi, Mondelez Indonesia berupaya membuat cokelat menjadi lebih terjangkau dan menarik untuk masyarakat, salah satunya dengan menciptakan inovasi dan momen-momen keceriaan baru untuk memakan cokelat.
“Semakin berkembangnya kelas menengah muda yang terbuka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru saat ngemil, membuat peluang industri ini semakin terbuka lebar," katanya.
Mondelez terus berkomitmen untuk mengembangkan kategori cokelat di Indonesia dengan menghadirkan produk cokelat berkualitas tinggi dengan citarasa cokelat asli yang lembut untuk memuaskan konsumen, melalui produk seperti Cadbury Dairy Milk.
Menilik ke masa lampau, cokelat memiliki sejarah yang panjang di Indonesia. Bahan baku cokelat, atau lebih dikenal dengan nama kakao, pertama kali dibawa ke Indonesia pada tahun 1560, namun saat itu kakao belum menjadi komoditas utama. 
Kakao mulai terkenal di tahun 1880 saat perkebunan kakao terbentuk di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Industri kakao mengalami perkembangan pesat di tahun 1938, dengan 29 perkebunan di Jawa, yang semakin mendorong pengembangan industri makanan yang berbahan dasar cokelat," terang Fadly Rahman, Food Historian.
Meski awalnya identik dengan gaya hidup bangsawan Eropa, seiring maraknya industri cokelat di awal abad 20, cokelat menjadi lebih populer sebagai pilihan ngemil masyarakat Indonesia.
Saat ini, perjalanan cokelat di Indonesia tak lepas dari beragam tantangan. 
Andi Sitti Asmayanti, Cocoa Life Director for Southeast Asia, Mondelez International menjelaskan  meskipun Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia, pertanian kakao masih menghadapi berbagai tantangan, diantaranya karena pertanian kakao yang masih dilakukan secara tradisional, sehingga produktivitasnya pun rendah, sehingga ketertarikan petani untuk membudidayakan kakao pun rendah.

Potensi Pariwisata Lampung Butuh Dukungan Anggaran
Pariwisata

Potensi Pariwisata Lampung Butuh Dukungan Anggaran

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Provinsi Lampung memiliki potensi pariwisata yang melimpah di setiap daerahnya baik potensi alam maupun adat budayanya. Namun, kayanya destinasi wisata itu tidak diiringi dengan anggaran yang mendukung untuk menggali potensinya.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiharto. Menurutnya, objek wisata Lampung memiliki potensi yang sangat luar biasa. Namun, besarnya kondisi tersebut masih belum dikelola secara optimal diperparag dengan  minimnya anggaran operasional organisasi perangkat daerah yang dipimpinnya.