Perselisihan

Ungkap Kericuhan di Lampung Tengah, Polda Fokus Lebih Dulu Obati Saksi dan Terduga
Lampung

Ungkap Kericuhan di Lampung Tengah, Polda Fokus Lebih Dulu Obati Saksi dan Terduga

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung juga menurunkan satu tim berjumlah 10 orang untuk membantu pengamanan, usai keributan yang terjadi di Bumiratu Nuban, Lampung Tengah.

Keributan di Lamteng Masih Didalami, Polda Lampung Fokus Berjaga
Lampung

Keributan di Lamteng Masih Didalami, Polda Lampung Fokus Berjaga

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polda Lampung masih fokus melakukan penjagaan dan pengamanan usai keributan yang menewaskan Alwi (35) warga Dusun I Kampung Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, dan dua orang lain yakni Kardi (50) dan Dion (25), warga Dusun Kebagusan, Wates, Lampung Tengah, pada Senin (3/9/2018).

Polisi Amankan Lokasi Keributan di Lamteng, Cegah Perang Kampung
Lampung

Polisi Amankan Lokasi Keributan di Lamteng, Cegah Perang Kampung

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Personel gabungan dari Polres Lampung Tengah bersama Polsek Gunungsugih dan Koramil setempat dikerahkan untuk mengamankan situasi di Bumiratu Nuban. Hal ini menyusul terjadinya perselisihan antara sejumlah warga yang menyebabkan satu ruko dan bengkel terbakar dan satu korban tewas.

Diduga Dampak Perselisihan, Ruko dan Bengkel di Lamteng Ludes Terbakar
Lampung

Diduga Dampak Perselisihan, Ruko dan Bengkel di Lamteng Ludes Terbakar

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Sebuah rumah dan toko sekaligus bengkel tambal ban di Bumiratu Nuban, Lampung Tengah terbakar, Senin (3/9/2018). Hal itu diduga merupakan kelanjutan dari perselisihan sejumlah orang yang mengakibatkan korban luka-luka dan meninggal dunia.

Berebut Zonasi Tangkap Antarnelayan, Dinas Perikanan Lamsel Memediasi 
Lampung

Berebut Zonasi Tangkap Antarnelayan, Dinas Perikanan Lamsel Memediasi 

KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan memediasi perselisihan yang terjadi antara nelayan lingkungan Air Panas, Kecamatan Kalianda dengan nelayan Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Selasa (17/7/2018), di Aula Pertemuan Kantor Koperasi Mina Dermaga, PPI Dermaga Bom Kalianda.
Berdasarkan pemantauan Lampost.co, mediasi itu dilakukan untuk bermusyawarah mencapai mufakat, agar perselisihan antarnelayan dari dua wilayah kecamatan tersebut tidak berkepanjangan yang dapat menimbulkan pertikaian diantara kedua belah pihak.
Dalam mediasi terungkap, perselisian antar sesama  nelayan itu dipicu setelah adanya pelarangan yang dilakukan oleh sejumlah nelayan Desa Banding, Kecamatan Rajabasa terhadap nelayan Air Panas, Kalianda yang melakukan penangkapan ikan diwilayah laut Desa Banding.
Tampak kedua belah pihak yang berselisih sama-sama menunjukkan ego-nya masing-masing. 
"Mengapa nelayan Desa Banding melakukan pelarangan, karena nelayan Way Panas, Kalianda melakukan penangkapan ikan dilokasi destinasi wisata Banding Resort yang selama ini kami jaga kelestariannya,"ujar Suwandi, perwakilan nelayan Desa Banding.
Suwandi mengatakan dalam melakukan penangkapan ikan, nelayan Kalianda menggunakan mesin Genset dengan penerangan lampu yang melebihi batas wajar. Sementara, nelayan Desa Banding hanya mengandalkan penerangan dari lampu senter yang dipasang di kepala nelayan.
"Ya sudah pasti kalah terang dan hasil tangkapan ikan juga pasti nelayan Kalianda yang banyak dapatnya, sementara nelayan Banding akan berkurang hasil tangkapannya. Sebenarnya kami tidak melarang. Artinya, siapun boleh saja mencari ikan dilaut Banding, tapi tolong dong hargai nelayan Banding yang hanya mengandalkan penerangan lampu senter,"katanya.
Sementara itu, Arifin perwakilan nelayan Air Panas, Kalianda menyampaikan, selama ini nelayan Air Panas yang melakukan penangkapan ikan di laut Banding tidak mengetahui adanya lokasi yang dijadikan sebagai Destinasi Wisata Banding Resort. Sebab, selain tidak adanya tanda larangan, di lokasi itu juga ramai nelayan yang melakukan penangkapan ikan.
"Bagaimana kami tahu kalau lokasi itu terdapat pelestarian wisata bawah laut. Karena tidak ada tandanya. Jangankan tanda pelampung berukuran besar, seukuran jari saja memang tidak ada yang dipasang. Selain itu, di lokasi itupun memang terdapat banyak nelayan yang melakukan penangkapan ikan,"katanya.