Pasar

Pembangunan Pasar Purbolinggo Telan Dana Rp1,9 Miliar
Lampung

Pembangunan Pasar Purbolinggo Telan Dana Rp1,9 Miliar

SUKADANA (Lampost.co) -- Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari mengatakan pembangunan atau revitalisasi pasar Kecamatan Purbolinggo menelan dana mencapai Rp1,9 miliar.

Desember, Pembangunan Pasar SMEP Harus Beres
Lampung

Desember, Pembangunan Pasar SMEP Harus Beres

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) --   DPRD Bandar Lampung, meminta  progres pembangunan pasar SMEP dapat terealisasi sesuai dengan jadwal, tepatnya pada akhir Desember 2019.

Pembangunan Pasar Pulungkencana Tubaba Ditargetkan Selesai Sesuai Kontrak
Lampung

Pembangunan Pasar Pulungkencana Tubaba Ditargetkan Selesai Sesuai Kontrak

PANARAGAN (Lampost.co) -- Guna memastikan pelaksanaan pembangunan pasar tepat waktu, Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Rabu (14/8/2019) turun ke lokasi Pasar Pulungkencana, untuk melihat dari dekat progres pembangunan pasar diharapkan selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, juga akan menjadi salah satu bangunan yang memiliki daya tarik bagi masyarakat karena desainnya yang unik.

Progres Pembangunan Pasar SMEP Sudah 12 Persen 
Lampung

Progres Pembangunan Pasar SMEP Sudah 12 Persen 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Progres pelaksanaan pembangunan pasar SMEP yang merupakan salah satu pasar tradisional di Kota Bandar Lampung telah berjalan. Dan sampai saat ini untuk progres fisiknya telah tercapai 12 persen. 
 
Hal itu dikatakan langsung oleh, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, saat ditemui dilingkungan Pemkot setempat, Senin (29/7/2019). "Progresnya bagus, spesifik. Pembangunan pasar SMEP sudah diatas 12 persen," ujar Iwan. 
 
Pihaknya menerangkan saat ini proses pengerjaan fisiknya sedang masuk ditahap pengecoran pemasangan tiang bangunan pasar. "Setelah itu pemasangan dinding dan membuat lantai berikutnya," jelasnya. 
 
Iwan menjelaskan untuk pembangunan pasar SMEP itu seluruhnya murni memakai anggaran APBD Kota Bandar Lampung tahun 2019, senilai Rp20 miliar. "Pasar SMEP memakai dana APBD Kota Bandar Lampung tahun 2019, tidak ada dana bantuan dari Pemerintah Pusat," ujarnya. 
 
Selama pengerjaan bangunan pasar, tidak terdapat kendala. Baik dari proses pengerjaan maupun administrasinya. "Sampai sekarang tidak ada kendala. Belum ada kendala," kata Iwan. 
 
Pembangunan pun semakin dipercepat, para pekerja diinstruksikan untuk mengerjakan siang dan malam nonstop. "Malam kita pasang lampu sorot suapaya mereka bisa kerja, inj diterapkan bener siang malam," lanjutnya. 
 

Los Pasar Nyaris Ambruk, Desa Bumidaya Akan Merelokasi Sejumlah Pedagang
Lampung

Los Pasar Nyaris Ambruk, Desa Bumidaya Akan Merelokasi Sejumlah Pedagang

KALIANDA (Lampost.co)--Pemerintah Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, berencana akan merelokasi sejumlah pedagang yang ada di Pasar Tradisional Desa setempat. Hal ini menyusul tidak layaknya bangunan los pasar yang nyaris ambruk. 
Pjs Kepala Desa Bumidaya, Septa Oksal Gunawan mengaku jika kondisi beberapa los ukuran kecil sudah tidak layak dan nyaris ambruk. Untuk itu, ia berencana akan memindahkan beberapa pedagang ke los pasar yang masih kokoh.
"Untuk sementara, para pedagang yang berjualan di los pasar yang tidak layak akan kami relokasi ke los lainnya. Karena masih banyak los pasar yang kosong. Jelas ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Dia, Kamis (25/7/2019).
Menurutnya, rencana relokasi pedagang itu akan dimusyawarahkan terlebih dahulu bersama para pedagangnya langsung pada Sabtu (27/7/2019) mendatang. Setelah itu, barulah adanya pemindahan lokasi mereka berjualan. 
"Kalau pembangunannya kami belum tahu kapan pelaksanaannya. Karena saat ini belum ada anggaran pembangunan pasar, baik dari PAD maupun dana lainnya. Untuk itu, kami kumpulkan dulu para pedagang guna mencari solusi yang terbaik," kata dia. 
Menurut Septa, pihaknya masih terkendala manajemen pengelolaan pasar tersebut. Sebab, hingga saat ini masih banyak pedagang yang belum melunasi sewa los pasar yang mereka tempati. 
"Ya, ini masalahnya. Para pedagang ini banyak yang belum bayar sewa tempat. Tentu hal ini akan kami bahas juga bersama pedagang. PAD dari pasar ini belum terkumpul semua," kata dia. 
Sebelumnya, Sejumlah los pasar tradisional Desa Bumidaya kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, los pasar yang dibangun sejak puluhan tahun itu nyaris ambruk lantaran tidak pernah mendapatkan renovasi. 
Berdasarkan pantauan Lampost.co, setiap tiang kayu los pasar tersebut alami kemiringan dan kayu sudah lapuk. Hingga kini Pemerintah Desa setempat belum memperbaiki aset desa setempat. Padahal, setiap pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar tradisional Desa Bumidaya itu dikenakan biaya sewa tempat. 
Adapun biaya yang diminta oleh desa melalui pengurus pasar bervariasi, seperti Los Gedung bagian depan seharga Rp1 juta, los gedung belakang Rp700 ribu dan los ukuran kecil berkisar Rp200 ribu - Rp400 ribu. Sedangkan, Pasar Tradisional itu memiliki los gedung sekitar 72 unit dan los kecil selitar 72 unit. Sehingga, asumsinya
Seperti yang diungkapkan, Karyati, salah satu pedagang di Pasar Tradisional itu mengaku prihatin dengan kondisi los pasar ukuran kecil nyaris ambruk. Bukan hanya itu, bagian atap juga banyak alami bocor tanpa ada perawatan. 
"Ya, kalau para pedagang disini mau gimana lagi. Pasar ini kan punya desa. Yang saya khawatirnya kalau los pasar itu tiba-tiba roboh saat pasar itu dibuka. Jelas, bahaya keselelamatan bagi para pedagang," kata dia. 
Dia mengaku jika ada kerusakan kecil seperti plafon rusak atau bocor, maka para pedagang terpaksa memperbaiki sendiri. Sebab, selama ini ia mengaku tidak perawatan baik dari pengelola maupun desa. 

Los Pasar Tradisional Desa Bumidaya Memprihatinkan
Lampung

Los Pasar Tradisional Desa Bumidaya Memprihatinkan

KALIANDA (Lampost.co)-- Sejumlah los pasar tradisional Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, los pasar yang dibangun sejak puluhan tahun itu nyaris ambruk lantaran tidak pernah mendapatkan renovasi. 

Pengerjaan Bangunan Pasar SMEP Diberlakukan Sistem Lembur
Lampung

Pengerjaan Bangunan Pasar SMEP Diberlakukan Sistem Lembur

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, menerangkan bahwa saat ini proses pelaksanaan pembangunan fisik pasar SMEP telah tercapai sekitar 6 persen. 
 
"Sampai saat masih terus berjalan," kata Kepala Dinas PU Bandar Lampung Iwan Gunawan, pekan lalu. 
 
Menurutnya, saat ini proses pelaksanaan fisik masuk pada tahap pemasangan beton tiang pondasi. Meskipun dalam beberapa bulan ini sempat terkendala oleh faktor cuaca. 
 
"Dalam pembangunan fisik kendala kita hanya hujan. Dan saat ini meskipun musim kemarau sering terjadi hujan, selebihnya proses pelaksanaan masih sesuai dengan jadwal," jelasnya. 
 
Pihaknya optimis bahwa pembangunan pasar SMEP dapat selesai sesuai dengan jadwal. Dimana seluruh pekerjaan ditahun 2019 ini akan berakhir pertanggal 31 Desember 2019. 
 
"Antisipasi kita agar pelaksanaan sesuai jadwal akan diberlakukan sistem lembur, sehingga pelaksanaan akan lebih cepat," ujarnya. 
 
Proses pembangunan pasar ini telah masuk ditahap pengeboran pondasi bore pile. Selain itu juga pihak PT. Asmi Hidayat menyiapkan tower crane, agar proses pelaksanaan lebih cepat. 
 
"Biar mobilitas pengangkutan lebih cepat ketimbang pakai tenaga manusia, terutama anyaman kolom pondasi dan anyaman bore pile," kata Muhammad Zen Kontraktor PT. Asmi Hidayat sebagai pelaksana pembangunan pasar SMEP. 
 

Nanang Prihatin Kondisi Pasar Tradisional Desa Palasjaya
Lampung

Nanang Prihatin Kondisi Pasar Tradisional Desa Palasjaya

KALIANDA (Lampost.co)--Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto prihatin dengan kondisi pasar tradisional di Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Pasalnya, pasar yang digelar setiap Jum'at itu dinilai tidak tertata dengan baik. 

Stok dan Harga Bahan Pokok Kembali Normal 
Lampung

Stok dan Harga Bahan Pokok Kembali Normal 

KALIANDA (Lampost.co)-- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagind) Kabupaten Lampung Selatan memastikan stok dan harga barang kebutuhan masyarakat (sembako) pascalebaran akan kembali normal dalam pekan ini. 
 
Hal ini diungkapkan Kepala Disdagind Lampung Selatan Qorinilwan, Senin (11/6/2019), ketika ditemui di Kantor Bupati Lamsel. 
 
Menurut Qorinilawan pada awal-awal pasca lebaran baik harga dan stok sejumlah barang kebutuhan sempat mahal dan langka. Sebab, para pedagang masih pada mudik Hari Raya Idulfitri 1440 Hujriah.
 
"Mudah-mudahan Rabu (12/6/2019) ini sudah kembali normal baik untuk ketersedian barang maupun harga," ujar dia. 
 
Qorinilwan, menyatakan pihaknya pun secara rutin akan melakukan pemantauan harga dan ketersedian barang kebutuhan. Dimana, dalam setiap pekan dilakukan pemantauan paling tidak 3 dalam seminggu. 
 
"Sejauh ini masih cukup. Kalau terdapat harga naik mencapai 10  persen dari harga eceran tertinggi (HET) masih hal yang wajar. Tapi, kalau naiknya harga barang cukup tinggi. Maka, kita akan gelar operasi pasar," katanya. 
 
Dia menambahkan ada beberapa barang di beberapa titik pasar yang sedikit berbeda misalnya harga bawang antara pasar Natar, Sidomulyo, Kalianda dan Bakauheni bervariasi ada yang lebih mahal Rp1.000-Rp2.000. 
 
"Mungkin logikanya ke biaya operasional atau ongkos angkut barang dan itu masih terbilang wajar," tambahnya. 
 

Satpol PP Lampura Amankan 17 ASN di Pasar saat Jam Kerja
Lampung

Satpol PP Lampura Amankan 17 ASN di Pasar saat Jam Kerja

KOTABUMI (Lampost.co)-- Sebanyak 17 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Lampung Utara terjaring razia Satpol PP Lampuda bersama tim gabungan TNI-Polri di Pasar Dekon Kotabumi, Rabu (15/5/2019). 
 
Mereka yang terjaring razia diketahui sedang berada di pasar yang sempat tenar era 80-an itu di Lampung. Menurut Kasat Pol-PP Lampura Pirmansyah razia tersebut dilakukan atas aspirasi masyarakat. Sebab, ditenggarai banyak diantar ASN tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya karena sibuk berbelanja dipasar. 
 
"Ya cukup yang kita temui disini, karena sebagian mengaku sebagai guru dan saat ini bulan Ramadan sehingga pulang lebih awal. Tapi kita bukan permasalahkan itu, akan tetapi baju dikenakan masih pakaian ASN. Itu yang cukup kita sayangkan, tetapi sebagian masih ada juga yang betugas," kata dia. 
 
 

Tiga Kios di Pasar Kampung Serupa Indah Pakuanratu Terbakar
Lampung

Tiga Kios di Pasar Kampung Serupa Indah Pakuanratu Terbakar

WAY KANAN (Lampost.co)-- Sebanyak tiga kios di Pasar Kampung Serupa Indah, Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Way Kanan ludes terbakar, Jumat (3/5/2019) sekitar pukul 23.15 wib.

Pemkot Tunggu Penyerahan Aset Pasar Perumnas Way Halim 
Lampung

Pemkot Tunggu Penyerahan Aset Pasar Perumnas Way Halim 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sampai dengan saat ini masih menunggu penyerahan aset dari Pemerintah Pusat ke Pemkot setempat, mengenai keberadaan pasar sebagai area perdagangan yang berada di Perumahan Nasional (Perumnas) Way Halim Bandar Lampung. 
  
Hal itu dikatakan oleh Asisten II Pemkot Bandar Lampung Pola Pardede yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung. 
 
Ia menjelaskan, bahwa untuk pembangunan pasar yang berada di Way Halim tersebut dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga perlu untuk adanya penyerahan aset dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kota atau Daerah. 
 
“Sampai saat ini masih proses penyerahan aset dari pusat ke pemkot. Itu yang masih kita tunggu, maka dari itu para pedagang disana belum dapat kita tarik biaya sewa sebab itu masih menjadi aset pemerintah pusat,” ujarnya beberapa waktu lalu. 
  
Menurutnya pengajuan untuk menjadikan pasar yang saat ini menjadi area perdagangan itu telah diajukan Pemkot Bandar Lampung ke Kementerian Perdagangan sejak tahun lalu. 
 
“Sudah dari tahun lalu pengajuan itu kita sampaikan ke Kementerian, dan hasil pengajuan itulah yang sampai saat ini belum turun,” jelasnya.  
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, bahwa para pedagang yang berada di Perumnas Way Halim Bandar Lampung sampai saat ini belum pernah ditarik biaya sewa. Biaya sewa pedagang tersebut dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bandar Lampung.  
 

Badri Tamam Lantik Direksi PD Kebersihan dan PD Pasar 
Lampung

Badri Tamam Lantik Direksi PD Kebersihan dan PD Pasar 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sekretaris Kota (Sekkot) Bandar Lampung Badri Tamam melantik direksi perusahaan daerah (PD) kebersihan dan PD pasar di ruang asisten Pemkot, Jumat (15/2/2019). 

Jembatan Pasar Inpres Kalianda Diperkirakan Selesai Dua Bulan
Lampung

Jembatan Pasar Inpres Kalianda Diperkirakan Selesai Dua Bulan

KALIANDA (Lampost.co)--Jembatan Pasar Inpres Kalianda diperkirakan selesai dalam waktu dua bulan. Pasalnya, kini sudah mulai dilakukan pengecoran pada bagian kaki jembatan sedalam 10 meter hingga badan jalan protokol Raden Intan Kalianda tersebut. Pengawaspekerjaan konstruksi jembatan Pasar Inpres Kalianda, Sarimun, mengatakan jika hujan tidak turun terus-menerus, pekerjaan jembatan Pasar Inpres tersebut dapat selesai dalam waktu dua bulan.

LAMPOST TV: Pembangunan Pasar, Pedagang Lama Berharap Diprioritaskan
Lampost TV

LAMPOST TV: Pembangunan Pasar, Pedagang Lama Berharap Diprioritaskan

PANARAGAN (Lampost.co)--Ratusan pedagang di penampungan sementara Pasar Pulungkencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), berharap Pemkab dapat merealisasikan janjinya untuk memprioritaskan pedagang lama mendapatkan kios dan lapak di pasar yang baru.

Kejari Tuba Kawal Pembangunan Pasar Pulungkencana
Lampung

Kejari Tuba Kawal Pembangunan Pasar Pulungkencana

PANARAGAN (Lampost.co)--Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulangbawang  ikut mengawal proses pembangunan Pasar Pulungkencana hingga diresmikan. 

Pembangunan Pasar Modern Pulungkencana Dimulai Besok
Lampung

Pembangunan Pasar Modern Pulungkencana Dimulai Besok

PANARAGAN (Lampost.co)--Asisten II Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Syakieb Arsalan, menyatakan pada Kamis (17/1) dini hari, akan dilaksanakan ground breaking (peletakan batu pertama)  pembangunan Pasar Modern Pulungkencana di Tiyuh Pulungkencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Sejumlah Pedagang di Bawah Ramayana Mengaku Was-was
Lampung

Sejumlah Pedagang di Bawah Ramayana Mengaku Was-was

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejumlah pedagang yang menggelar lapaknya di bawah bangunan Ramayana mengaku was-was, lantaran kondisi bangunan sudah lama dan kerap bergetar saat ada kendaraan melintas.

Rampung Direvitalisasi, Pasar Wonokarto Diresmikan
Lampung

Rampung Direvitalisasi, Pasar Wonokarto Diresmikan

SUKADANA (Lampost.co)--Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim meresmikan pasar Desa Wonokarto, Kecamatan Sekampung, Senin (7/1/2019).