Muda

Generasi Milenial Jadi  Agen Pencegahan Hoax   
Humaniora

Generasi Milenial Jadi  Agen Pencegahan Hoax   

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Generasi millenial harus menjadi agen pencegahan informasi bohong atau hoax di era digital. 
  
Ketua DPD Mahasiswa Pancasila Provinsi Lampung, Sugirin Tjastoni mengatakan pihaknya menggelar bincang milenial dengan tujuan agar para generasi muda paham bahaya hoax sehingga perlu dilakukan pencegahan. 
 
Ia mengatakan anak muda harus paham mengenai literasi di era digital supaya bisa melakukan croscek sebagai dasar informasi valid, teruji secara fakta dan secara ilmiah. Ia sarankan, anak muda juga jangan sembarangan share berita yang belum tentu kebenarannya. 
 
"Kita mengajak anak milenial mendaji agen pencegahan hoax. Pilah-pilah dalam memilih literasi digital," katanya dalam Bincang Milenial dengan tema Literasi Digital Bagi Generasi Millenial Menuju Indonesia Anti Hoax di Dunkin Donuts, Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (21/2/2019). 
 
Selanjutnya, Ia mengajak milenial untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran agar mampu menyaring derasnya arus hoax di media sosial dan TV streaming. 

Manfaatkan Teknologi Informasi ke Arah Positif
Muda

Manfaatkan Teknologi Informasi ke Arah Positif

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Perkembangan zaman terus bergerak, teknologi informasi pun semakin maju dan menjadi kebutuhan setiap orang. Pada era Revolusi Industri 4.0 ini pun semua pihak harus mampu berkarya, berinovasi, berkompetisi, dan berkolaborasi ke arah pembangunan yang positif serta optimisme.

Yang Muda yang Berkarya
Weekend

Yang Muda yang Berkarya

YANG muda yang berkarya, sepenggal kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan peran sekumpulan pemuda yang tergabung di Komunitas Jendela Lampung dan Jalan-Jalan Edukasi (JJE) yang fokus pada dunia anak.

Ini Tips Sukses Berwirausaha Dari Sandiaga Uno
Lampung

Ini Tips Sukses Berwirausaha Dari Sandiaga Uno

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sandiaga Uno menjelaskan generasi milenial setiap tahunnya berganti pekerjaan hingga lima dalam setahun dan lebih dari 1 juta mahasiswa yang lulus menganggur. Ditengah sulitnya mencari pekerjaan kini, membangun usaha mandiri merupakan solusi terbaik, sehingga membuka lapangan pekerjaan.

Saatnya Petani Muda Tampil
Muda

Saatnya Petani Muda Tampil

ORANG bilang tanah kita tanah surga

Buah Manis dari Hobi Menulis
Weekend

Buah Manis dari Hobi Menulis

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Menyalurkan bakat atau hobi jika digeluti dengan serius pasti akan membuahkan hasil yang manis. Seperti para Sahabat Muda penghobi menulis asal SMA Arraihan Bandar Lampung, yang belum lama ini berhasil menerbitkan buku kumpulan cerpen berjudul Bianglala.

Semangat Membantu Anak Pinggiran
Muda

Semangat Membantu Anak Pinggiran

HEY! Sobat muda tentu sudah tahu, 23 Juli lalu baru saja diperingati Hari Anak Nasional. Tahun ini, Hari Anak Nasional mengusung tema Anak Indonesia anak genius.

Menyambut Juara Dunia
Muda

Menyambut Juara Dunia

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Euforia perhelatan Piala Dunia yang digelar sejak Juni makin terasa menjelang laga final yang menentukan. Semarak menyambut juara baru sepak bola dunia itu terus menggeliat di kalangan sahabat muda. Agenda menonton bareng (nobar) laga final yang akan digelar pada Minggu (15/7), jadi agenda wajib yang dinanti.

Kecanduan K-Pop Bisa Menjadi Hal Positif
Muda

Kecanduan K-Pop Bisa Menjadi Hal Positif

BUAT kalian para penggemar musik K-pop, sudah deh jangan sedih, kalau masih ada orang-orang yang bilang kalian alay alias lebay. Ternyata, kecanduan K-pop juga bisa mendatangkan hal-hal positif, selama kita bisa memanajemen diri, dan waktu untuk menikmati aksi para bintang yang diidolakan. Berikut adalah beberapa hal positif yang bisa digali lewat kecanduan K-pop.

Sampaikan Kebaikan lewat Film
Muda

Sampaikan Kebaikan lewat Film

DAKWAH atau menyampaikan kebaikan ternyata enggak cuma bisa dilakukan melalui mimbar dakwah loh, Guys. Banyak anak-anak muda yang kreatif menuangkan ide dakwahnya, lewat sebuah film.

Ratusan Pecinta Skateboard Rayakan Go Skateboarding Day
Muda

Ratusan Pecinta Skateboard Rayakan Go Skateboarding Day

BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Ratusan pecinta skateboard di Lampung hari ini merayakan hari go skateboarding atau perayaan hari skateboard sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 Juni. Kali ini kegiatan tersebut dipusatkan di Taman Gajah Enggal, Bandar Lampung.

Bersiap Menyambut Lebaran
Muda

Bersiap Menyambut Lebaran

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tak  terasa Ramadan hampir berakhir ya, Guys, Idulfitri pun makin mendekat. Berbagai persiapan menjelang Lebaran sudah mulai dilakukan umat muslim, tidak terkecuali di kalangan sahabat muda.

Kreatif Yuk! Jangan Cuma Eksis
Muda

Kreatif Yuk! Jangan Cuma Eksis

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dunia media sosial memang tidak pernah ada habisnya untuk diikuti ya, Guys. Kecenderungan gaya anak-anak muda zaman now yang selalu ingin tampil eksis dan kekinian menjadi pendorongnya.

Ngabuburit Asyik dan Bermanfaat
Muda

Ngabuburit Asyik dan Bermanfaat

BULAN Ramadan selalu identik dengan kegiatan ngabuburit. Kegiatan yang berasal dari istilah bahasa Sunda yang artinya menunggu sore itu, selalu dinanti terutama oleh kawula muda saat Ramadan tiba.

Saatnya Merancang Konten Media Sosialmu
Muda

Saatnya Merancang Konten Media Sosialmu

SUDAH bukan hal baru lagi ya, Guys, kalau media sosial menjadi alat yang ampuh untuk mempromosikan segala hal. Enggak hanya aneka makanan hingga tempat pariwisata yang sudah ada, surga-surga tersembunyi di setiap daerah juga bisa mendadak terkenal dan didatangi banyak orang, tidak lama setelah dipromosikan lewat medsos.

Serunya Berorganisasi
Weekend

Serunya Berorganisasi

SAHABAT muda, di sekolah maupun di perguruan tinggi, kalian pasti punya ekstrakurikuler (ekskul) atau unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang paling kalian sukai bukan? Menurut kalian, penting enggak si ikut UKM atau ekskul itu. Ekskul apa si favorit kamu?

Pilih Angkutan Umum atau Kendaraan Pribadi
Muda

Pilih Angkutan Umum atau Kendaraan Pribadi

HALO Sahabat Muda! Rutinitas seperti berangkat ke sekolah, pergi ke kampus, dan lainnya menuntut ketepatan waktu. Namun pernahkah kalian mengalami situasi dikejar-kejar waktu yang makin siang dan tidak mendapatkan kendaraan karena angkutan umum yang tidak kunjung tiba.
Kemudian mengemudikan kendaraan sendiri dan terjebak kemacetan yang cukup panjang di jalanan. Menggunakan kendaraan pribadi maupun umum pada intinya adalah perkara datang dan pulang tepat waktu. Lantas, kalian lebih suka naik kendara umum atau pribadi?
Sahabat Muda Jelita Dini mengaku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Menurutnya, jika memilih kendaraan pribadi, sebagai pemilik kendaraan bebas untuk mengatur, kapan harus datang dan pulang, sehingga waktunya lebih efektif dan fleksibel. Selain itu, menggunakan kendaraan pribadi lebih cepat sampai ke tempat tujuan tanpa harus menunggu antrean. 
"Lebih suka naik kendaraan pribadi, cepat sampai, enggak ngetem. Sebab naik kendaraan umum yang bikin males nunggunya yang sering membuat terlambat. Harus menunggu penumpang penuh baru jalan," kata perempuan berambut pendek itu.
Namun dalam beberapa kesempatan, Jelita lebih memilih menggunakan kendaraan umum, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Misalnya, ketika melakukan perjalanan antarkota maupun kabupaten. Menurutnya, menggunakan kendaraan umum lebih murah dan nyaman serta dapat beristirahat di bus, kereta, dan lain-lain. 
"Kalau jalan jauh, enaknya naik kendaraan umum dong, lebih murah, dan nyaman." 
Irit
Hal senada diungkapkan oleh Resy Mulya Yulitasari. Dia mengaku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan ongkos lebih irit dan lebih nyaman. Menurut Resy, saat mencari arah jalan, seperti putar arah juga melalui jalur alternatif, kendaraan pribadi dan umum berbeda. Kendaraan umum harus melewati jalan yang telah ditentukan.
"Apalagi kalau buru-buru, sudah terlambat, menggunakan kendaraan umum lebih lama lagi," ujar mahasiswi yang tengah menyelesaikan tugas akhir kuliah itu.
Meski demikian, Resy menyadari pada dasarnya kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan. Oleh sebab itu, dia berharap agar Lampung segera memiliki fasilitas kendaraan umum yang layak dan memadai sehingga pengguna jalan lebih memilih menggunakan kendaraan umum.
"Kalau sekarang males, panas, ngetem. Kalau ada kendaraan umum yang cepat dan nyaman kami pasti lebih memilih menggunakan kendaraan umum. Murah, nyaman, dan aman," kata dia. 
 

Tahun Baru, Semangat Gres!
Weekend

Tahun Baru, Semangat Gres!

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Halo, guys! Tahun Baru 2018 sudah di depan mata. Tentu banyak rencana yang ingin segera diwujudkan. Melanjutkan impian yang sempat tertunda di tahun sebelumnya. Tahun Baru, target, dan resolusi yang baru juga tentunya, apa pun harapan dan keinginan kalian, tentu saja harus lebih baik dari tahun sebelumnya, bukan? Apa saja ya resolusi kamu di Tahun Baru ini?
Sahabat Muda, Thio Haikal Anugrah, yang kini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum di Universitas Lampung (Unila) mengungkapkan salah satu resolusinya di Tahun Baru adalah perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di fakultasnya. Misalnya, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan seperti gedung, ruang kuliah, laboratorium, dan sebagainya. Menurut dia, fasilitas pendukung yang disebutkan itu sangat memengaruhi kualitas pendidikan, terlebih Unila sebagai perguruan tinggi negeri harus bisa menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain.
"Misalnya AC masih banyak yang mati dan masih banyak sarana lain yang kurang mendukung. Tahun 2018 nanti harapannya semoga lebih baik," ujarnya di gedung Fakultas Hukum Unila beberapa hari lalu.
Thio melanjutkan pada 2018 akan semakin banyak beasiswa yang diberikan oleh perguruan tinggi maupun swasta, karena itu akan sangat membantu dan meringankan mahasiswa terutama bagi mahasiswa mampu. "Mahasiswa yang kuliah bukan semuanya orang kaya. Oleh karena itu kalau semakin banyak beasiswa, akan semakin banyak yang terbantu."
Senada diungkapkan oleh Anwar. Mahasiswa semester V itu berharap agar tahun depan judul skripsi yang diajukan bisa disetujui dosen agar dia segera menyelenggarakan seminar judul dan merampungkan kuliahnya serta berlanjut mencari dan menciptakan pekerjaannya sendiri.
Mahasiswa Jurusan Pidana itu berharap selain judul skripsi yang diajukan diterima, juga bisa mendapatkan nilai bagus sesuai yang diharapkan. Soal asmara, Anwar mengaku masih belum terlalu memikirkan dan masih fokus skripsi dan kuliah. "Belum dulu deh, masih fokus kuliah saja," katanya.
Terpisah, Laila Rosaline mengungkapkan harapan atau resolusi di Tahun Baru 2018 bisa mendapatkan nilai maksimal dan lebih baik lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Mahasiswi Institut Teknologi Sumatera (Itera) itu mengaku terus berbenah untuk mencapai harapan dan target yang sempat tertunda.
"Yang sudah pasti harus lebih baik lagi, belajar dari yang terjadi di 2016, introspeksi supaya bisa berubah menjadi lebih baik," ujar Lala, sapaan akrabnya.
Remaja yang menekuni bisnis usaha kue pai tersebut berharap usaha yang sudah dirintis selama ini semakin baik dan memiliki lebih banyak pelanggan pada 2018. "Kalau aku pribadi targetnya mau punya outlet sama bisa jalan-jalan ke luar negeri.” 

Ayo Manfaatkan Liburan
Weekend

Ayo Manfaatkan Liburan

BANDAR LAMPUNg (lampost.co) -- Halo, Guys! Sebentar lagi sahabat muda bakal libur panjang setelah hampir dua pekan berkutat dengan ujian. Liburan tentu saja menjadi hal paling ditunggu sahabat muda semuanya. Selain menyegarkan otak, momen liburan biasanya menjadi momen untuk berkumpul bareng keluarga maupun teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Lantas, apa rencana liburan kalian?
Siswa SMAN 1 Kotagajah, Annisa Rahmawati, punya cara sendiri untuk menghabiskan waktu liburan sekolah. Perempuan yang tinggal jauh dari orang tua alias indekos itu menyatakan libur sekolah menjadi momen paling menyenangkan untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan sebagainya.
"Pulang ke Lampung Timur yang pasti. Sebab sudah lama enggak pulang, namanya anak indekos, kalau liburan pasti pulang. Biasanya pulang cuma semalam, tetapi ini libur panjang jadi senang banget," ujar siswi kelas X itu.
Menurutnya, untuk mengisi liburan sekolah, Annisa juga sudah menyiapkan rencana liburan bersama keluarga di rumah. Salah satunya berkunjung ke rumah kakek dan nenek. "Rencananya pas malam Tahun Baru mau ada acara kumpul bareng keluarga besar."
Di sisi lain, siswi SMAN 9, Amoreta Amelia, memanfaatkan liburan ke Jakarta bersama dengan keluarga. Selain berkunjung ke rumah kerabat, Syifa juga mengunjungi beberapa destinasi di Jakarta, seperti Ancol, Taman anggrek, serta beberapa wisata belanja dan kuliner di sana.
"Baru ini juga liburan mau ke Jakarta. Kebetulan ada saudara jadi sekalian jalan-jalan," kata perempuan berambut panjang itu.
Menurut dia, hal paling menyenangkan saat liburan tiba adalah refreshing dan melupakan sejenak rutinitas sekolah. "Senang karena bisa refreshing," ujar Amoreta.
Hal senada diungkapkan oleh Syifa Santika. Siswi kelas X itu juga akan menghabiskan libur panjang ke Jakarta. Selain bersilaturahmi dengan keluarga, dia juga akan jalan-jalan menikmati pemandangan Ibu Kota di malam hari.
Selain ke Jakarta, momen liburan sekolah juga menjadi waktu yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman, di antaranya bermain, jalan-jalan, menonton, dan sebagainya. Oleh karena itu liburan sekolah menjadi momen paling ditunggu setiap siswa.
"Selain ke Jakarta, paling main sama teman. Sudah lama juga enggak main bareng. Selain itu ya isi liburan dengan keluarga, makan bareng, menonton dan lainnya," kata dia.
Sementara Faiz Ramhatullah mengisi liburan dengan mendaki gunung bersama teman-teman sekolah. Selain itu, liburan kali ini akan dimanfaatkan untuk belajar bersama teman- teman.
"Rencananya mau mendaki Pesawaran sama teman ekskul pencinta alam selama sehari semalam. Baru kali ini mau mendaki gunung. Jadi semangat saja pas liburan," ujarnya.

Pilih Ponsel Sesuai Kebutuhan
Weekend

Pilih Ponsel Sesuai Kebutuhan

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sahabat Muda, kecanggihan teknologi membuat produsen gawai seperti smartphone (ponsel pintar), tablet, atau laptop berlomba-lomba menghadirkan produk dengan spesifikasi mumpuni. Berbagai merek gawai pun beredar di pasar dengan harga bervariasi mulai dari yang murah di bawah Rp1 juta hingga puluhan juta.
Selain kebutuhan, benda satu ini menjadi salah satu teman yang tidak bisa dipisahkan. Hampir setiap saat gawai menjadi teman setia, baik sekadar chating atau browsing, juga untuk membantu penyelesaian tugas-tugas sekolah atau kuliah. Tidak heran jika sahabat Muda punya smartphone lebih dari satu atau gemar gonta-ganti smartphone dengan berbagai alasan. Sebenarnya apa sih yang dicari Sahabat Muda dalam memilih smartphone?
Menurut Sahabat Muda, Vina Sri Setiorini, banyak alasan untuk bisa ganti ponsel baru. Selain kebutuhan, ponsel yang usang, rusak, atau tidak mendukung pemenuhan kebutuhan tugas-tugas kuliah atau kerja sehingga mau tidak mau harus ganti ponsel.
Selain ponsel yang lama sudah jadul (zaman dulu) alias ketinggalan zaman, sekarang banyak ponsel lebih bagus dengan harga terjangkau. Berbagai kelebihan fitur dan aplikasi menjadi salah satu pertimbangan untuk memilih ponsel.
"Rata-rata ganti HP pasti ganti yang lebih bagus dan lebih canggih, yang harganya pun tidak terlalu mahal," kata mahasiswi Universitas Lampung itu.
Selain itu, di tengah padatnya tugas-tugas kuliah, ponsel yang menunjang sangat diperlukan untuk membantu mencari menyelesaikan pekerjaan kampus, seperti browsing dan sebagainya. "HP sangat membantu menyelesaikan tugas kuliah, di samping fungsi utamanya untuk komunikasi," ujarnya.
Sementara Nafila, mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Lampung, mengaku ganti ponsel disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau memang ponsel sebelumnya sudah tidak bisa mendukung, harus ganti baru. Sebab, ponsel saat ini menjadi kebutuhan bukan lagi sekadar gaya hidup.
"Tergantung kebutuhan. Kalau HP sebelumnya sudah rusak atau kurang support, lebih baik ganti baru. Tapi ada juga ganti karena tertarik dengan model dan kecanggihan HP terbaru," ujarnya.
Menurutnya, ganti ponsel baru atau beli seken sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan sehingga bisa memaksimalkan ponsel sesuai fungsinya.
"Ada juga ganti HP karena kurang canggih atau untuk penampilan, tapi sebaiknya kembalikan lagi ke fungsinya," kata dia.
Uswatun Sa'diah mengaku ganti ponsel karena ponsel sebelumnya hilang sehingga harus membeli yang baru. Pada saat ganti ponsel inilah dimanfaatkan untuk mencari model terbaru dengan fitur dan tipe yang berbeda dari sebelumnya.
"Waktu itu kan HP-nya sempat hilang, jadi pas beli baru sekalian cari yang terbaru. Kebetulan HP sebelumnya masih model lama," kata dia.