Kepemudaan

Anggota Paskibra Lambar Dapat Pembekalan Wawasan Kepemudaan
Humaniora

Anggota Paskibra Lambar Dapat Pembekalan Wawasan Kepemudaan

LIWA (Lampost.co)--Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Lampung Barat, Selasa (14/8/2018), memberikan pembekalan kepada anggota pasukan Pengibar Bendera Pusaka Lambar tahun 2018.

Ardito Pastikan AMPI Turut Serta Membangun Lampung
Lampung

Ardito Pastikan AMPI Turut Serta Membangun Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ardito Wijaya secara aklamasi terpilih sebagai ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Lampung periode 2017-2022 dalam musyawarah daerah (musda) VIII AMPI Lampung di Hotel Aston, Bandar Lampung, Kamis (26/10/2017).

Pengurus PMII Lampung Utara Dikukuhkan
Humaniora

Pengurus PMII Lampung Utara Dikukuhkan

KOTABUMI (Lampost.co)--Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung Utara Periode 2017-2018 dikukuhkan di Gedung Korpri Kotabumi, Jumat (29/09/2017).

Bupati Sujadi Buka Dialog Kebangsaan KNPI
Humaniora

Bupati Sujadi Buka Dialog Kebangsaan KNPI

PRINGSEWU (Lampost.co)--Bupati Pringsewu, Sujadi, membuka ‎dialog publik wawasan kebangsaan dan anti radikalisme ‎yang digelar ‎Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ‎Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pringsewu ‎ di Aula Pemkab setempat, Kamis (24/8/2017)‎.

Mengajak Hijaber Memiliki Bisnis Sendiri
Weekend

Mengajak Hijaber Memiliki Bisnis Sendiri

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia menjadi salah satu rujukan perkembangan bisnis fashion muslimah. Tidak heran jika bisnis busana muslim saat ini menjadi salah satu komoditas yang cukup menjanjikan.
Apalagi dengan modelnya yang terus diperbarui, busana muslim pun menjadi salah satu kebutuhan dan gaya hidup. Perkembangan busana muslim pun membuat masyarakat, terutama anak muda, banyak yang memilih menggeluti bisnis ini.
Sebagai salah satu wadah mengembangkan bisnis khususnya bagi muslimah, terbentuklah komunitas Hijab Preuner yang diinisiasi oleh Retno Putri. Menurutnya, Hijab Preneur merupakan wadah aspiratif kreatif dan produktif bagi hijaber di Lampung yang ingin mengembangkan atau yang akan memulai bisnis usaha tertentu.
Retno menguraikan komunitas yang telah terbentuk di 2017 itu, berawal dari keinginannya untuk menggeluti bisnis yang saat ini makin banyak peluang untuk dikembangkan
"Latar belakang awal terbentuknya komunitas ini karena saya sendiri ingin bergabung dengan komunitas bisnis, tetapi segan karena bisnis saya masih kecil sehingga jadi minder. Saya lihat peluang banyaknya hijabers yang memiliki bisnis, tetapi tidak ada wadah khusus yang mewadahi ini," ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung itu.
Menurut dia, dengan komunitas ini ia ingin mengubah pemikiran masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung, bahwa lulus kuliah atau sekolah dan mencari pekerjaan. Hal itu harus diubah, bagaimana agar bisa membuka peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan. Makin banyak masyarakat yang membuka usaha, akan makin banyak peluang pekerjaan, dan akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan dan memenuhi hajat hidup orang banyak.
"Saya ingin perempuan di Lampung menjadi perempuan yang mandiri dan sukses dalam mengembangkan bisnisnya, sehingga kita juga tidak bergantung pada orang lain," ujarnya.
Retno menambahkan sejak awal berdiri sampai sekarang, tercatat 123 anggota yang tergabung di komunitas ini. Untuk angkatan pertama, muslimah yang bergabung terdiri dari yang memiliki bisnis di berbagai bidang, seperti kuliner, fashion, kecantikan, dekorasi, travel, make up artist, dan desainer.
Melihat antusias dari para muslimah, dalam waktu dekat pihaknya mengadakan open rekrutmen setiap tiga bulan sekali.

IMM Lampura Siap Dukung Program Pembangunan Daerah
Humaniora

IMM Lampura Siap Dukung Program Pembangunan Daerah

KOTABUMI (Lampost.co)--Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammidyah Provinsi Lampung, Yusuf Billah, melantik kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Utara untuk priode 2017-2018 di aula Kampus STIH-M kotabumi, Rabu (26/7/2017).
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi pulbik mengusung tema "Melangkah bersama menuju Lampung Utara yang berkem ajuan."

AIMI Lampung Kampanye Pentingnya ASI Ekslusif
Weekend

AIMI Lampung Kampanye Pentingnya ASI Ekslusif

Lampost.co -- Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Sebagai organisasi yang concern menyosialisasi dan mengampanyekan pentingnya memberikan ASI ekslusif dan dilanjutkan hingga usia dua tahun. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Lampung memiliki kegiatan rutin, baik yang dilaksanakan secara mingguan, bulanan, maupun tahunan.
Ketua AIMI Lampung Upi Fitriyanti menguraikan sampai saat ini pihaknya terus berkampanye dan mendorong para ibu pekerja maupun di rumah untuk memberikan ASI ekslusif. Sebab, selain memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, juga makin mendekatkan atau bonding antara orang tua dan anak. Bahkan ASI merupakan hak anak sehingga orang tua berkewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.
"Ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari ASI, salah satunya sumber energi yang didapat dari ASI yang tidak ada di susu formula. Selain itu menyusui secara langsung akan meningkatkan bonding antara ibu dan anak," ujar Upi.
Manfaat lainnya yaitu ASI memiliki semua kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Oleh karena itu, bayi usia 0—6 bulan tidak perlu diberi makanan atau susu tambahan karena semua kebutuhan tubuh sudah terpenuhi oleh ASI.

KAHMI Diminta Ikut Berkontribusi dalam Pembangunan
Humaniora

KAHMI Diminta Ikut Berkontribusi dalam Pembangunan

LIWA (Lampost.co)--Korp Alumni Himpunan Mahaaiswa Islam (KAHMI) kabupaten Lampung Barat, menggelar diskusi rutin yang dikemas acara halal bihalal di rumah makan Gigin, Kecamatan Balikbukit, Rabu (19/7/2017) malam.

Berkarya Sambil Menyalurkan Hobi
Weekend

Berkarya Sambil Menyalurkan Hobi

Lampost.co -- Small is sexy disingkat SIS bukan sekadar kumpulan para pehobi miniatur mobil bus yang bisa membuat kita asyik. Jika digeluti dengan serius, kesenangan yang satu ini malah bisa menambah isi kocek.  Sesuai dengan namanya, SIS, komunitas ini menjadi salah satu wadah bagi penggemar miniatur bus dan truk di Indonesia.
Berawal dari obrolan santai antara M Arif Zafran, Susanto Tri Wibowo, dan Agus Ganesia, akhirnya mereka sepakat mendirikan komunitas SIS pada 15 November 2012 di Yogyakarta. Salah satu anggota SIS Lampung, Sandra Saputra, menceritakan banyak hal yang sering dilakukan oleh komunitas unik satu ini, di antaranya kopi darat SIS Jambore Nasional, pameran miniatur transportasi, dan bakti sosial.
"Untuk hasil karya, biasanya ada yang dikoleksi dan diperjualbelikan karena di komunitas kami ada perajin dan kolektor. Masyarakat juga selain bisa melihat komunitas, sekaligus bisa memiliki hasil karya kami," ujar Sandra, beberapa hari lalu.
Dia menjelaskan biasanya anggota SIS yang berprofesi sebagai perajin membuat hasil karyanya berupa bus dan truk dengan bahan yang biasa digunakan, seperti resin, akrilik, dan triplek. "Untuk membuat miniatur bus biasanya perajin bergantung pada pembelinya ingin memesan bus model seperti apa, akan kami buatkan karena setiap orang seleranya kan berbeda- beda," ujarnya.
Membuat miniatur bus agar hasilnya maksimal banyak faktor yang perlu diperhatikan, terutama tingkat kedetailannya, mulai dari bodi, interior, sampai kaki kaki/sasis. Dengan tingkat detailnya tersebut akan menghasilkan sebuah miniatur kendaraan yang benar-benar mirip dengan aslinya. Penikmatnya atau kolektornya sampai sekarang banyak. Kolektor miniatur bus ini mulai dari anak-anak usia belasan tahun hingga orang tua. Semua tingkatan ada.
Sampai saat ini cukup banyak anggota yang bergabung di komunitas SIS. Setiap anggota diberikan kebebasan untuk saling berkreativitas dan berinteraksi, tetapi diharapkan juga masih tetap dalam koridor demi kenyamanan bersama. Kreativitas tanpa batas, bukan beban dan kebersamaan itulah yang menjadi prinsip untuk menyatukan sesama anggota komunitas.
Selain bebas berekspresi, saling bertukar pengalaman serta informasi seputar teknik pembuatan dan lainnya. Biasanya, sesama anggota saling memberikan masukan, ide, dan gagasan demi kemajuan bersama. Bahkan tidak segan-segan jika ada salah satu anggota yang berbuat keliru mereka saling mengingatkan dan merangkul demi kesolidan bersama.
Meski demikian, dia mengkui bahwa masih banyak masyarakat yang memandang sebelah mata pecinta miniatur bus ini. Namun, tidak jarang pula yang memuji keahlian mereka dalam inovasi sebuah hasil karya yang cukup bagus. Pasalnya tidak semua orang mengerti seni dan menyukai kerumitan.
"Kadang mereka menganggap sepele seperti anak kecil, terus bus ko disenengi. Begitu mereka tahu berapa harga yang kami jual, mereka diam," ujarnya.
Selain itu, komunitas SIS di Lampung masih belum berkembang seperti kota-kota lainnya. Hal itu disebabkan oleh jauhnya jarak antarsesama anggota.
"Soalnya kami terkadang terhambat oleh jarak antarkabupaten yang cukup jauh. Itulah salah satu kendala terbesar kami."

Bikers Subuhan Ajak Warga Salat Berjemaah
Weekend

Bikers Subuhan Ajak Warga Salat Berjemaah

Lampost.co -- Salat berjemaah setiap subuh pada akhir pekan menjadi salah satu ciri khas anggota komunitas bikers satu ini. Bukan sekadar komunitas mencari kesenangan atau sekadar mencari teman dan pengalaman, Komunitas Bikers Subuhan memiliki tujuan mulia, yakni ingin kembali meramaikan masjid-masjid, terutama pada waktu subuh. Dengan mengendarai sepeda motor, anggota komunitas secara bersama-sama berangkat menuju masjid untuk salat subuh berjemaah.
Ketua Bikers Subuhan, Muhammad Diyalmi Rizani, menuturkan lewat para bikers ini, mereka ingin mengajak masyarakat Lampung untuk salat lima waktu yang diawali dengan salat subuh serta mengingatkan sesama pengguna motor bahwa kendaraan yang dikendarai sangat berisiko terhadap kecelakaan. "Untuk itu, selain berusaha untuk berkendara dengan selamat, kami juga harus bertawakal pada Allah Azzawajala," ujar Sani, sapaan Muhammad Diyani Rizani.
Komunitas yang terbentuk pada awal 2017 tersebut kurang lebih memiliki 22 motor dengan 24 jemaah. Seiring berjalanya waktu, kini jamaah Bikers Subuhan sudah berjumlah 400-an orang. "Tidak ada regulasi khusus untuk ikut jemaah bikers subuhan. Asalkan bersedia mengendarai motor (jenis dan merek apa saja), berhimpun di titik kumpul sebelum azan subuh. Setelah itu, gas bareng menuju masjid yang sudah disepakati," ujar Sani.
Dia menguraikan dengan terbentuknya komunitas ini, selain menambah persaudaraan dan mempererat silaturahmi, sekaligus mencari surga Allah dengan berharap hidayah-Nya. "Kami membuat pola interaksi yang mengutamakan ibadah. Saling mengingatkan akan ibadah. Saling menasihati dalam kebaikan dan saling mendokan," ujarnya.
Sejauh ini kegiatan Bikers Subuhan fokus mengadakan salat subuh berjemaah dilaksanakan setiap Sabtu subuh, dilanjutkan dengan taklim (majelis ilmu), muhasabah, dan di luar bulan Ramadan dilanjutkan dengan acara sarapan bersama. Sejak dua bulan terakhir, Bikers Subuhan membuat kegiatan sosial dengan membentuk tim cowok panggilan, yang siap dipanggil hari Sabtu dan Minggu untuk bersih-bersih masjid tanpa bayaran.
"Ke depan Bikers Subuhan akan tetap konsisten melaksanakan salat subuh berjemaah di masjid. Yang pasti, kami mensyiarkan ibadah salat wajib lima waktu di masjid bagi laki-laki dan menjadikan salat subuh berjemaah seramai salat jumat," kata dia.
Tidak hanya di Lampung, Bikers Subuhan juga akan mendukung jemaah bikers yang ada di luar Lampung, seperti Bengkulu, Serang, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Bandung untuk tetap istikamah sehingga tetap semangat untuk mengajak pengendara motor salat subuh bareng. "Dan, rencana pertengahan bulan Syawal ini kami akan tur religi ke Masjid Agung Banten dengan janji berkumpul dengan temen-temen Bikers Subuhan di Jawa," ujar Sani.
Ia berharap semua pengendara motor lainnya, khususnya di Bandar Lampung, untuk memulai salat subuh berjemaah di masjid. "Jika berkenan bergabung dalam Bikers Subuhan, kami siap menyambut dengan tangan terbuka dari mana pun kalian berasal, karena di Bikers Subuhan tak ada struktur dan kepangkatan. Semua sama, karena kita satu kiblat," kata dia.

Tidur 7 Jam 6 Menit Bisa Datangkan Kebahagiaan
Kesehatan

Tidur 7 Jam 6 Menit Bisa Datangkan Kebahagiaan

JAKARTA (Lampost.co)--Sebuah penelitian terbaru menunjukkan lama waktu tidur ideal agar seseorang dapat memperoleh kebahagiaan. Jawabannya, 7 jam 6 menit.

Survei yang dilakukan terhadap 2.000 peserta menunjukkan bahwa orang-orang yang mendapatkan jumlah tidur selama 7 jam 6 menit menilai diri mereka sangat bahagia. Sedangkan orang yang tidur kurang dari enam jam dan 48 menit, menandai diri mereka tidak memiliki kebahagiaan dalam hubungan dan juga mengalami kegelisahan.

Lampung Segalow Diskusi Politik Bareng Eep Saefulloh
Politik

Lampung Segalow Diskusi Politik Bareng Eep Saefulloh

BANDAR  LAMPUNG (Lampost.co)--Lampung Segalow sukses menggelar buka puasa bersama dan diskusi politik bertajuk Bagaimana Mengoperasikan Kreativitas dalam Kepemimpinan Politik dan Kebijakan Publik, di Pondok Rimbawan, Kamis (15/6/2017).

Karang Taruna Desa Pematangpasir Menggelar Pelatihan
Lampung

Karang Taruna Desa Pematangpasir Menggelar Pelatihan

KALIANDA (Lampost.co)--Karang Taruna Laskar Tri Tunggal Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menggelar pembinaan dan pelatihan ilmu kepemimpinan kepada pemuda desa setempat, Kamis (15/6/2017).

SAC Bukan Sekadar Salurkan Hobi
Weekend

SAC Bukan Sekadar Salurkan Hobi

BERGABUNG dengan sebuah komunitas ternyata memiliki banyak manfaat. Selain menambah banyak teman dan pengalaman, bergabung dengan klub atau komunitas bisa menjadikan seseorang bersolidaritas dan mengerti arti sebuah kesetiakawanan, tidak hanya berteman bahkan menjadi saudara. Salah satu hal yang positif yang bisa diambil dengan bergabung dengan komunitas adalah bisa sharing ilmu dan kekompakan.
Hal itu yang terjalin di komunitas skuter Vespa, yakni Scooter Adventure Club (SAC). Sebuah komunitas pencinta sepeda motor klasik yang telah berdiri sejak 10 Maret 2011 itu setidaknya saat ini sudah memiliki anggota sebanyak 35 orang yang aktif.
Berbeda dengan klub Vespa lainnya, SAC mengatasnamakan diri sebagai Vespa adventure, baik di jalanan maupun di gunung. Tidak heran, apabila banyak kegiatan yang dilakukan bersama dengan skuter dari Italia tersebut. "Dulu pendiri SAC merupakan pencinta adventure sehingga dinamakan Scooter Adventure. Itu yang menjadi ciri komunitas kami dibandingkan dengan komunitas lainnya," kata Ketua Demisioner SAC Zaky Echang, didampingi Tedy Handoko, di Sekretariat SAC, di Jalan Hanoman, Bandar Lampung.
Menurutnya, banyak kegiatan adventure yang mereka taklukkan, seperti Gunung Betung, pemancar, Gunung Gede Pangrango, hingga Gunung Semeru. "Ada kepuasan tersendiri bisa traveling sambil adventure. Setiap adventure kami biasanya juga bergabung dengan komunitas lain," ujarnya.
Bukan sekadar adventure dan traveling, SAC juga memiliki banyak program rutin yang dilakukan salah satunya kopi darat (kopdar) yang digelar setiap bulan di Hotel Parahiyangan. Selain kopdar, mereka juga berkeliling mengunjungi rumah anggota, yang bertujuan meningkatkan silaturahmi dan mempererat persaudaraan sesama anggota.
"Kami sudah seperti keluarga, hampir sesama anggota sudah kenal dengan keluarganya," kata Zaky.
Selain kegiatan rutin bulanan, komunitas yang didominasi oleh pria ini juga memiliki agenda tahunan seperti bakti sosial. Bahkan, dalam waktu dekat, tepatnya pada 17 Juni, mereka menggelar bakti sosial berupa pemberian bingkisan sekaligus buka bersama di Panti Asuhan Bussaina yang terletak di Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung.
"Bakti sosial kami rutin gelar setiap tahun. Kalau pas kebetulan enggak ada dana, kami mengadakan sahur on the road, membagikan makanan kepada orang-orang di pinggir jalan."
Kemudian, seperti tahun-tahun sebelumnya, SAC dan seluruh komunitas Vespa di Lampung menggelar takbir keliling Bandar Lampung pada malam Idulfitri. Setelah itu, di hari Lebaran mereka juga menggelar halalbihalal rutin setiap tahun. Rencananya, tahun ini mereka sekaligus akan mengadakan adventure ke Liwa, Lampung Barat.
Menurutnya, komunitas sebagai ajang menyalurkan hobi sekaligus mendatangkan rezeki tersendiri bagi mereka. Zaky mencontohkan setiap ada kesusahan sesama anggota tidak segan-segan mereka turun untuk membantu bahkan dengan komunitas lain sekalipun.
"Di komunitas ini tidak ada target, sekadar hobi dan banyak saudara di mana-mana," ujarnya.

Photography Lampung Bukan Sekadar Pecinta Foto
Weekend

Photography Lampung Bukan Sekadar Pecinta Foto

KEGEMARAN mengabadikan momen yang diimbangi dengan makin canggihnya teknologi kamera memicu terbentuknya sebuah komunitas fotografi sebagai wadah untuk sharing dan berbagi ilmu. Salah satu komunitas fotografi yang tetap eksis adalah Komunitas Photography Lampung.
Komunitas yang telah dibentuk sejak dua tahun lalu, tepatnya pada 26 Maret Agustus 2015, mengawali kegiatan Ramadan tahun ini dengan menggelar rangkaian acara untuk menambah semarak Ramadan yang akan digelar pada 11 Juni 2017 mendatang, salah satunya dengan hunting bareng dilanjutkan dengan buka puasa bersama, bakti sosial, dan ditutup dengan kegiatan sahur on the road dengan mengunjungi beberapa ruas jalan di Bandar Lampung.
Admin Komunitas Photography Lampung, Mustian Arisandi, mengungkapkan komunitas Photography Lampung terbentuk untuk menyatukan para pecinta fotografi di Lampung. Tidak sekadar hobi, mereka juga memberikan edukasi kepada anggota yang bergabung, bahkan komunitas yang didominasi pria ini juga memberikan edukasi kepada pelajar dalam bentuk seminar dan pelatihan bagi mereka yang hobi memfoto atau ingin belajar lebih jauh tentang foto.
“Dari pelatihan itu, kami berikan materi-materi dasar memfoto, seperti mengatur cahaya, blitz, dan cara pengambilan gambar,” ujar Mustian di Sekretariat Komunitas Photography Lampung, Jumat (2/6/2017).
Menurut dia, tidak ada kriteria khusus untuk bergabung dengan komunitas ini. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap anggota baru, salah satunya harus aktif di komunitas.
“Kalau bergabung dengan komunitas hanya ingin mengambil ilmu memfoto lebih baik kursus atau sekolah. Di komunitas Photography Lampung ini kami menekankan asas kekeluargaan, sehingga bukan hanya kuantitas anggota yang kami perbanyak, melainkan loyalitas anggota juga perlu,” kata Mustian, didampingi Bian Arya dan Nurahman Ramadhan.

Salah satu karya anggota komunitas Photography Lampung. Dok. Lampung Post
Dia melanjutkan selain kegiatan Ramadan, kegiatan rutin yang dilakukan oleh komunitas ini selain kopi darat yang dilaksanakan setiap Minggu, adalah melakukan hunting foto dengan mengunjungi beberapa objek dan spot foto di beberapa kabupaten, seperti Kalianda dan Pringsewu. Hasil karya foto tersebut rencananya di-publish dalam sebuah pameran. “Setiap hunting sekalian belajar, yang bisa mengajarkan yang belum bisa, jadi tidak ada istilah pelit ilmu.”
Dalam komunitas tersebut, kata dia, anggota tidak hanya diajarkan tentang bagaimana teknik mengambil gambar yang baik dan sesuai dengan passion (gairah)-nya masing-masing. Selain itu, mereka juga mengajarkan fotografi dan videografi, yaitu tata cara bagaimana mengambil gambar yang benar dan sinematik yang biasa dipakai untuk acara-acara dan prewedding.
Mustian menambahkan komunitas ini juga rutin mengadakan kegiatan, baik skala internal maupun eksternal. Dia menyebutkan dalam waktu dekat mereka membuat kegiatan dengan tema utama bridal dengan mengundang berbagai komunitas. Kegiatan tersebut rencananya sekaligus dalam rangka merayakan ulang tahun ketiga Komunitas Photography Lampung.
Bian Arya dan Nurahman Ramadhan mengaku tertarik bergabung dengan komunitas itu selain untuk menambah ilmu dan mengasah hobinya dalam memfoto di komunitas ini keduanya memiliki banyak teman di samping rasa kekeluargaan yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, setiap kegiatan yang dilakukan oleh komunitas itu, keduanya sebisa mungkin hadir dan mengikuti setiap event yang digelar oleh Komunitas Photography Lampung.
“Kami berdua termasuk baru bergabung dengan komunitas, sebelumnya belajar sendiri.”



 

Deklarasi Komunitas Sadar Kesehatan Lampung Ditandai Pengobatan Gratis
Weekend

Deklarasi Komunitas Sadar Kesehatan Lampung Ditandai Pengobatan Gratis

KOMUNITAS Sadar Kesehatan (KSK) Lampung menggelar kegiatan pengobatan gratis di Kelurahan Rajabasajaya, Bandar Lampung, Minggu (21/5). Kegiatan tersebut sekaligus deklarasi komunitas KSK yang diinisiasi oleh Zam Zanariah, selaku ketua KSK Lampung.
Agenda tersebut dihadiri oleh ratusan warga Bandar Lampung dan sekitarnya. Selain program pengobatan gratis, KSK juga menggelar penyuluhan hipertensi bersama dengan warga setempat. Kegiatan tersebut diharapkan kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan.
Zam mengungkapkan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung, yang menyangkut pemeliharaan kesehatan masyarakat dan keluarganya merupakan kewajiban Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, makin tingginya derajat kesehatan seseorang makin besar potensi pelayanan kesehatan yang dapat ditingkatkan.
“Namun, jika hanya mengandalkan pemerintah, tidak cukup untuk mewujudkan keluarga sehat. Membangun kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat merupakan peranan penting yang diharuskan. Untuk itu, Komunitas Sadar Kesehatan (KSK) Lampung hadir,” ujar Zam, yang berprofesi sebagai dokter.
Dia melanjutkan kini makin banyak masyarakat yang mengalami masalah kesehatan sejak usia dini. Hal ini dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat yang dilakukan secara turun-menurun, salah satunya disebabkan pengetahuan masyarakat yang minim mengenai pola hidup sehat.
Sebagai komunitas yang bergerak di bidang kesehatan, KSK Lampung siap berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan pemeliharaan kesehatan masyarakat Lampung. Ada tiga program unggulan yang akan dilaksanakan KSK Lampung, di antaranya health care, education care, dan environmental care.
Ketiga program unggulan tersebut nantinya diturunkan melalui berbagai kegiatan, antara lain pengobatan dan sunatan massal, seminar kesehatan, senam sehat, pembagian brosur dan buku saku kesehatan, pemilihan duta kesehatan lampung, penyuluhan kesehatan, operasi katarak, pemesanan kaki palsu, dan lain-lain yang melibatkan pemangku kepentingan terkait, baik masyarakat maupun pemerintah.
“Melalui komunitas ini diharapkan dapat membantu memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang pemeliharaan kesehatan yang bermula dengan membangun kesadaran masyarakat dan selalu melakukan pola hidup sehat,” kata dia.

PVR Bukan Sekadar Pencinta Vespa Biasa
Weekend

PVR Bukan Sekadar Pencinta Vespa Biasa

BANYAK hal positif yang bisa dilakukan bahkan ada pepatah yang mengatakan satu hal yang dapat kita lakukan untuk menggapai impian maupun menyalurkan minat dan bakat yang kita miliki, salah satunya bergabung dengan salah satu komunitas. Ya, bergabung dengan komunitas apa saja, selama itu memberi dampak positif kepada kita, kenapa tidak? Selain menambah ilmu dan wawasan, bergabung dengan salah satu komunitas mempermudah jaringan, banyak informasi yang bisa didapatkan dari sesama anggota komunitas.
Salah satu komunitas paling banyak pengikutnya adalah komunitas Vespa. Pencinta sepeda motor yang berasal dari Italia ini menjadi salah satu komunitas dengan penggemar paling banyak. Salah satu komunitas Vespa di Lampung adalah Paguyuban Vespa Rajawali (PVR) yang berkantor di Jalan dr Samratulangi, Bandar Lampung.
Komunitas yang telah berdiri sejak 1999 ini hingga sekarang masih tetap eksis menggelar berbagai kegiatan. Baru-baru ini komunitas pencinta motor antik ini menggelar kegiatan Kumpul Bareng Scooter Sumatera (KBBS) yang diselenggarakan di Pantai Puri Gading, yang dihadiri ratusan bahkan ribuan dari berbagai anggota komunitas Motor Vespa seluruh Indonesia.
Ketua PVR, Yayan Hidayat, mengatakan asal terbentuknya PVR berangkat dari sekumpulan orang yang memiliki kesamaan dengan sepeda motor Vespa. Menyadari pentingnya hal itu mereka memutuskan untuk membentuk sebuah klub PVR yang tetap eksis hingga saat ini.
“Kami mempunyai kesamaan dan satu hobi dari yang awalnya sekadar kumpul bareng, sampai akhirnya kami menyimpulkan membuat sebuah komunitas," ujar Yayan.
Menurutnya, komunitas PVR tidak terbentuk secara cepat. Butuh perjalanan panjang ketika para anggota beberapa kali rapat untuk menggarap satu angket, yakni AD/ART sebagai dasar kekuatan komunitas, sekaligus untuk melegalkan komunitas ke Ikatan motor Indonesia (IMI) dan Ikatan Vespa Indonesia (IVI). “AD/ART adalah dasar kekuatan, ketahanan, dan keutuhan klub. Sebab, kami patuh dengan aturan yang ada di dalamnya. Yang alhamdulillah sampai saat ini kami masih bertahan dan tertib anggota."
Sebagai komunitas yang tetap mengedepankan nilai-nilai sosial, banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh PVR, salah satunya dengan menggelar bakti sosial dengan mengunjungi pondok-pesantren, aksi donor darah oleh anggota PVR, serta kumpul bareng sesama anggota maupun kopdar yang rutin digelar setiap bulan oleh anggota PVR.
Menurut Yayan, banyak hal yang dibahas jika sedang berkumpul, mulai dari seputar kegiatan hingga program-program yang akan dilaksanakan. Lalu, tur ke beberapa daerah di Lampung, kemudian wingday yang melintasi jalan terjal bebatuan dan sungai.
Tidak hanya itu, PVR memiliki agenda event nasional yang rutin digelar setiap tiga tahun sekali bertema Country Road 12345. “Tahun 2018, kami akan mengadakan country road seri keenam dan genap PVR berusia 19 tahun," ujarnya.
Yayan menuturkan satu tahun pertama kegiatan country road untuk pertemuan keluarga besar PVR yang diikuti oleh anak, istri, dan anggota keluarga lainnya, dengan mengunjungi tempat-tempat pariwisata di Lampung, seperti Pasir Putih dan Mutun. “Tujuan dari rangkaian tersebut untuk menguji kesetiakawanan dan mempererat tali persaudaraan sesama anggota PVR agar tetap kompak dan solid,” katanya.

KAHMI Lampung Launching Website dan Garuda Institute
Lampung

KAHMI Lampung Launching Website dan Garuda Institute

BANDAR LAMPUNG -- Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung me-launching website www.kahmilampung.or.id dan lembaga otonom Garuda Institute dalam agenda Rapat Kerja Wilayah KAHMI Provinsi Lampung di Gedung Garuda Yaksa, Sukadanaham, Bandar Lampung, Sabtu (20/052017). Dalam rapat kerja wilayah yang mengangkat tema merajut asa menggapai cita.
Ketua Umum KAHMI Lampung Gunadi Ibrahim dalam sambutannya mengatakan rakerwil ini diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kepengurusan KAHMI Lampung yang besar harus mampu berperan aktif dalam membangun Lampung.
"Kita menerapkan semangat sedikit bicara banyak kerja. Dialog dan diskusi yang menghasilkan sejumlah rekomendasi dalam raker tidak akan berarti apa-apa jika tidak ditindaklanjuti dengan kerja-kerja nyata," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hermansyah menjelaskan dalam rakerwil ini Kahmi Provinsi Lampung juga mendengarkan laporan dan masukan dari perwakilan pengurus pimpinan majelis daerah se-Provinsi Lampung. Semua masukan itu menjadi catatan bagi program kerja KAHMI  Lampung ke depan.
"Kita mendengarkan pemaparan dari perwakilan KAHMI  daerah. Semua masukan dan saran terkait program kerja akan ditindaklanjuti tim perumus," katanya.
Senada dengannya, Ketua SC sekaligus Sekretaris KAHMI Provinsi Lampung, Yuli Effendi menjelaskan Rakerwil KAHMI Provinsi Lampung ini akan ditindaklanjuti dengan kerja nyata sebagaimana harapan dari seluruh alumni HMI di Lampung.
"Program jangka pendek adalah program satu tahunan, program jangka menengah adalah program dua setengah tahun, dan program jangka panjang akan dilaksanakan selama lima tahun atau satu periode kepengurusan," pungkasnya.
Sejumlah tokoh Lampung ikut hadir dalam Rakerwil KAHMI Lampung di antaranya Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Wakil Ketua DPRD Lampung Patimura, anggota DPRD Lampung Mirzalie, Nerozely Kunang, H. Garinca Reza Pahlevi, jurnalis senior Yusuf Yazid, akademisi Syarifuddin Basyar, Asrian Hendicaya, Fisman Bedi, Yusdiyanto serta alumni HMI dari berbagai profesi.