Kemenpora

Tiga Anak Buah Menpora Divonis 4 Tahun Penjara
Kriminal

Tiga Anak Buah Menpora Divonis 4 Tahun Penjara

JAKARTA (Lampost.co) -- Tiga mantan anak buah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjalani sidang putusan atas kasus suap alokasi dana hibah Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Sekjen KONI Guyur Uang Lebaran ke Staf Kemenpora
Nasional

Sekjen KONI Guyur Uang Lebaran ke Staf Kemenpora

JAKARTA (Lampost.co) -- Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Eko Triyanto mengaku mendapat uang Rp30 juta dari Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy. Uang untuk keperluan lebaran.

Kemenpora Berencana Cetak Pelatih Bersertifikasi Internasional
Olahraga

Kemenpora Berencana Cetak Pelatih Bersertifikasi Internasional

TARGET mencetak 1.000 tenaga kepelatihan yang tersertifikasi internasional terus dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

Atlet dan Non-ASN Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Lampung

Atlet dan Non-ASN Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

PEMALANG (Lampost.co) -- Jaminan sosial merupakan bentuk kehadiran Negara dalam memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia dalam menghadapi resiko sosial yang terjadi, termasuk atlet dan pegawai non-ASN. BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan penyelenggara jaminan sosial Ketenagakerjaan yang ditunjuk oleh Pemerintah, terus memberikan pelayanan terbaiknya melalui semangat layanan prima untuk memastikan seluruh peserta dan keluarga mendapatkan haknya atas resiko sosial yang terjadi.

KPK Perpanjang Penahanan  Tersangka Kasus Dana Hibah KONI 
Nasional

KPK Perpanjang Penahanan  Tersangka Kasus Dana Hibah KONI 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memperpanjang penahanan dari tiga tersangka dugaan suap terkait alokasi dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 
 
Ketiga tersangka yang diperpanjang masa tahanannya adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto. 
 
"Perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai 16 Februari 2019 sampai 17 Maret 2019 untuk 3 tersangka suap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (14/2/2019). 
 
Febri menjelaskan perpanjangan penahanan ini dilakukan dengan masih berjalannya proses penyidikan yang masih berjalan. Hal tersebut menurut Febri sesuai dengan kebutuhan penanganan perkara serta alasan objektif subjektif sehingga dilakukan perpanjangan penahanan. 
 
Selain melakukan perpanjangan penahanan, KPK hari ii juga memeriksa saksi untuk Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Internasional Kemenpora Ferry Hadju. Ferry akan diperiksa untuk tersangka Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH). 
 
"Penyidik mendalami peran saksi dalam proses persetujuan proposal bantuan dana dari pemerintah melalui kementerian Pemuda dan Olahraga kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) TA 2018," tutur Febri.

KPK Periksa Itjen Kemenpora
Nasional

KPK Periksa Itjen Kemenpora

JAKARTA (Lampost.co)--Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Olahraga (Kemenpora) Pangestu Adi W dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora untuk KONI.

KPK Pastikan Akan Panggil Menpora
Nasional

KPK Pastikan Akan Panggil Menpora

JAKARTA (Lampost.co)-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memanggil Menpora Imam Nahrawi mengklarifikasi kasus korupsi penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018. "Kalau pemeriksaannya pasti, pasti klarifikasi. Pasti diperiksa, itu pasti," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

KPK Minta Kemenpora Awasi Ketat Penyaluran Dana Hibah
Nasional

KPK Minta Kemenpora Awasi Ketat Penyaluran Dana Hibah

JAKARTA (Lampost.co)-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara serius melakukan pembenahan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyaluran dana hibah.
 
"Serta memperhatikan aspek akuntabilitas penggunaan dana bantuan dari pemerintah pada organisasi-organisasi terkait," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers di gedung KPK, di Jakarta, Rabu (19/12/2018) malam.
 
Hal tersebut dikatakannya terkait kasus korupsi penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) TA 2018.
 
"Jangan sampai alokasi dana hibah yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan prestasi olahraga lndonesia justru menjadi ruang bancakan karena lemahnya pengawasan dan mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang tidak akuntabel," ucap Saut.
 
KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu antara lain diduga sebagai pemberi, yaitu Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA). Sedangkan diduga sebagai penerima, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.

Kemenpora Kembalikan Cek Rp2 Miliar ke Pemuda Muhammadiyah
Nasional

Kemenpora Kembalikan Cek Rp2 Miliar ke Pemuda Muhammadiyah

JAKARTA (Lampost.co) -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memutuskan mengembalikan cek senilai Rp 2Miliar kepada PP Pemuda Muhammadiyah. Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto mengatakan, cek tersebut dikembalikan karena Kemenpora merasa tak memiliki kewenangan untuk menahan uang tersebut.