Hama

 <i>Ketika Petani Berjibaku Basmi Hama Tikus</i>
Feature

 Ketika Petani Berjibaku Basmi Hama Tikus

Kalianda (Lampost.co) -- Musim panen pada musim gaduh 2019 di Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mulai berakhir. Petani di desa itu pun kini mulai bersiap menghadapi musim rendengdengan melakukan gropyokan atau membasmi tikus yang menjadi hama.

Diserang Wereng dan Kekeringan, 42 Ha Tanaman Padi di Pringsewu Puso
Lampung

Diserang Wereng dan Kekeringan, 42 Ha Tanaman Padi di Pringsewu Puso

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Tanaman padi disejumlah wilayah di Kabupaten Pringsewu selain mengalami kekeringan juga mendapat serangan hama wereng cokelat.

Tikus dan Lembing Batu Serang Padi di Lamsel
Lampung

Tikus dan Lembing Batu Serang Padi di Lamsel

KALIANDA (Lampost.co) - - Belasan hektare tanaman padi di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, terserang hama tikus dan lembing batu.

Lalat Buah dan Lembing Batu Hantui Petani Jeruk di Lampura
Lampung

Lalat Buah dan Lembing Batu Hantui Petani Jeruk di Lampura

KOTABUMI (Lampost.co)--Memasuki panen raya, serangan hama lalat buah dan lembing batu yang menyebabkan rontoknya buah muda mengkhawatirkan petani jeruk di wilayah sentra penghasil jeruk Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Lampung Utara . 

BI Waspadai Serangan Wereng Ancam Pasokan Pangan
Ekonomi dan Bisnis

BI Waspadai Serangan Wereng Ancam Pasokan Pangan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Provinsi Lampung mencatatkan tren inflasi yang meningkat sebesar 0,76% pada Mei lalu. Peningkatan itu dipicu daru kenaikan harga kelompok bahan makanan khususnya holtikultura pada periode Ramadan lalu. Namun, gejolak harga itu patut perlu diwaspadai. Melihat adanya resiko gangguan pasokan akibat serangan hama dan wereng.

Mewabah Ulat Grayak di Bumidaya, Distan Lamsel Turun Tangan Lakukan Pengendalian
Lampung

Mewabah Ulat Grayak di Bumidaya, Distan Lamsel Turun Tangan Lakukan Pengendalian

KALIANDA (Lampost.co) -- Guna mengantisipasi meluasnya serangan hama ulat grayak, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Lampung Selatan, akan melakukan gerakan pengendalian serentak, Kamis (20/6/2019).

Serangan Hama Turunkan Hasil Produksi Padi di Baliagung 
Lampung

Serangan Hama Turunkan Hasil Produksi Padi di Baliagung 

KALIANDA (Lampost.co)--Hasil produksi padi selama panen musim rendeng 2019 di wilayah Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, merosot sekitar 20%, jika dibanding dengan musim panen sebelumnya.

Petani di Desa Bumidaya Keluhkan Serangan Hama Ulat Grayak 
Lampung

Petani di Desa Bumidaya Keluhkan Serangan Hama Ulat Grayak 

KALIANDA (Lampost.co)-- Sejumlah petani jagung di Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan banyaknya serangan hama ulat grayak. Akibatnya, tanaman jagung dengan umur berkisar 10-30 hari setelah tanam (HST) rusak. 
 
Berdasarakan informasi yang dihimpun Lampost.co, hama ulat yang menyerang tanaman jagung itu disebut ulat grayak. Dimana, ulat grayak itu menggerogoti daun tanaman jagung hingga berlubang yang membuat pertumbuhan jagung terganggu. 
 
Sarjono, petani jagung desa setempat mengatakan, hama ulat mulai menyerang dan merusak tanaman jagung sejak dua pekan yang lalu. Dimana, tanaman jagung itu rusak karena daun-daun dan batang yang masih muda digerogoti ulat grayak. 
 
"Sudah dua pekan ini hama ulat grayak mulai menyerang tanaman jagung. Padahal, tanaman jagung sebelumnya tumbuh dengan bagus, tapi sekarang ludes dimakan ulat daun," kata dia, Jumat (17/6/2019). 
 
Meski tidak menyebabkan kerugian yang begitu besar, kata Sarjono, serangan hama ulat grayak tersebut mengakibatkan pertumbuhan jagung tidak merata. Bahkan, ada petani terpaksa melakukan penanaman ulang.
 
"Untuk setengah hektar modal benih dan mengolah lahan paling tidak menelan biaya modal sebesar Rp2 juta. Dan sekarang harus tanam ulang lagi, kalau dibiarkan sudah diserang ulat pertumbuhan jagung jadi tidak normal lagi," katanya. 
 
Suyanto (41) petani lainnya menuturkan hama ulat itu biasanya wajar menyerang tanaman jagung. Namun, untuk saat ini serangan hama ulat grayak cukup meresahkan petani karena populasinya yang cukup besar. 
 
"Biasanya selalu ada serangan ulat, tapi tidak begitu parah. Kalau sekarang ini begitu cepat populasinya. Sekarang saja ada setengah hektar jagung hampir ludes dimakan ulat," kata dia. 
 
Sementara itu, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan pihaknya akan mengintruksikan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa setempat untuk turun dan mendata luas kerusakannya. 
 
"Biasanya serangan ulat itu disebut ulat grayak. Dimana, hama ulat grayak menggerogoti daun hingga habis. Nanti PPL akan kami turunkan untuk mendata serangan hama ulat itu," kata dia. 

Petani Diimbau Waspadai Hama Wereng
Lampung

Petani Diimbau Waspadai Hama Wereng

KALIANDA (Lampost.co)-- Unit Pelakasana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mengimbau petani setempat mewaspadai serangan hama wereng. 
  
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, serangan hama mulai menyerang sejak sepekan terakhir terjadi di areal lahan tanaman padi di Desa Sumberagung dan Desa Margajasa. 
 
Kepala UPTD P3 Kecamatan Sragi, Eka Saputra mengatakan saat ini serangan hama wereng mulai terdeteksi dibeberapa wilayah di lahan dua desa. 
 
"Sejak sepekan terakhir serangan hama wereng telah terdeteksi di Desa Sumberagung dan Desa Margajasa dengan tingkat serangan masih spot-spot. Tapi, ini perlu diwaspadai oleh petani yang ada di Kecamatan Sragi ," kata dia, Minggu (21/4/2019). 
 
Eka menjelaskan hama wereng itu menyerang tanaman padi berkisar umur 50 hari usia tanam. Meski serangan masih secara spot-spot, namun serangan hama wereng bisa meningkat dengan cepat tanpa adanya pengendalian. 
 
"Agar tidak kecolongan, kami juga sudah memberikan imbauan kepada petani untuk melakukan pengendalian dan melakukan pengamatan tanaman padi sejak dini. Sehingga, serangan bisa diimbau," katanya. 
 
Untuk mengendalikan serangan hama wereng, kata Eka, pihaknya juga telah memberikan bantuan pestisida kepada petani. Sebab, serangan hama wereng bisa merusak tanaman padi. 
 
"Pestisida sudah kami berikan kepada petani. Mudah-mudahan dengan pestisida itu hama wereng bisa diantisipasi," ujarnya. 
 
Eka mengimbau petani untuk tidak salah memilih pestisida pengedali hama wereng. Sebab, pengendalian tanpa pestisida yang tepat justru dapat membunuh musuh alami hama wereng. 
 
"Jika ada serangan wereng, maka petani kami harapkan bisa lapor kepada penyuluh. Nanti akan kami beri rekomendasi perstisida yang akan digunankan. Sebab, kalau salah menggunakan pestisida yang salah justru dapat membuta ledakan serangan yang lebih besar,” katanya. 
 
 

Dinas Pertanian Tulangbawang Barat Belum Terima Adanya Pengaduan Gangguan OPT
Lampung

Dinas Pertanian Tulangbawang Barat Belum Terima Adanya Pengaduan Gangguan OPT

PANARAGAN (Lampost.co)-- Dinas kabupaten Tulangbawang Barat memastikan wilayahnya masih aman dari Organisme Pengganggu tanaman (OPT) bagi tanaman budidaya.  Demikian dikatakan oleh, Nenik Puspita Dewi Ningsih, kepala seksi pembenihan dan perlindungan tanaman pangan dan hortikultura, Distan Tubaba, saat di konfirmasi Lampost.co, Senin (14/1/2019).  "Hingga saat ini kami belum menerima laporan dari POPT, adanya gangguan tersebut (OPT)," kata dia.

Hawa Wereng Mulai Serang Tanaman Padi di Palas-Sragi
Lampung

Hawa Wereng Mulai Serang Tanaman Padi di Palas-Sragi

KALIANDA (Lampost.co) -- Hama wereng dalam beberapa hari terakhir mulai menyerang tanaman padi milik petani di sejumlah wilayah di Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan. Petani diminta untuk melakukan pengamatan hama sedini mungkin.

Dinas Pertanian Lamtim Belum Miliki Data Jumlah Lahan Puso dan Kerugian Petani
Lampung

Dinas Pertanian Lamtim Belum Miliki Data Jumlah Lahan Puso dan Kerugian Petani

SUKADANA (Lampost.co) --  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) belum tahu persis berapa jumlah luas lahan sawah puso dan kerugian petani akibat serangan hama dan kekeringan.

Usai Diserang Tikus, Wereng dan Sundep, Tanaman Padi Petani di Sekampung Kini Diserang Ulat
Lampung

Usai Diserang Tikus, Wereng dan Sundep, Tanaman Padi Petani di Sekampung Kini Diserang Ulat

SUKADANA (Lampost.co) -- Serangan hama terhadap tanaman padi petani pada sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sekampung datang bertubi-tubi. Pasalnya setelah hama tikus, wereng, dan sundep, kini datang lagi hama lain yaitu ulat pelipat atau penggulung daun padi.

Tanaman Padi Petani  Diserang Jamur Penyebab Patah Leher
Lampung

Tanaman Padi Petani  Diserang Jamur Penyebab Patah Leher

SEKAMPUNG (Lampost.co) – Para petani di Kecamatan Sekampung kelimpungan. Pasalnya serangan hama tikus belum mereda, muncul hama sundep, dan kini muncul lagi serangan jamur atau cendawan yang mengakibatkan tanaman padi patah leher.

Rontok Buah Ancam Petani Jeruk di Lampura
Lampung

Rontok Buah Ancam Petani Jeruk di Lampura

KOTABUMI (Lampost.co)--Dampak dari musim yang tidak menentu, petani jeruk di Kabupaten Lampung Utara mengkhawatirkan rontok buah yang biasanya terjadi saat musim penghujan dan kondisi buah jeruk masih muda. 
Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) Jaya Bersama, Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Wiyono saat dihubungi Lampost.co, Kamis (28/6/2018), mengatakan dari sekitar 30 hektare tanaman jeruk yang berproduksi di wilayah sentra penghasil jeruk Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, hanya 10 ha areal lahan yang berbuah.

Petani Lambar Waspada Serangan Hama dan Penyakit
Lampung

Petani Lambar Waspada Serangan Hama dan Penyakit

LIWA (Lampost.co) -- Petani di Lampung Barat diimbau untuk mewaspadai serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi mereka khususnya yang tanamanya masih muda.

Kemarau dan Hama Tikus Sebabkan Panen Padi Anjlok 20-50 Persen
Lampung

Kemarau dan Hama Tikus Sebabkan Panen Padi Anjlok 20-50 Persen

KALIANDA (Lampost.co)--Akibat kemarau panjang dan serangan hama tikus, hasil panen padi petani di perbatasan desa Tataan, Kecamatan Penengahan dan Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, merosot 20 sampai 50 persen dibandingkan pada panen musim rendeng lalu.
Menurut Kristanto (36), petani Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, para petani yang menggarap sawah di sebelah kanan dan kiri pembangunan jalan tol trans sumatera (JTTS) perbatasan Desa Tetaan dengan Karangsari memasuki masa panen. Namun panen musim gadu tahun ini merosot 20 hingga 30 persen akibat kekurangan air dan serangan tikus.

Petani Palembapang Keluhkan Hama Pengerat
Lampung

Petani Palembapang Keluhkan Hama Pengerat

KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah petani di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mengeluhkan banyaknya hama pengerat (tikus) yang menyerang tanaman padi mereka. Akibatnya, petani setempat terancam gagal panen atau puso pada musim gaduh.
Saleh (46), petani di Dusun Umbulioh, mengatakan luas lahan sawah miliknya seluas 1 hektare rusak akibat diserang tikus. Ia khawatir tanaman padi yang kini siap panen terancam gagal.
"Saya sudah mengalami dua kali gagal panen berturut-turut akibat serangan tikus. Saya mengalami kerugian besar, baik di pupuk maupun obat-obatan," kata dia di lahan sawah miliknya, Jumat (15/9/2017).
Menurut Saleh, jika tanaman padi miliknya normal tanpa ada serangan hama tikus dan lainnya, tanaman padi menghasilkan produksi gabah sebanyak 7—8 ton per musim. Namun, dengan adanya serangan hama ini ia hanya mampu memproduksi gabah sekitar 1,5 kuintal.
"Ya, kalau padinya bagus biasanya bisa mencapai 7 ton lebih. Kalau sekarang, bisa cukup untuk makan keluarga sehari-hari saja sudah bersyukur," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Buyung (40), petani lainnya. Ia mengatakan telah berupaya melakukan pengendalian hama tikus tersebut, misalnya pemberian racun tikus secara terus-menerus.
"Kalau upaya sudah sering saya lakukan, Mas. Bukannya berkurang malah makin banyak. Saya juga bingung bagaimana membasmi hama tikus itu. Mau enggak mau saya hanya bisa pasrah," kata dia.
Informasi yang dihimpun lampost.co, keluhan petani bukan hanya serangan hama tikus, melainkan ada bendungan di saluran irigasi yang jebol sehingga petani kesulitan mengaliri lahan pertanian mereka.

Petani Lampung Timur Diimbau Geropyokan Tikus
Lampung

Petani Lampung Timur Diimbau Geropyokan Tikus

SUKADANA (Lampost.co) -- Sebelum memasuki musim rendeng 2017, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Lamtim meminta petani aktif melaksanakan geropyokan tikus dan tidak membiarkan lahan sawah yang tidak ditanami pada kemarau ini bongkor.
Kepala Seksi Perlindungan Tanaman dan Lahan Dinas PTPH Lamtim Hadi Makrum menjelaskan menurut perkiraan Badan Metreologi dan Geofisika (BMKG), kemarau 2017 mencapai puncaknya pada September atau Oktober 2017. “Geropyokan tikus dilakukan untuk mengantisipasi atau menekan munculnya serangan hama tersebut pada saat para petani sudah mulai menanam padi pada musim rendeng nanti,” kata Hadi Makrum, (15/9/2017).
Menurut dia, karena kemarau dan pasokan air sangat minim, sebagian besar petani di Lamtim, apalagi yang wilayah kecamatannya tidak mendapatkan jatah gaduh, tidak melaksanakan penanaman padi sama sekali. Jika tidak melakukan aktivitas tanaman, biasanya lahan-lahan sawah yang kering tersebut dibiarkan begitu saja oleh petani. Akibatnya lahan-lahan tersebut ditumbuhi rumput dan semak belukar sehingga menjadi bongkoran.
Kondisi lahan sawah yang sedemikian sedemikan rupa sebenarnya justru sangat rawan dengan perkembangan hama tikus. Apalagi saat kemarau makanan tidak tersedia, hama pengerat itu lebih banyak berada di dalam sarangnya sambil berkembang biak.
Oleh sebab itu, aktivitas rutin melakukan geropyokan hama tikus merupakan langkah yang sangat tepat dilaksanakan pada saat kemarau seperti sekarang ini. Sebab, tikus banyak yang masih bersembunyi dan berkembang biak di liang-liang pada lahan persawahan, kondisi lahan sawah juga masih lapang karena belum ditanami padi.
Pembasmian hama tikus akan lebih mudah dan maksimal jika dibandingkan dengan kondisi lahan sawah nanti sudah ditanami padi. Sebab, jika tidak demikian, dikhawatirkan serangan hama tikus pada musim tanam nanti bisa meledak karena populasinya yang bertambah banyak ketika kemarau.
Geropyokan tikus tersebut sangat efektif dengan dukungan sejumlah bahan, seperti tiram atau sejenis mercon berasap yang dimasukkan ke liang tikus. Tujuan pemberian tiram itu agar hama tikus yang masih bersembunyai di liang langsung keluar.
Di samping itu bisa juga pengasapan liang dengan belerang dan lain-lain. Asap dari beberapa bahan tersebut membuat tikus tidak tahan berada di liang sehingga akan berlarian keluar. Saat hama itu keluar dari sarangnya, para petani tinggal memburu dan menangkapnya. 

Gropyokan Tikus, Tangkapan Terbanyak Dapat Hadiah Pompa Air dari Bupati Mustafa
Lampung

Gropyokan Tikus, Tangkapan Terbanyak Dapat Hadiah Pompa Air dari Bupati Mustafa

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen yang disebabkan hama tikus, belum lama ini ribuan petani di Kecamatan Seputihraman melakukan gropyokan tikus.
Menariknya untuk memberikan semangat kepada peserta, Bupati Lampung Tengah Mustafa melombakan kegiatan gropyok tikus tersebut. Kampung yang mendapatkan tikus terbanyak dianggap sebagai pemenang dan akan mendapatkan hadiah pompa air.
Dari aksi tersebut, sebanyak 29.623 ekor tikus berhasil ditangkap para petani di 14 kampung di Kecamatan Seputihraman selama kurang dari satu hari.
"Gropyokan massal ini dilakukan karena kami (petani, red) tidak ingin gagal panen gara-gara tikus. Apalagi mayoritas masyarakat kami adalah petani padi," ujar Camat Seputihraman,  Nyoman Gunadi,  S.P.
Ia menjelaskan  kegiatan itu adalah salah satu program pemerintah kecamatan yang diberi nama semua peduli. Sebab dalam gerakan ini semua unsur mulai dari uspika,  masyarakat, petani dan bahkan guru pun terlibat.
"Seputihraman adalah salah satu kecamatan yang menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Lampung. Untuk itu kami selalu menjaganya. Bupati Mustafa juga sangat mendukung program kami ini," ujarnya.
Bentuk dukungan yang diberikan Bupati Lamteng adalah bagi kampung yang mendapat tangkapan tikus paling banyak diberi hadiah berupa pompa air. Kampung yang menerima hadiah dari Bupati Lamteng tersebut adalah Kampung Rejo Asri yang telah mengumpulkan tikus sebanyak 7.276 ekor tikus.
Nyoman Gunadi menjelaskan kegiatan ini akan terus menjadi agenda rutin Kecamatan Seputihraman setiap memasuki musim tanam agar tanaman padi para petani tidak diserang hama tikus.
Pihaknya berharap  ke depan masyarakat Kecamatan Seputihraman terus melaksanakan kegiatan gotong royong seperti ini, seperti yang selalu dilakukan Bupati Mustafa yang tak henti-hentinya mengajak bahkan terjun langsung untuk melakukan gotong royong bersama masyarakat untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik lagi.
"Jika gotong royong terus digalakkan, masyarakat akan menjadi kompak, petani tidak lagi mengalami gagal panen. Sehingga jika tanaman padi subur,  petani menjadi makmur,  masyarakat jadi rukun,  dan Lampung Tengah menjadi semakin maju dan sejahtera," tegasnya.