Gambut

Gambut itu Potret 'Silent Majority'!
Buras

Gambut itu Potret 'Silent Majority'!

GAMBUT itu potret masyarakat lapisan bawah yang tak banyak bicara sehingga lazim disebut dengan “silent majority” (mayoritas yang diam) hidup di bawah permukaan. Ketika gambut terbakar, dari Riau ke Sumsel dan semua provinsi di Kalimantan, sepanjang September 2019 ini belum berhasil dipadamkan.

Pemadaman di Lahan Gambut Terkendala Pasokan Air
Nasional

Pemadaman di Lahan Gambut Terkendala Pasokan Air

PEKANBARU (Lampost.co)-- Tim gabungan yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di dua lokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, terkendala untuk mendapatkan sumber air.  
 
"Sumber air sulit, kita baru pasang selang 20-30 meter, api sudah meluas 100 meter," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Edy Afrizal, di Pekanbaru, Jumat (1/3/2019).
 
Ia mengatakan lokasi kebakaran lahan pertama di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Timur, sangat sulit diakses karena air sungai mengering. Lokasi tersebut juga sulit dijangkau karena tidak ada akses jalan.  Untuk menuju lokasi kebakaran, petugas pemadam gabungan harus menggunakan perahu cepat dan menyambung lagi menggunakan sampan melalui sungai kecil.  
 
"Karena air sungai sedang surut, jadi harus pakai sampan kecil melewati pohon-pohon bakau, sehingga makin sulit sampai ke lokasi kebakaran," katanya. 
 
Kebakaran lahan gambut di lokasi itu menghanguskan semak dan pohon sagu milik warga. Selain sulit air, tim gabungan juga dibuat repot karena kencangnya hembusan angin di daerah pesisir Riau itu.  
 
Pada lokasi kebakaran kedua di daerah Kampung Balak, Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi, kencangnya angin membuat api cepat membakar semak belukar dan merambat ke kebun sagu warga. 
 
Kebakaran di kebun sagu sulit untuk dipadamkan karena api berada di permukaan lahan gambut dan juga membakar pohon.