Burung

Penyelundupan 3.092 Burung Berhasil Digagalkan
Lampung

Penyelundupan 3.092 Burung Berhasil Digagalkan

Bandar Lampung  (Lampost.co) -- Sebanyak 3.092 ekor burung dilepasliarkan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdurrahman, Minggu, 10 November 2019. Ribuan burung ini siap dilepasliarkan setelah dinyatakan negatif Avian Influenza dengan pengujian rapid test oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung.

 132 Burung Tanpa Dokumen Diamankan
Lampung

 132 Burung Tanpa Dokumen Diamankan

Bandar Lampung (Lampost.co): Tim gabungan yang terdiri dari Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW III Lampung BKSDA Bengkulu, dan FLIGHT Protecting Indonesia's menggagalkan peredaran satwa dilindungi dan tanpa dokumen jenis burung

Penyelundupan 39 Ribu Burung Digagalkan
Lampung

Penyelundupan 39 Ribu Burung Digagalkan

KALIANDA (Lampost.co) -- Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni bekerja sama dengan KSKP Pelabuhan Bakauheni dan lembaga swadaya Flight Protecting Indonesia Birds (FPIB) berhasil menggagalkan 45 kasus upaya penyelundupan burung berbagai jenis sepanjang Januari-Agustus 2019.

Ilegal, Ribuan Burung Diamankan
Lampung

Ilegal, Ribuan Burung Diamankan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tim gabungan dari  Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung  dan LSM Flight Protecting Indonesia’s Birds kembali menggagalkan pengiriman  burung tanpa dokumen resmi.

KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Burung Ilegal
Lampung

KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Burung Ilegal

KALIANDA (Lampost.co) -- Tanpa dilengkapi dokumen, ratusan burung jenis kolibri dan cucak ijo mini berhasil diamankan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Polres Lampung Selatan, di areal pemeriksaan Seaport Interdiction pelabuhan Bakauheni, Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 05.30.

Pencuri Sarang Burung Walet Ditangkap
Kriminal

Pencuri Sarang Burung Walet Ditangkap

MENGGALA (Lampost.co)--Ahmad Rizaldi alias Rudi (33) ditangkap aparat Kepolisian Sektor Banjaragung usai mencuri sarang burung walet senilai Rp81 juta. Pelarian warga Kampung Dwiwarga Tunggaljaya, Kecamatan Banjaragung, yang menjadi residivis pelaku pencurian dengan kekerasan (curat) 2014 terhenti.

Demi Anak, Perempuan Paruh Baya Jajakan Burung di Ibu Kota
Feature

Demi Anak, Perempuan Paruh Baya Jajakan Burung di Ibu Kota

KANTOR Pengadilan Kelas 1A Tanjungkarang sesak oleh pengunjung dari berbagai daerah untuk menyaksikan sanak saudaranya menjalani proses persidangan, di antaranya seorang perempuan berusia 60 tahun menghampiri beberapa pewarta yang kesehariannya meliput di sana.

BKSDA Akomodir Tuntutan Pecinta Burung Kicau
Lampung

BKSDA Akomodir Tuntutan Pecinta Burung Kicau

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Setelah menggelar aksi damai di Tugu Adipura, ratusan massa yang tergabung dalam Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) Lampung melanjutkan aksi ke kantor BKSDA, Rajabasa, Selasa (14/8/2018) siang.

Ratusan Pecinta Burung Kicau Gelar Aksi Damai, Ini Tuntutan Mereka 
Lampung

Ratusan Pecinta Burung Kicau Gelar Aksi Damai, Ini Tuntutan Mereka 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ratusan pencinta burung kicau yang tergabung dalam Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) Lampung menggelar aksi damai di area Tugu Adipura, Bandar Lampung, Selasa, (14/8/2018). 

KSDA Gagalkan Penyelundupan 353 Burung Illegal
Nasional

KSDA Gagalkan Penyelundupan 353 Burung Illegal

JAKARTA (Lampost.co)--Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jakarta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) berhasil menggagalkan penyelundupan 353 ekor burung Nuri tanpa dokumen SATS-DN (Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa–Dalam Negeri) di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (19/5). 
Burung-burung yang berhasil disita petugas antara lain 78 Ekor Nuri Merah (Eos borneo), 30 ekor Nuri Dusky (Pseudeos fuscata), 173 ekor Nuri pelangi (Trichoglossus haematodus) dan 72 ekor Nuri tanimbar (Eos reticulata), serta ditemukan 1 ekor Nuri Merah (Eos borneo) dalam keadaan mati.
Penyitaan ini berawal dari informasi Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur kepada Kepala Balai KSDA Jakarta melalui aplikasi WhatsApp, bahwa dicurigai adanya pengiriman burung dilindungi Undang-undang dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang dengan tujuan Bandar Udara Kualanamu, Medan. Disebutkan juga burung tersebut diangkut dengan maskapai Sriwijaya Air dan transit di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang Banten.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti Balai KSDA Jakarta. “Berbekal informasi tersebut, kami segera memerintahkan kepada petugas Polisi Kehutanan yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan pendalaman kasus dengan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak keamanan bandara (AVSEC) dan pihak maskapai Sriwijaya,” ungkap Ahmad Munawir, Kepala Balai KSDA Jakarta dalam siaran pers di Jakarta, Senin (21/5/2018). 
Setelah didapatkan kepastian bahwa burung-burung tersebut adalah burung yang tidak dilindungi Undang-undang, namun termasuk dalam kategori Appendiks II CITES dan tidak dilengkapi SATS DN maka pihak Polisi Kehutanan melakukan penyitaan. 
Sambil menunggu proses selanjutnya, kata Munawir ,untuk sementara burung-burung tersebut dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur. 

Siulan Merdu Jalak dan Parkit di Kantor Polisi Hilangkan Kesan Angker
Feature

Siulan Merdu Jalak dan Parkit di Kantor Polisi Hilangkan Kesan Angker

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ada yang berbeda dengan suasana di pelataran parkir ruang sentra pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bandar Lampung pada Selasa (3/4/2018) sore. Suara burung berkicau terdengar merdu.
Ternyata suara cuitan merdu tersebut keluar dari dua sangkar, di ujung kanan terlihat seekor burung berwarna abu-abu, dan diujung kiri berwarna hijau. Keduanya saling bersahutan mengeluarkan cuitan yang terdengar asri, enak didengar dan bikin rileks.
Keduanya burung ini yakni Jalak kebo (kanan), dan burung parkit (kiri) memang sengaja dipelihara buat menemani polisi yang bertugas di SPKT Polda Lampung, dan juga menghibur masyarakat yang hendak melapor.

Lagi, Ratusan Ekor Burung dan Trenggiling Tanpa Dokumen Diamankan
Lampung

Lagi, Ratusan Ekor Burung dan Trenggiling Tanpa Dokumen Diamankan

KALIANDA (Lampost.co)-- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bersama Balai Karantina Pertanian kelas 1 Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni, mengamankan seekor trenggiling dan ratusan ekor burung berbagai jenis dari dalam mobil Mitshubisi Elf BE-2774-R di pintu masuk Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Selasa (7/11/2017) sekitar pukul 01.30 WIB. 

500 Burung Tanpa Dokumen Diamankan dalam Operasi Zebra
Lampung

500 Burung Tanpa Dokumen Diamankan dalam Operasi Zebra

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Lampung mengamankan sekitar 500-an berbagai jenis burung  tanpa dilengkapi dokumen,  pada operasi zebra 2017 yang digelar di sejumlah titik dekat Tugu Raden Intan, antara Jalan Lintas Sumatera, Jalan Seokarno-Hatta, dan Jalan Jendral Sudriman, Sabtu (4/11) sekitar pukul 23.00 WIB.

Usaha Liur Emas Burung Walet yang kian Meredup (3-Habis)
Feature

Usaha Liur Emas Burung Walet yang kian Meredup (3-Habis)

SUKADANA (Lampost.co) -- Ewi, lelaki paruh baya warga Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, yang pernah menjadi penjaga bangunan gedung walet di salah satu lokasi di desanya itu menceritakan pengalaman panen perdana ketika bisnis sarang walet tengah menjadi primadona.
Panen perdana itulah menurutnya merupakan awal dari pencetakan keuntungan dan laba yang melimpah. Sebab, setelah panen awal itu panen-panen sarang burung walet selanjutnya sudah bisa dilakukan satu atau dua bulan sekali.
Sekali panen hasilnya bisa mencapai puluhan kilogram sarang burung walet. Di saat-saat panen itulah biasanya pemilik gedung datang untuk mengunduh sarang. Setelah diunduh atau dipanen, kemudian mereka kembali lagi dengan membawa sarang burung tersebut untuk dijual di daerahnya masing-masing.
“Seperti itulah kira-kira gambaran bisnis sarang burung walet di Lamtim waktu itu, sarang yang dihasilkan masih cukup banyak dan keuntungannya juga melimpah,” ujarnya.
Tetapi, kondisi tersebut, tambah dia, jauh berbeda dengan saat ini dan boleh dikatakan berubah sangat drastis. Sebab, usaha sarang burung walet itu sekarang atau tepatnya beberapa tahun terakhir sudah tak begitu lagi menjanjikan dan menggiurkan.
Burung-burung walet sudah mulai sepi dan banyak menghilang entah ke mana, kemudian harga sarang burung tersebut juga dikabarkan terus merosot membuat bisnis liur emas burung itu juga semakin meredup.
Aset gedung yang dahulu selalu dibanggakan dan selalu diawasi serta dijaga dengan ketat kini hanya dibiarkan begitu saja. Meski masih ada yang menjaga namun aktivitas itu dilakukan sekadarnya hanya sebatas menjaga lahan dan gedung agar tidak diserobot atau dirusak orang.
Kondisi usaha yang tak lagi menjanjikan bahkan semakin terus meredup itu juga akhirnya membuat sang pemilik yang dahulu biasanya rajin bolak balik ke lokasi usaha sarang burung waletnya, kini hanya memantau asetnya dari kejauhan dan hanya datang sesekali itu pun juga jika sempat.
Terus meredup dan lesunya usaha sarang burung walet tersebut yang juga akhirnya hanya tinggal menyisakan bangunan-bangunan gedung walet yang masih tetap berdiri kokoh namun minim menghasilkan produksi sarang burung.
Bangunan gedung itu kini seolah-olah hanya menjadi monumen dan saksi bisu bagaimana perjalanan bisnis sarang burung walet tersebut, mulai dari melimpahnya liur emas burung mungil itu ketika membuat sarang hingga membuat pengusahanya meraup untung berlimpah, sampai meredupnya usaha itu seperti kondisi yang ada saat ini.