Aids

1.439 Warga Bandar Lampung Terinfeksi HIV
Kesehatan

1.439 Warga Bandar Lampung Terinfeksi HIV

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Terhitung sejak 2015 hingga 2019, sebanyak 1.439 warga Bandar Lampung, Lampung, positif terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mereka yang terpapar HIV ada pada rentang usia 25 - 49 tahun.

Gandeng Media, IAC Gelar Pelatihan Pemberitaan Soal HIV
Humaniora

Gandeng Media, IAC Gelar Pelatihan Pemberitaan Soal HIV

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Indonesia AIDS Coalition (IAC) bersama media dan CSO mengelar pelatihan tentang pemberitaan positif bagi orang dengan HIV/AIDS (Odha). Turut hadir Zaki Yamani Pasilitator media nasional IAC dan perwakilan Dinas Kesehatan Bandar Lampung. Senin (5/8/2019).

Coca-Cola Amatil Indonesia Raih Penghargaan Zero Accident & P2 HIV AIDS Tingkat Nasional
Ekonomi dan Bisnis

Coca-Cola Amatil Indonesia Raih Penghargaan Zero Accident & P2 HIV AIDS Tingkat Nasional

JAKARTA (Lampost.co) -- Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Semarang, Jawa Tengah menerima penghargaan tingkat nasional untuk program P2-HIV/AIDS terbaik dengan kategori Platinum dan Zero Accident Award.

Dinas Kesehatan Lambar Gelar Kampanye ABAT 
Lampung

Dinas Kesehatan Lambar Gelar Kampanye ABAT 

LIWA (Lampost.co)-- Guna mengantisipasi pertumbuhan kasus HIV/Aids di wilayah Lampung Barat, Dinas Kesehatan setempat menggelar kampanye Aku Bangga Aku Tau (ABAT) tentang HIV/aids yang dipusatkan di aula BPKD Lambar, Selasa (9/4/2019). 
 
Kampanye itu menghadirkan Kabid kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Lusi Darmayanti, dokter penyakit dalam dan dari IBI. 
 
Kegiatan ini diikuti 135 peserta kaum millenial utusan dari seluruh kecamatan di Lampung Barat. Acara itu dibuka oleh kadis Kesehatan Lambar Paijo. 
 
Kabid kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Lusi Darmayanti, dalam pematerinya antara lain menyampaikan usia 18-24 tahun merupakan usia produktif yang harus memahami tentang HIV/Aids sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini. 
Karena usia tersebut memiliki pergaulan lebih luas dibanding usia lainnya. Kemudian pihaknya menyakini bahwa diusia itu, mereka juga bisa mensosialisasikan dan mengantisipasi terjadinya penyakit HIV/aids lingkungan sekitarnya. 
  
Melalui pemahaman ini maka mereka juga tahu tentang seperti apa gejala dan apa saja yang harus dilakukan dan seperti apa proses penularanya. Melalui kegiatan ini para peserta juga dapat memberikan pemahaman kepada pihak keluarga dan lingkungan masyarakat disekitarnya. Ia menambahkan, yang perlu dijauhi itu bukan orang yang menderita HIV/Aids, tetapi yang dijauhi itu adalah virusnya. 
 

Januari-Februari 2019, RSUDAM Rawat 12 Pasien HIV/AIDS, Satu Meninggal
Lampung

Januari-Februari 2019, RSUDAM Rawat 12 Pasien HIV/AIDS, Satu Meninggal

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) tercatat sebanyak 12 penderita HIV/AIDS yang menjalani perawatan di RSUDAM dari Januari hingga pertengahan Februari 2019. Hal ini disampaikan Kasubbag Humas RSUDAM Akhmad Sapri, Selasa (19/2/2019).

Jumlah Penderita HIV pada Anak Terus Meningkat
Kesehatan

Jumlah Penderita HIV pada Anak Terus Meningkat

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Lampung berupaya mengandeng beberapa pihak, seperti psikolog, dan psikeater untuk membantu memberikan konseling kepada anak yang positif terkena HIV.

Desa Rejomulyo-BNN Lamsel Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Lampung

Desa Rejomulyo-BNN Lamsel Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba

KALIANDA (Lampost.co)--Upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Pemerintah Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung Selatan memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Lampura Usulkan Klinik Visiting ODHA
Kesehatan

Lampura Usulkan Klinik Visiting ODHA

KOTABUMI (Lampost.co)-- Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara mengusulkan lima pusat layanan kesehatan di wilayah di bangun menjadi klinik visiting sebagai pusat layanan kesehatan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Dinkes Lampura Optimalkan Warga Test HIV/AIDS
Lampung

Dinkes Lampura Optimalkan Warga Test HIV/AIDS

KOTABUMI (Lampost.co)-- Untuk memperluas cakupan angka Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Lampung Utara, Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten setempat mengoptimalkan test HIV/AIDS di pusat layanan kesehatan masyarakat, yakni puskesmas dan rumah sakit.

Jaringan ODHA Berdaya Lakukan Mobile VCT
Lampung

Jaringan ODHA Berdaya Lakukan Mobile VCT

BANDAR LAMPUNG (Lampoat.co) -- Sebagai bentuk partisipasi, Jaringan ODHA Berdaya (JOB) Sabtu (1/12/2018) melakukan rangkaian kegiatan Hari AIDS Sedunia, salah satu kegiatan itu adalah mobile VCT/pemeriksaan HIV bertempat di Sekretariat JOB.

IPPI Cegah Penyebaran HIV pada Perempuan dan Anak
Humaniora

IPPI Cegah Penyebaran HIV pada Perempuan dan Anak

BANDARLAMPUNG -- Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung menggandeng stakeholder untuk pencegahan penularan virus HIV pada perempuan dan anak. Ade Komariah Ketua IPPI Lampung mengatakan, ibu rumah tangga dan anak banyak menjadi tertular dari suaminya yang beresiko.

Hingga Agustus 2018 Dinkes Catat 68 Penderita HIV/AIDS di Lampung
Lampung

Hingga Agustus 2018 Dinkes Catat 68 Penderita HIV/AIDS di Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Juni - Agustus 2018, tercatat sebanyak 68 orang penderita HIV/AIDS di Provinsi Lampung.

Ini Dia Hoaks Orang Dengan HIV/AIDS
Kesehatan

Ini Dia Hoaks Orang Dengan HIV/AIDS

JAKARTA (Lampost.co) -- Munculnya hoaks orang dengan HIV/AIDS (ODHA) makin memperburuk stigmatisasi tentang mereka dan menghambat tenaga medis dan aktivis dalam mengkampanyekan pencegahan HIV/AIDS dan perawatan ODHA.

Kasus HIV dan AIDS di Pesawaran Menurun
Kesehatan

Kasus HIV dan AIDS di Pesawaran Menurun

PESAWARAN (Lampost.co) -- Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran jumlah penderita HIV dan AIDS pada 2018 menurun dari tahun 2017.

Aparatur Desa Palasaji Diberikan Penyuluhan HIV/AIDS
Lampung

Aparatur Desa Palasaji Diberikan Penyuluhan HIV/AIDS

KALIANDA (Lampost.co) -- Guna pencegahan penularan  HIV/AIDS, Pemerintah Desa Palasaji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, beri penguluhan HIV/AIDS kepada aparatur desa setempat, Rabu (30/5/2018). Penyuluhan itu untuk memberikan pemahanan tentang bahaya penyakit menular tersebut.

30 Pelajar Ikuti Penyuluhan Narkoba Dan HIV/AIDS
Humaniora

30 Pelajar Ikuti Penyuluhan Narkoba Dan HIV/AIDS

KALIANDA (Lampost.co) -- Sebanyak 30 pelajar di Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dapat penyuluhan bahaya narkoba dan HIV/AIDS di Kantor Desa Setempat, Rabu (23/5/2018). Penyuluhan itu dalam rangka pencegahan sedini mungkin terhadap bahaya narkoba dan HIV/AIDS.

135 Pemuda Lambar Ikuti Kampanye ABAT HIV
Kesehatan

135 Pemuda Lambar Ikuti Kampanye ABAT HIV

LIWA (Lampost.co) -- Sebanyak 135 muda-mudi Lampung Barat, Senin (9/4/2018), mengikuti kampanye Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) HIV/Aids yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Ke-135 peserta itu dibagi dua angkatan yaitu hari ini dan Selasa (10/4/2018).

6 Ribu Warga Lampung Sandang Status ODHA
Lampung

6 Ribu Warga Lampung Sandang Status ODHA

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berdasarkan data proyeksi yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Lampung mencapai 6.000 orang. 

Menuju Indonesia tanpa HIV/AIDS
Tajuk Lampung Post

Menuju Indonesia tanpa HIV/AIDS

SETIAP 1 Desember, masyarakat dunia memperingati hari AIDS untuk mengingatkan kembali bahaya penyakit yang hingga kini belum ditemukan obat penangkalnya.
Sayangnya, meski setiap tahun diperingati bahkan kegiatan pencegahan dan pengobatan berlangsung setiap hari, angka penderita bukannya menurun bahkan meningkat.
Yang memiriskan, peningkatan kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia justru terjadi pada ibu rumah tangga (IRT). Persentase peningkatannya melebihi 1% dari jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) saat ini.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh menyebut IRT yang terkena HIV/AIDS pada 2017 meningkat dari 0,7% menjadi sekitar 2%.
Hingga November 2017, Kemenkes mendata ada 220 ribu warga Indonesia hidup dengan HIV/AIDS. Namun, jumlah tersebut diprediksi hanya sepertiga dari estimasi jumlah ODHA secara keseluruhan di Indonesia.
Ibu rumah tangga adalah status mulia. Sebagai status yang baik seharusnya mereka terbebas dari penyakit yang belum ditemukan obat penangkalnya. Ibu rumah tangga terdampak HIV/AIDS umumnya ditimbulkan karena perilaku menyimpang.
Tidak ada alasan lain apa yang menyebabkan kondisi terjadi demikian kalau bukan karena pasangannya lebih dulu mengidap HIV. Terlebih, berdasarkan penelitian, penularan penyakit ini terbanyak melalui hubungan seksual dengan persentase 78%.
Tujuan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS adalah mewujudkan target three zero pada 2030 yang disepakati negara-negara dunia, yaitu tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS.
Selama ini, penularan terjadi karena korban tidak mengetahui bahwa pasangannya adalah pengidap HIV. Untuk mencegah kasus seperti itu, masyarakat terutama yang perilakunya berisiko harus mau secara sukarela memeriksakan diri.
Perilaku berisiko seperti mereka yang pernah melakukan hubungan heteroseksual, bergonta-ganti pasangan, atau penggunaan narkoba dengan jarum suntik secara bergantian. Mencegah tentulah lebih baik daripada mengobati.
Tetapi, imbauan untuk memeriksakan diri saja tak cukup. Yang lebih penting, bagaimana menciptakan situasi agar masyarakat menghindari perilaku menyimpang. Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan takut berbuat dosa adalah kuncinya. n

Hindari AIDS,  Setop Seks Bebas!
Weekend

Hindari AIDS, Setop Seks Bebas!

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Tiap 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Indonesia menjadi salah satu negara paling banyak yang mengidap virus ini. Virus yang ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik ini hingga sekarang belum ditemukan obatnya. Sebab itu, orang dengan HIV/AIDS atau ODHA wajib minum obat rutin seumur hidupnya agar virus tersebut tidak menyebar.
Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Provinsi Lampung Asih Hendrastuti menguraikan ada dua penyebab orang tertular virus HIV, yakni hubungan seks yang tidak aman serta penggunaan narkotika jenis suntik (penasun).
Dia menjelaskan virus HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagai perlengkapan mandi, handuk, peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, atau digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah seperti dinding anus, air susu ibu (ASI), sperma, serta cairan vagina termasuk darah menstruasi.
“HIV menular melalui sel darah putih, ada virus di dalam darah. Oleh karena itu, orang bisa terkena virus HIV melalui transfusi darah atau hubungan seks. Sebab, bagaimanapun berhubungan seks ada perlukaan dan virus tersebut masuk," kata Asih ditemui di Universitas Mitra Lampung, Jumat (24/11/2017).
Menurutnya, perempuan hamil yang dinyatakan positif HIV harus melalui operasi caesarean. Sebab, saat seorang perempuan melahirkan, mesti ada luka di jalan lahir. Selain itu, perempuan yang positif HIV juga tidak diperbolehkan memberikan ASI kepada bayinya. Hal ini untuk mencegah agar bayi tidak tertular virus tersebut. Dengan demikian, wanita yang dinyatakan positif hamil baik yang berisiko maupun yang tidak wajib melakukan tes HIV untuk mendeteksi dini virus.
Asih melanjutkan hingga kini belum ada obat untuk virus ini. Oleh sebab itu, ODHA harus minum obat rutin antiretroviral (ARV) seumur hidup, yang berfungsi menahan perkembangbiakan atau memandulkan virus. Obat tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari dan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya, dengan makanan sehat, tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.
Asih menerangkan orang yang terserang HIV sistem kekebalannya akan menurun drastis. Mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS. Sayangnya, ARV hingga saat ini belum tersedia di semua layanan kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas di Lampung. Biasanya ARV baru ada di rumah sakit tipe B atau puskesmas tertentu.
”Obat rutin tersebut harus diminum teratur setiap 24 jam. Jika sehari saja tidak minum, dapat menjadi celah virus untuk menyebar. Kemudian belum semua rumah sakit ada ARV. Kalau yang sudah pasti, ada di RSUDAM."
Dia menambahkan cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman dan tidak berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV. Asih juga mengungkapkan virus ini tidak mengenal batasan usia, sehingga semua orang berisiko terinfeksi HIV. Untuk memperingati Hari HIV Aids Sedunia saat ini pemerintah telah menggalakkan program peringatan khusus bagi masyarakat umum dan masyarakat berisiko.