Kasus

Berkas Perkara Penganiayaan di Pasar Gria Belum P21 
Lampost TV

Berkas Perkara Penganiayaan di Pasar Gria Belum P21 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Lembaga Bantu Hukum (LBH) Bandar Lampung menyatakan bakal siap memenuhi keinginan penyidik Polda Lampung terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Polisi Pamong Peraja Kota Bandar Lampung saat mengeksekusi lahan pasar Gria Sukarame beberapa waktu lalu. 
 
Kuasa Hukum korban penganiayaan Kodri Ubaidilah mengatakan, hingga saat ini penyidik Polda Lampung masih melengkapi berkas penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Pol PP tersebut. 
 
"Beberapa hari yang lalu kami dipanggil lagi sama penyidik Polda untuk melengkapi berkas perkara, kata mereka masih kekurangan saksi jadi kami lengkapi lagi," katanya. 
 
Berkas perkara sempat dilimpahkan ke pihak Kejaksaan namun menurut pihak kejaksaan masih kekurangan saksi atas hal itu penyidik menyarankan untuk melengkapi berkas. 
 
"Mereka minta dokter yang menangani visumnya dihadirkan, kami katakan siap. Jadi apa pun kekurangan berkasnya mudah-mudahan dari LBH bakal siap memenuhinya," kata Kodri. 
 
Disinggung mengenai kelanjutan proses hukum pasar Gria Sukarame, Kodri mengatakan hingga saat ini proses banding belum diputuskan. "Belum ada putusan dari Pengadilan Tinggi Tanjungkarang soal banding Pasar Gria Sukarame itu, sampai sekarang kita masih nunggu putusannya," kata dia. 
 
Pihaknya meminta aparat penegak hukum serius menangani perkara ini karena menyangkut hajat orang banyak, terlebih kasus penganiayaan yang dilakukan oknum Pol PP. 
 
"Kita berharap mudah-mudahan Polda menyegerakan kasus ini P21 secepatnya dan disidangkan," kata dia. 
 
Sebelumnya Polemik penggusuran pasar Gria Sukarame Bandar Lampung hingga kini belum usai, pasalnya pihak Polda Lampung menentapak satu orang tersangka berinisial EFZ berstatus Polisi Pamong Peraja (Pol PP) Kota Bandar Lampung, pada 23 April 2019 lalu. 
 
 

Mengawal Kasus Bully
Nuansa

Mengawal Kasus Bully

KASUS bully atau perundungan kembali mencuat. Kali ini menimpa Audrey, siswa SMP di Pontianak yang dirundung 12 siswi SMA. Meski kemudian ada polemik dalam penanganan kasus ini, dengan adanya berbedaan hasil visum dengan pengakuan korban serta jejak digital korban yang kemudian membuatnya semakin di-bully netizen.

Pengadilan Negeri Kotabumi Kirim Berkas Banding Kasus Pelajar 
Lampung

Pengadilan Negeri Kotabumi Kirim Berkas Banding Kasus Pelajar 

KOTABUMI (Lampost.co)-- Pihak Pengadilan Negeri (PN), Kotabumi, Lampung Utara segera mengirimkan berkas banding ke pengadilan tinggi terkait perkara anak kasus pencabulan yang diputus rehabilitasi selama enam bulan atas tuntutan jaksa pindana penjara selama enam tahun dan enam bulan terhadap A (16), dan AB (15), yang keduanya masih pelajar. 
 
"Dengan diterimanya berkas banding tersebut maka kami akan segera mengirimkan ke Pengadilan Tinggi," kata Humas PN Kotabumi M. Faisal Zhury mewakili Ketua Arief Hakim Nugraha kepada Lampost.co, Kamis (28/3/2019). 
 
Dia juga menjelaskan sebelumnya pihak kejaksaan mengajukan hukum banding pada 19 Maret 2019 lalu. Berkas banding sebanyak dua berkas dengan dua anak. 
 
Sebelumnya, lanjut Faisal, dalam penanganan perkara ini pihak Pengadilan Kotabumi memvonis lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), dengan berbangai pertimbangan antara lain adanya rekomendasi dari balai pemasyarakatan metro yang merekomendasikan untuk direhabilitasi. Selain itu, pertibangan lainya kedua anak ini masih berstatus pelajar aktif yang akan mengikuti ujian nasional. 

Satu Bulan, Polres Lampura Tangani 16 Kasus Pencurian Sepeda Motor
Lampung

Satu Bulan, Polres Lampura Tangani 16 Kasus Pencurian Sepeda Motor

KOTABUMI (Lampost.co)--Polres Lampung Utara menangani belasan kasus pencurian khusus pencurian sepada motor selama satu bulan terakhir di daerah itu.  Menurut Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Suloksono, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Dony Kristian, dalam konferensi pers di Mapolres, Kamis (31/1/2019), mengatakan dari 16 kasus pencurian yakni untuk penanganan kasus pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor ada 11 kasus, pencurian dengan kekerasan kendaraan bermotor 2 kasus dan pencurian dengan pemberatan 3 kasus. 

Pekan Pertama 2019, Polisi Ungkap 469 Kasus Narkoba
Nasional

Pekan Pertama 2019, Polisi Ungkap 469 Kasus Narkoba

JAKARTA (Lampost.co)--Jumlah kasus tindak pidana narkoba yang berhasil diungkap Polri pada awal Januari 2019 mengalami kenaikan sebesar 22% dibandingkan pada pekan sebelumnya.

Satuan Narkoba Polres Lampura Tangani 131 Kasus Selama 2018
Lampung

Satuan Narkoba Polres Lampura Tangani 131 Kasus Selama 2018

KOTABUMI (Lampost.co)--Satnarkoba Polres Lampung Utara menangani 131 kasus dengan tersangka 151 orang sepanjang 2018. Dari ratusan kasus tersebut berhasil diamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 230,69 gram; ganja sebanyak 57,897 gram; pil ekstasi sebanyak 98,5 butir, dan psikotropika 9 butir, serta uang tunai Rp20 juta.

2018, Polres Lampura Ungkap 615 Kasus
Kriminal

2018, Polres Lampura Ungkap 615 Kasus

KOTABUMI (Lampost.co)-- Sepanjang 2018, pihak Polres Lampung Utara berhasil mengungkap sebanyak 615 kasus dari 996 kasus yang ada ditangani Polres setempat. Menurut Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono, dalam keterangan tertulis, Senin (31/12/2018), mengatakan untuk penanganan kasus yang menjadi perhatian berupa tindak pidana pencurian, narkoba, perjudian, penebangan liar, dan korupsi.

112 Kasus Narkoba Terbongkar di Tulangbawang
Kriminal

112 Kasus Narkoba Terbongkar di Tulangbawang

MENGGALA (Lampost.co)-- Sepanjang tahun 2018, Sat Resnarkoba Polres Tulangbawang berhasil membongkar 112 kasus penyalahgunaan narkoba. Jumlah itu meningkat 15,4 persen dari tahun sebelumnya. Kecamatan Menggala menjadi salah satu lokasi empuk peredaran gelap barang haram. Terbukti dari 112 total kasus penyalahgunaan narkoba yang diungkap polisi, 44 kasus diantaranya terjadi di Kecamatan Menggala.

Polda Sebut Kriminalitas di Lampung Menurun
Kriminal

Polda Sebut Kriminalitas di Lampung Menurun

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Kapolda Lampung Irjenpol Purwadi Arianto menyebutkan, angka Kriminalitas di Provinsi Lampung yang ditangani oleh seluruh jajaran Polda hingga Polsek, menurun pada tahun 2018.

Keluarga Masih Pertanyakan Kasus Kematian Yogi Andhika
Kriminal

Keluarga Masih Pertanyakan Kasus Kematian Yogi Andhika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Ibu kandung almarhum Yogi Andhika, Hartati Fitria (56) meminta aparat segera mengusut perkara atas meninggal anaknya. Ia harap bisa segera melengkapi berkas perkara sampai ke persidangan, hingga bisa mengungkap aktor atau terduga pelaku pengeroyokan anaknya hingga sakit dan tewas. Yogi Andhika diketahui sebagai mantan sopir pejabat di Lampung Utara.
 
"Saya harap pak Presiden, Kapolri, bisa bantu ungkap perkara ini, sekarang baru satu tersangkanya," ujarnya Selasa (25/12/2018).
 
Fitria bersama anaknya, didampingi kuasa hukum menunjuk rumah Arnold, salah satu saksi penganiayaan anaknya yang terletak di Gang Hamim, Jalan Wolter Monginsidi, Tanjungkarang Pusat. Disitulah menurut Fitri, awalnya Yogi dipukuli oleh para pelaku. Rumah tersebut pun tidak dihuni, dan terlihat ada plank hendak dijual, beserta nomor ponsel yang bisa dihubungi. "Nah rumah ini aja sudah dijual, orangnya engga ada," katanya.

Lampura Tangani Dua Kasus pada 2018
Lampung

Lampura Tangani Dua Kasus pada 2018

 
KOTABUMI (Lampost.co)-- Pihak Kejari Lampung Utara selama tahun 2018, hanya menangani dua kasus dugaan korupsi yang ada di daerah itu. Menurut Kasi Pidsus Van Barata mewakili Yuliana Sagala Kejari Lampung Utara kepada Lampost.co, Selasa (18/12/2018), mengatakan dua kasus dugaan korupsi di Dinas Pertanian itu mengenai pengadaan sumur bor dan mengenai penyimpangan dana desa (DD) di salah desa Wilayah Lampung Utara.

Pelaku Sadisme Minim Kecerdasan Emosional
Nasional

Pelaku Sadisme Minim Kecerdasan Emosional

JAKARTA (Lampost.co) -- Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Indonesia telah mencapai 625 kasus dari Januari hingga Oktober 2018. Hingga pekan ini, Markas Besar Kepolisian RI menyatakan berhasil mengungkap sebanyak 574 kasus pembunuhan.

Jokowi Ingin Baiq Nuril Dapat Keadilan Hukum tanpa Intervensi
Nasional

Jokowi Ingin Baiq Nuril Dapat Keadilan Hukum tanpa Intervensi

JAKARTA (Lampost.co) -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menilai tepat respons Presiden Jokowi atas kasus hukum yang dialami Baiq Nuril.

Kasus Century, KPK Sudah Periksa 23 Orang
Nasional

Kasus Century, KPK Sudah Periksa 23 Orang

JAKARTA (Lampost.co) -- Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan proses perkara Bank Century masih terus berjalan. Proses tersebut terlihat dari sejumlah pihak yang didatangkan lembaga antirasuah itu untuk dimintai keterangan. Meski demikian, Febri enggan menjelaskannya lebih lanjut.

Polisi Tunggu Laporan Mahasiswi UGM
Kriminal

Polisi Tunggu Laporan Mahasiswi UGM

YOGYAKARTA (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menunggu laporan mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) N yang menjadi korban pemerkosaan oleh rekannya S. Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, mengatakan, kasus yang dialami mahasiswa UGM bukan bagian delik aduan.

Hakim Minta Saksi Suap Pemkab Lamsel Jujur
Kriminal

Hakim Minta Saksi Suap Pemkab Lamsel Jujur

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bahrudin Naim Hakim Anggota yang menyidangkan perkara korupsi fee proyek infrastruktur di Lampung Selatan dengan terdakwa Gilang Ramadhan Direktur PT. Prabu Sungai Andalas, menyebut jika saksi Syahroni Kabid Pengairan Dinas PUPR Lampung Selatan pura-pura bodoh dipersidangan.

Penemuan Mayat Gegerkan Warga Natar
Kriminal

Penemuan Mayat Gegerkan Warga Natar

KALIANDA (Lampost.co) -- Warga Desa Rejosari, Natar, Lampung Selatan digegerkan penemuan mayat laki laki dalam kondisi membusuk di seputaran Gunung Kapal, Perkebunan Sawit PTPN 7, Unit Rejosari, Minggu (21/10/2018), sekitar pukul 07.00.

Jumlah Kasus DBD di Lamsel Turun
Lampung

Jumlah Kasus DBD di Lamsel Turun

KALIANDA (Lampost.co) -- Angka kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Selatan turun sejak dua tahun terakhir.

KPK Kembali Periksa 8 Saksi Kasus Suap Zainuddin Hasan
Lampung

KPK Kembali Periksa 8 Saksi Kasus Suap Zainuddin Hasan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Setelah memeriksa sekitar 50 saksi dari berbagai unsur PNS dan Swasta, KPK kembali melakukan pemeriksaan terhadap Mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi.