BambangEkaWijaya

MK pun Bersihkan DPD dari Parpol!
Buras

MK pun Bersihkan DPD dari Parpol!

KIAN mencolok dominasi orang parpol di kepemimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Konstitusi (MK) pun akhirnya membersihkan DPD dari parpol dan mengembalikan hakikat DPD sebagai perwakilan daerah. Pengurus parpol dilarang jadi calon anggota DPD.

Lebaran Kita Dihibur Piala Dunia! (1)
Buras

Lebaran Kita Dihibur Piala Dunia! (1)

IDUL FITRI tahun ini istimewa, mendapat hiburan Piala Dunia sepak bola yang jadwal pertandingannya dimulai 14 Juni 2018 di Rusia. Pada pertandingan pertama, Kamis, pukul 22.00 WIB, seusai acara pembukaan, akan berhadapan tuan rumah Rusia melawan Saudi Arabia.
Tim Rusia mendapat tempat pada putaran final Piala Dunia sebagai tuan rumah, tanpa melalui babak penyisihan wilayah. Sejak Uni Sovyet pecah 1991, Rusia tidak pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.
Tim berjuluk Sbornaya (beruang merah) yang dilatih Stanislav Cherchesov ini dalam empat uji coba, tiga kali kalah yakni lawan Prancis 1-3, lawan Brasil 0-3, lawan Spanyol 3-3, dan lawan Argentina 0-1.
Suporter Rusia pun pesimistis pada tim kesayangannya. Hasil survei Piblic Opinion Foundation (FOM) dicatat Sputniknews seperti dikutip PR (6/5), hanya 4% suporter Rusia yakin timnya bisa menjuarai Piala Dunia 2018. Hanya 17% yakin timnya mampu melalui babak penyisihan grup, hanya 9% yakin Rusia bisa lolos ke perempat final, dan hanya 6% yakin lolos ke semi final.
Meskipun demikian, pelatih Cherchesov tetap optimistis timnya akan bicara banyak pada putaran final ini. Salah satu alasannya realistis, mereka dalam grup yang tidak terlalu berat bersama Arab Saudi, Mesir, dan Uruguay.
Pelatih berusia 54 tahun mantan kiper timnas Rusia itu menegaskan alasan kuat lainnya karena dalam pikiran dirinya dan seluruh pemain Rusia yang ada hanya kemenangan, terutama pada tanding perdana. "Kami tahu bahwa kami bukan favorit (juara). Namun, hal itu tidak berarti apa pun," ujarnya.
"Kami ingin menjadi diri kami sendiri. Kemudian, kami akan lihat apakah hal itu sudah cukup, sejauh mana kami bisa melaju pada Piala Dunia 2018," tambahnya.
Sementara Arab Saudi, setelah gagal tampil pada Piala Dunia 2010 dan 2014, kali ini mendapat kehormatan mencacat sejarah pertama kali tim Asia tampil pada pertandingan pembukaan Piala Dunia.
Oleh karena itu, tim berjuluk Green Falcon di bawah asuhan pelatih Juan Antonio Pizzi ini ingin menjadikan kesempatan emas di partai pembukaan sebagai ajang pembuktian bahwa tanpa pemain bintang pun tim Fahad Al Muwallad dan kawan-kawan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pizzi mantan pelatih tim nasional Cile dan salah satu klub besar Spanyol, Valencia. Federasi sepak bola Saudi memang mengolah timnasnya dengan rasa Spanyol. Selain pilihan terhadap Pizzi sebagai pelatih, federasi juga mengirim sembilan pemainnya untuk bermain pada Liga Spanyol.

Mahathir PM Terpilih Tertua Dunia!
Buras

Mahathir PM Terpilih Tertua Dunia!

MAHATHIR Mohamad, lahir di Alor Star, Kedah, Malaysia, 10 Juli 1925, kini berusia 92 tahun, menjadi perdana menteri (PM) terpilih tertua di dunia setelah memenangi pemilu, Rabu, 9 Mei 2018. Sebelumnya Mahathir PM keempat yang memimpin Malaysia selama 22 tahun, dari 16 Juli 1981 hingga 31 Oktober 2003.

Heboh Perpres Tenaga Kerja Asing!
Buras

Heboh Perpres Tenaga Kerja Asing!

PERATURAN Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing disambut salah tanggap dengan prasangka buruk sekali. Perpres itu dituduh membuka keran bagi masuknya tenaga kerja asing (TKA), hingga DPR akan membentuk Pansus. Video masuknya pekerja asal Tiongkok ke Morowali lewat bandara Kendari 2015 pun diviralkan seolah itu terjadi hari ini.

Pseudomatika, Pintu Masuk OTT!
Buras

Pseudomatika, Pintu Masuk OTT!

TATA kelola pemerintahan atau good and clean governance bagi para calon gubernur (cagub) yang incumbent di pemerintahan daerah, baik sebagai kepala daerah maupun sekretaris provinsi, sudah merupakan rutinitas. Soal transparansi dan akuntabilitas, terutama secara kelembagaan dengan DPRD, mereka sudah sangat mahir.

AS Sulut Perang Dagang Dunia! (1)
Buras

AS Sulut Perang Dagang Dunia! (1)

PEKAN lalu Presiden Trump memaklumatkan tarif impor sebesar 25% untuk produk baja dan 10% untuk produk aluminium. Reaksi keras muncul dari mitra-mitra AS, Uni Eropa, Prancis, Kanada, dan Tiongkok, menilai AS menyulut perang dagang merusak ekonomi dunia. Tapi Trump menyatakan perang dagang adalah hal bagus dan mudah dimenangkan.

Ketangguhan Rupiah Hadapi Ujian!
Buras

Ketangguhan Rupiah Hadapi Ujian!

SEJAK Sri Mulyani dinobatkan World Government Summit di Dubai sebagai menteri terbaik di dunia, mata uang rupiah menghadapi ujian bertubi-tubi, hingga Rabu (7/3/2018) kurs per dolar AS di BI (jual) Rp13.832 dan (beli) Rp13.694.

Indeks Persepsi Korupsi Stagnan!
Buras

Indeks Persepsi Korupsi Stagnan!

SKOR indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2017 stagnan atau sama dengan tahun 2016, yakni pada angka 37 di peringkat 96 dari 180 negara yang disurvei Transparency International (TI).

Kapolri, Polisi Tak Tindak Cantrang!
Buras

Kapolri, Polisi Tak Tindak Cantrang!

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan jajarannya tidak menindak para nelayan yang masih menggunakan cantrang. Hal tersebut, kata Tito, sesuai dengan kebijakan Presiden Joko Widodo.

PDB Indonesia Era 1 Triliun Dolar!
Buras

PDB Indonesia Era 1 Triliun Dolar!

PRODUK domestik bruto (PDB) Indonesia tahun 2018 ini memasuki 1 triliun dolar AS, suatu skala ekonomi yang hanya dimiliki 16 negara dari 180 negara di dunia. Berdasar pada data BPS, PDB Indonesia 2016 Rp12.406,8 triliun, dengan pertumbuhan 5,1% pada 2017 kurs Rp13.300/dolar AS, kurang sedikit untuk mencapai 1 triliun dolar. Tapi dengan 2018 tumbuh 5,2%, era 1 triliun dolar pun tercapai.

Valuasi 1 Triliun Dolar AS 6 Perusahaan Teknologi!
Buras

Valuasi 1 Triliun Dolar AS 6 Perusahaan Teknologi!

ENAM perusahaan teknologi diprediksi lembaga survei MKM Partners pada 2020-an mencapai valuasi (nilai jual perusahaan) masing-masing 1 triliun dolar AS. Keenam perusahaan dimaksud adalah Apple, Alphabet (holding dari Google), Amazon, Facebook, Tencent, dan Alibaba.

Transaksi Barang Bekas OLX Rp25 Triliun/Bulan!
Buras

Transaksi Barang Bekas OLX Rp25 Triliun/Bulan!

OLX, bisnis iklan baris digital untuk jual-beli barang bekas, ternyata transaksinya mencapai sebesar Rp25 triliun setiap bulan.
"Nilai ekonominya mencapai Rp25 triliun per bulan, transaksinya, data dari setahun terakhir. Itu rupiah yang berpindah dari satu pihak ke pihak lain," kata Chief of Operation and Data Science Officer OLX, Doan Siscus Lingga (Kompas.com, 6/12/2017).
Menurut Doan, nilai transaksi itu dihasilkan oleh 20 juta pengguna OLX setiap bulan. Dari total 20 juta pengguna itu, angka semakin berkembang dari hari ke hari dengan munculnya rata-rata satu juta penjual baru yang beriklan serta 3,5 juta iklan yang hilir mudik di server OLX.
Dengan nilai transaksi yang tembus puluhan triliun rupiah itu, Doan menceritakan OLX menerima pendapatan dari pengguna fitur-fitur berbayar. Namun, pengguna fitur berbayar baru 3% sampai 4% dari total penjual di OLX sampai akhir tahun ini.
"Sama pendapatan dari kuota iklan gratis, misalkan pasang lima iklan, tiga iklan gratis. Ada sedikit banner berbayar, tapi itu enggak signifikan. Kami ingin charge pengguna ketika mereka mendapatkan value dari apa yang dilakukan di OLX, karena kami bantu barang bekas terjual lebih cepat," kata Doan.
Nilai transaksi di OLX diyakini akan semakin tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu disebabkan semakin tingginya pengguna internet dan kebutuhan akan iklan baris yang semakin banyak, ditambah dengan beralihnya mereka yang beriklan baris di media cetak ke iklan baris digital.
Kehadiran iklan baris OLX amat membantu masyarakat karena bisa membantu terjual barang bekas yang tak lagi dia pergunakan, tapi dibutuhkan orang lain. Harga jualnya juga laku relatif lebih baik, ketimbang dijual kepada pengumpul barang rongsokan. Sedang bagi pembeli yang membutuhkan barang tersebut, membeli langsung dari pemilik barang bekas relatif lebih murah ketimbang membeli lewat agen, atau apa lagi membeli yang baru.
Berdasar hasil penelitian CAN Research, tahun 2020 menjadi puncak dari iklan baris digital. Dalam arti, jumlah penggunanya akan jauh lebih banyak. Untuk itu, para pemain di bidang itu, seperti OLX, harus melakukan inovasi untuk melayani tingginya kebutuhan tersebut.
Semakin tingginya pengguna iklan baris digital, jumlahnya pada tingkat nasional seperti OLX semakin besar, membuka peluang usaha sejenis untuk tingkat lokal, pelayanannya terbatas di satu kota atau kabupaten, penjual dan pembeli jadi lebih dekat. ***

Bukalapak Jaring  4 Juta UKM 2019!
Buras

Bukalapak Jaring 4 Juta UKM 2019!

SAAT ini, usaha kecil menengah (UKM) yang telah aktif memasarkan maupun aktif dalam proses jual beli di Bukalapak, menurut Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, telah mencapai 2 juta usaha. Untuk selanjutnya, Menteri berharap Bukalapak bisa menjaring hingga 4 juta UKM pada 2019.
"Saya yakin akan hal itu karena memang perkembangan Bukalapak sangat pesat. Awal 2016 lalu saya pernah bertanya jumlahnya, UKM di Bukalapak, katanya baru sekitar 400-an UKM. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 2 juta lebih. Jadi, kalau pada 2019 nanti bisa menembus jumlah 4 juta UKM, bukan sesuatu yang sulit," ujar Puspayoga pada acara Kopdar Akbar 2017 Komunitas Bukalapak. (Kompas.com, 25/11/2017)
"Saya mengapresiasi pertumbuhan Bukalapak dan memang pola pemasaran online atau e-market seperti ini yang paling pas dan cocok dengan kondisi masyarakat sekarang," tambah Puspayoga.
Sementara CEO Bukalapak Achmad Zaky menyatakan Bukalapak bukan sekadar e-commerce company. Bukalapak punya misi agar pelaku UKM di Indonesia bisa tumbuh menjadi usaha besar.
"UKM harus didukung untuk menjadi besar. Di komunitas Bukalapak ini, kami belajar bersama dan maju bersama," kata Zaky.
Dengan misi market place umumnya sedemikian, perhatian pemerintah terhadap bisnis daring seperti dari Menteri Koperasi dan UKM, jelas penting. Sebab, pelayanan market place terhadap UKM tidak dipungut bayaran, butuh pengorbanan yang tidak kecil. Apalagi dengan sistem pembayaran aman di Bukalapak, pedagang baru mengirim barang ke pemesan setelah diberi tahu uangnya telah diterima Bukalapak, diperlukan biaya komunikasi dan transfer lebih besar.
Besarnya pengorbanan market place bisa dilihat pada pengalaman Bukalapak, yang hanya bisa bertahan berkat dukungan sejumlah investor. Contohnya tampak pada laporan keuangan Emtek (pemilik 49% saham Bukalapak) 2015 Bukalapak merugi Rp299 miliar dengan pemasukan (hanya) Rp6,4 miliar.
Itu karena Bukalapak memfasilitasi gratis bisnis UKM, sedang penghasilan dari pengusaha produk branded yang bisa dikutip bayaran belum memadai. Bandingkan jika peran produk branded sudah lancar, seperti Alibaba pada ajang 11.11 Global (11 November 2017), dalam 48 jam 82 merek terkenal menghasilkan transaksi Rp341 triliun.
Pengorbanan market place membina UKM layak jadi perhatian pemerintah, bukan malah membebani mereka. Seperti ujuk-ujuk mau memajaki e-commerce, padahal mereka bisa bertahan berkat investor asing. ***

Di Balik Drama Sidang Novanto!
Buras

Di Balik Drama Sidang Novanto!

DRAMA ekspresi Novanto kesakitan berhasil membuat skorsing sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017), sepanjang 7 jam 13 menit. Sidang yang dibuka pukul 10.00 diskors hingga pukul 17.13, dibuka lagi untuk membacakan dakwaan. Akhirnya, demi hukum sekaligus gugur kasus praperadilan Novanto dan jabatan ketua DPR yang disandangnya.
Dengan drama ekspresi kesakitan itu, Novanto gagal membuat preseden menunda sampai berganti hari pembacaan dakwaan. Putusan sidang prapreradilan didahului pembacaan dakwaan pokok perkaranya. Novanto pun gagal menciptakan rekor dua kali berturut menang praperadilan lawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bakal terjadinya drama seperti itu agaknya sudah diperkirakan dua pengacara senior Novanto yang mengundurkan diri menjelang hari persidangan. Fredrich Yunadi, misalnya, pengacara yang selalu pasang badan melindungi Novanto setiap kali kliennya memainkan drama dengan ekspresi kesakitan, akhirnya mundur karena mungkin telah memperkirakan drama yang dimainkan Novanto bakal kandas lagi.
Pertama kali drama itu dikandaskan pemeriksaan tim dokter IDI di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang langsung diikuti dengan tindakan penahanan Novanto oleh KPK. Drama kedua digagalkan tim dokter RSCM di sidang Pengadilan Tipikor yang menegaskan kondisi fisik Novanto cukup sehat untuk mengikuti persidangan. Dengan kepastian dari tim dokter itu, hakim melanjutkan sidang pembacaan dakwaan.
Sudah tentu, kesabaran para hakim dan jaksa mengikuti drama yang bertele-tele selama tujuh jam lebih itu layak dipuji. Sebaliknya, dengan kesabaran para hakim dan jaksa yang besar itu, drama yang dimainkan pesakitan menjadi sendra lagu Killing Me Softly, karena sepanjang apa pun drama itu dia mainkan, skorsing sidangnya tetap berujung pada pembacaan dakwaan.
Kesabaran para hakim dan jaksa itu pantas diberi penghormatan karena dengan itu sebuah modus sandiwara berhasil mereka gagalkan untuk hadir sebagai model yang bisa ditiru pesakitan lain. Modus praperadilan yang banyak ditiru para tersangka saja sudah cukup merepotkan kalangan penegak hukum. Konon lagi kalau modus drama itu berhasil dan menjadi model, betapa amat repot aparat penegak hukum dibuatnya.
Namun, ibarat lakon pertunjukan, drama ini belum mencapai klimaks. Bisa saja dalam proses persidangan selanjutnya masih akan ada plot-plot baru serialnya. Kejelian dan kesabaran para hakim dan jaksa diperlukan menghadapi klimaksnya drama. ***

Disrupsi, Menghadapi  Musuh Tidak Terlihat!
Buras

Disrupsi, Menghadapi Musuh Tidak Terlihat!

CHIEF Executive Officer (CEO) Nokia, Rajeev Suri, sambil meneteskan air mata berkata, "Kami tidak melakukan kesalahan apa pun, tiba-tiba kami kalah dan punah". Ratapan itu ia sampaikan pada konferensi pers terakhir saat ia mengumumkan pembelian Nokia oleh Microsoft. (Kaskus, 29/2/2016)
Itulah disrupsi atau disruption, musuh tidak terlihat, tahu-tahu muncul di depan sang raksasa (Nokia) yang membuatnya seketika tak berdaya justru saat di puncak kejayaannya menguasai pasar ponsel sedunia. Kisah jatuhnya Nokia itu menjadi salah satu pendorong bagi Rhenald Kasali, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), menulis buku Disruption. (Kompas.com, 17/2/2017)
Dunia tengah menyaksikan runtuhnya perusahan-perusahaan besar, para pemilik merek  yang beberapa dekade lalu berkibar begitu memesona. Semua industri bertarung menghadapi lawan-lawan baru yang tidak terlihat, tetapi tiba-tiba menjadi besar. Bahkan bisa langsung masuk ke rumah-rumah konsumen, dari pintu ke pintu, secara daring, melalui ponsel pintar.
"Para pemain lama (incumbent) tidak bisa mendeteksi karena lawan-lawan berada di luar jangkauan radar mereka," jelas Rheinald dalam buku tersebut. Saat dunia berubah, industri lama terdisrupsi tanpa bisa terelakkan lagi.
Untuk Indonesia ia angkat contoh kasus Blue Bird yang selama bertahun-tahun menguasai pasar transportasi, ini kalah oleh mobil-mobil yang tidak terlihat bermerek taksi tetapi beroperasi layaknya taksi.
Pada diskusi terakhir, Rhenald menyatakan disrupsi berlangsung terus-menerus, makin menguat, sejalan dengan berkembangnya teknologi. Disrupsi masih sangat panjang, tetapi prosesnya akan berlangsung sangat cepat. (Kompas.com, 7/12/2017)
Ketika para scientist di berbagai belahan dunia tengah membawa hari esok (The Future) ke hari ini, kita banyak menemukan pemimpin, politikus, birokrat, bahkan juga pengusaha dan eksekutif yang masih membawa logika masa lalu (The Past) ke dalam pijakan hari ini.
Kita praktis hanya berkutat hari ini untuk hari ini. Bahkan terbelenggu oleh kebiasaan dan cara pandang kemarin untuk solusi hari ini.
Tanpa kecuali di kalangan ilmuwan kita, Rhenald melihat ironika. Ketika para ilmuwan di seluruh dunia sudah memasuki penilaian dengan impact (apa yang kamu telah hasilkan dan berdampak pada kehidupan), para ilmuwan kampus kita baru saja belajar menulis karya ilmiah agar dimuat dalam jurnal internasional dan di stasi via Scopus. ***

Jerusalem Timur Ibu Kota Palestina!
Buras

Jerusalem Timur Ibu Kota Palestina!

DEKLARASI Istanbul hasil KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggota 57 negara muslim menegaskan Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Deklarasi itu juga menyatakan, "Menolak dan mengecam dalam istilah keras keputusan unilateral dari Presiden Amerika Serikat (AS) yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel."
"Para pemimpin juga mendorong dunia untuk mengakui Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina dan mengajak seluruh negara mengakui negara Palestina dan Jerusalem Timur," bunyi deklarasi OKI.
"Organisasi dengan 57 negara anggota ini juga menyatakan kesiapan untuk membawa Jerusalem ke Sidang Majelis Umum PBB jika Dewan Keamanan PBB gagal mengambil tindakan atas pelanggaran berat yang dilakukan AS," lanjut deklarasi OKI (Metrotvnews.com, 13/12/2017).
OKI menyatakan AS tidak dapat lagi berperan dalam proses perdamaian Israel-Palestina. OKI menganggap keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem menjadi indikasi penarikan Pemerintah AS dari perannya sebagai sponsor perdamaian Israel-Palestina (Kompas.com, 14/12/2017).
Deklarasi Istanbul itu tampak menjadi simpul dari pidato Presiden Jokowi di KTT tersebut. "Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral AS. Two State solution merupakan satu-satunya solusi dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina," ujar Jokowi.
Kedua, Jokowi mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv untuk tidak mengikuti langkah AS memindahkannya ke Jerusalem.
Ketiga, OKI bisa menjadi motor penggerak dukungan negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.
Keempat, Jokowi menyerukan negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk meninjau kembali hubungan tersebut.
Kelima, anggota OKI harus mengambil langkah bersama meningkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama ekonomi terhadap Palestina.
Terakhir, Jokowi berharap OKI menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional untuk mendukung Palestina. Ini termasuk di Majelis Umum dan DK PBB.
Deklarasi Istanbul diharapkan mempertajam perlawanan terhadap keputusan Trump. Sebab, menjelang KTT OKI, Menlu Turki Mevlut Canusoglu mengkritik negara-negara Arab atas tanggapannya yang datar pada keputusan Trump. Bahkan, sekutu AS, seperti Arab Saudi dan Mesir, menempuh cara lebih halus, hanya mengirim menteri ke KTT OKI—dari negara lain hadir kepala negara/kepala pemerintahan. ***

NasDem Tunda Larangan Cantrang!
Buras

NasDem Tunda Larangan Cantrang!

BERDASARKAN hasil uji petik DPP Partai NasDem di pantai utara Jawa, 22—28 November 2017, Partai NasDem mendesak pemerintah menunda pelarangan alat tangkap cantrang yang jadwalnya akan berlaku Januari 2018.
"NasDem memutuskan segera mengirim surat resmi kepada Presiden RI agar kebijakan yang memberatkan kehidupan masyarakat nelayan dapat ditunda dulu," ujar Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh, saat bertemu para nelayan pengguna cantrang dalam focus group discussion hasil uji petik cantrang di kantor DPP NasDem, Selasa (MI, 13/12/2017)
Kendati NasDem mendukung pemerintahan Jokowi-JK, Surya menegaskan dukungan itu akan berbeda jika ada kebijakan yang dirasa kurang baik untuk diimplementasikan. Menurut Surya, kehidupan nelayan saat ini masih jauh dari sejahtera dan akan makin terbebani oleh pelarangan cantrang.
Dalam uji petik itu, kata Ketua DPP NasDem Bidang Pertanian dan Kemaritiman, Emmy Hafild, para ahli perikanan diundang berdialog dengan nelayan. Hasilnya, pemerintah semestinya mengevaluasi kembali kebijakan pelarangan 20 alat tangkap, termasuk cantrang. Pasalnya, dampak lingkungan akibat penggunaan cantrang tak dapat digeneralisasi.
"Yang perlu diatur ialah standardisasi cara pemakaian agar bisa dipakai, tetapi tidak merusak lingkungan," tambah Emmy.
Akademisi IPB yang ikut uji petik, Nimmi Zulhainarni, mengatakan cantrang tidak akan merusak lingkungan bila digunakan dengan benar. Ia menyarankan nelayan membuat jaring cantrang berukuran tidak terlalu besar dan harus dilengkapi pelampung agar tidak merusak terumbu karang.
Nimmi yang juga Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara itu menyebutkan pelarangan cantrang bisa berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial para nelayan sebesar Rp3,4 triliun, dihitung dari hilangnya pendapatan nelayan. Paguyuban nelayan cantrang menyetujui untuk menindaklanjuti poin-poin kesepakatan yang mengatur standardisasi operasional cantrang.
Para nelayan yang mayoritas mewarisi tradisi penggunaan cantrang sukar beralih ke alat tangkap lain. Sudah menerima bantuan alat tangkap baru dari pemerintah pun, tetapi mungkin karena belum terbiasa menggunakannya, hasil tangkapannya sering dikeluhkan kurang mencukupi kebutuhan hidupnya. Itu sebabnya, para nelayan tidak berhenti mencari bantuan agar penggunaan cantrang bisa dipertahankan.
Dengan standardisasi pemakaian pelampung hingga cantrang tidak merusak lingkungan, pemerintah layak meninjau ulang larangan alat tangkap tradisional milik bangsa. ***

Musim Hujan Tiba, Awas Banjir!
Buras

Musim Hujan Tiba, Awas Banjir!

USAI badai tropis Dahlia, musim hujan pun tiba dengan mendung gelap mencekam sekitar Bandar Lampung. Waspada banjir perlu diingatkan, terutama warga yang rumahnya di kawasan langganan banjir. Bahkan, kali ini harus mewaspadai banjir bandang, karena di kawasan atas kota Bandar Lampung, tepatnya di Taman Hutan Rakyat Wan Abdurrachman, belakangan marak pembalakan liar.
Dapat dibayangkan, penyebab banjir di Bandar Lampung hari ke hari bukan berkurang, tapi justru bertambah. Upaya program kali bersih untuk mengatasi bencana banjir laten sejauh ini belum terdengar melaporkan hasil kerjanya yang menggembirakan. Banyak selokan baru dibuat di pinggir jalan, tapi karena bibirnya dijadikan trotoar banyak yang lebih tinggi dari jalan, akibatnya setiap hujan malah jalannya yang menjadi aliran sungai. Sedang upaya perbaikan mengatasi banjir di lokasi-lokasi pemukiman rawan banjir, belum memperlihatkan hasil yang signifikan.
Artinya, warga kawasan banjir itu sendiri yang harus berinisiatif untuk mengurangi dampak banjir pada rumah dan keluarganya. Untuk itu, tentu tidak pada tempatnya kita mengajari limau berduri. Mereka yang sudah menghadapi datangnya banjir setiap musim hujan, sudah lebih paham dari kita untuk melakukan apa saat bencana musiman itu tiba.
Meski demikian, di zaman now ini tidak lagi pada tempatnya warga kawasan banjir dibiarkan menanggung deritanya sendirian, karena kini telah hadir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tugasnya menolong warga yang menjadi korban bencana.
Badan ini diberi anggaran untuk memperkirakan sejauh mana bencana bakal dihadapi dan mempersiapkan bantuan untuk mengatasinya. Bantuan diutamakan pada keselamatan jiwa korban plus harta bendanya.
Sayangnya, fungsi BPBD lebih berorientasi pada penanggulangan akibat bencana. Sedang program mengatasi penyebab bencana, seperti kali bersih, membangun selokan maupun gorong-gorong yang betul, dan sebagainya, di luar kewenangan BPBD. Padahal, sebagai pihak yang menguasai masalah yang jadi akibatnya, hampir pasti akan lebih tepat kalau BPBD yang menangani penyebabnya, sehingga segala bentuk ancaman sudah diantisipasi dan ditangkal secara sistemik.
Namun, perluasan fungsi BPBD menangani penyebab bukan hanya menerima akibatnya saja itu kayaknya belum mungkin di negeri yang melaksanakan segalanya dengan pendekatan proyek. Karena, penanganan proyek lumrah menjadi kewenangan bos. Maka itu, setiap hujan banjir mengancam. ***

Rakata, Takdir Kontras Petahana!
Buras

Rakata, Takdir Kontras Petahana!

TAKDIR kontras petahana dihadirkan lembaga survei Rakata pada hasil surveinya semester terakhir. Petahana dengan popularitas 94%, lebih 10% di atas tiga kandidat lainnya, tapi secara kontras elektabilitasnya malah terendah, hanya 12%. Takdir kontras petahana itu disimpulkan hasil survei Rakata dalam kalimat lugas, 70,25% responden ingin gubernur baru.
Pada hasil survei Rakata terakhir itu, Mustafa meraih elektabilitas tertinggi 18,25% dengan popularitas 79%, disusul Herman HN elektabilitas 17,75% dan popularitas 78,75%, serta Arinal elektabilitas 14,75% dan popularitas 78%.
Kontestasi pilgub rupanya seperti balapan, yang sosialisasinya start duluan untuk sementara elektabilitasnya di depan. Mustafa mulai sosialisasi paling awal dengan mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur di depan massa Partai NasDem di lapangan Islamic Center Lampung Timur. Deklarasi tersebut dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Sosialisasi Mustafa juga dilakukan dari usaha menaikkan harga singkong petani dengan memanggil para pengusaha pabrik untuk tanda tangan perjanjian. Lalu menggelorakan ronda kampung dengan program 1 juta kentongan. Ini rupanya nyambung dengan hasil survei Rakata, 52,50% rakyat Lampung menghendaki upaya mengatasi masalah kriminalitas dan keamanan.
Baliho ‘Mustafa Gubernurku’ berukuran besar-besar menyebar luas sampai pelosok daerah Lampung, ini disaingi baliho ‘Arinal Calon Gubernur, Tulus Melayani Rakyat’.
Selain sebaran baliho yang luas, sosialisasi Arinal bahkan lebih spektakuler. Dia gelar pertunjukan wayang kulit keliling daerah setiap akhir pekan, disusul tablig akbar dengan ustaz terkenal dan jalan sehat berhadiah.
Sebaliknya, petahana tampak tenang bahkan terlalu tenang hingga sosialisasinya kurang menonjol. Bahkan, ketika kandidat lain sibuk mengatur koalisi partai pendukung, petahana tampak tidak ikut memperebutkan partai. Terkesan sebagai ketua partai yakin akan mendapat restu dari DPP. Tapi, itu membuat rakyat sport jantung, partai apa yang bakal dia bajak melengkapi syarat pencalonannya.
Demikian pula runner-up pilgub sebelumnya, Herman HN, sosialisasinya cenderung hanya mengandalkan proyek jalan layang sebagai bukti dirinya mampu membangun daerah tanpa semata mengandalkan APBD. Poster foto dirinya yang relatif kecil untuk peragaan sosialisasi, sebarannya pun terbatas.
Hasil survei Rakata jelas membangunkan petahana dan runner up-nya untuk tidak menganggap enteng para pesaingnya. ***

Tewas Lakalantas Tertinggi Dunia!
Buras

Tewas Lakalantas Tertinggi Dunia!

JUMLAH korban tewas (fatalitas) kecelakaan lalu lintas (lakalantas) Indonesia tertinggi di dunia. Hal itu membuat Indonesia belum bisa masuk kualifikasi negara maju, ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brojonegoro.
"Kemampuan kita menjaga keselamatan lalu lintas menjadi salah satu indikator apakah Indonesia sudah jadi negara maju atau belum. Bila berkaca dari jumlah saat ini, yang tingkatnya masih sangat tinggi tentu belum masuk pada level negara maju," ujar Bambang (Kompas.com, 9/12/2017).
Berdasar data kepolisian, Bambang mencatat jumlah korban fatalitas (tewas) pada 2016 mencapai 25.869 jiwa, naik dibandingkan 2015 24.334 jiwa. Tapi, dibandingkan 2014 mencapai 28.290 jiwa, angka 2016 menurun signifikan.
Sepeda motor masih menjadi penyumbang terbesar kematian akibat lakalantas. Berdasar pada data 2010 hingga 2016, peningkatan kecelakaan sepeda motor mencapai tiga kali lipat, 80 persennya didominasi korban usia produktif serta para pencari nafkah.
"Ini jadi tantangan besar untuk menurunkan jumlah tingkat fatalitas kecelakaan terutama bagi pengguna jalan yang rentan, seperti motor dan pejalan kaki. Potensi kemiskinan akibat kehilangan pencari nafkah juga tinggi," ujar Bambang.
Posisi Indonesia sebagai negara dengan rasio tertinggi di dunia kematian akibat kecelakaan lalu lintas sesuai fakta di lapangan, kata Jursri Pulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Sebab, saat ini sangat banyak pengguna kendaraan di Indonesia tidak mengerti peraturan lalu lintas. Saking banyaknya jumlah orang yang tidak tahu aturan ini berimbas terhadap kacaunya lalu lintas secara keseluruhan.
Terjadinya peningkatan tiga kali lipat korban kecelakaan sepeda motor dari 2010 hingga 2016, jelas ironis sekali. Sebab, pada kurun itu keluar Instruksi Presiden Nomor 4/2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan. Inpres memberi kewenangan edukasi tertib berlalu lintas kepada seluruh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota serta 12 kementerian termasuk Kemendikbud.
Namun, edukasi tertib berlalu lintas itu hingga kini dalam bentuk slogan saja pun masih terbatas, itu pun datangnya dari kepolisian, bukan dari jajaran pemerintahan yang diberi kewenangan Inpres No. 4/2013.
Untuk menurunkan peringkat jumlah korban tewas laka lantas tertinggi di dunia, bisa jika semua instansi mengimplementasikan inpres tersebut. Tanpa itu, puluhan ribu jiwa terancam melayang di jalan setiap tahun. ***