Tangis Haru Manolo González, Akhiri Puasa Kemenangan 143 Hari Espanyol di Tengah Duka Keluarga

Kemenangan ini menjadi sangat sakral karena berhasil mengakhiri rentetan 18 laga tanpa kemenangan yang menghantui klub berjuluk Los Pericos tersebut sepanjang tahun 2026.

Editor Isnovan Djamaludin
Jumat, 15 Mei 2026 19.07 WIB
Tangis Haru Manolo González, Akhiri Puasa Kemenangan 143 Hari Espanyol di Tengah Duka Keluarga
Pelatih Espanyol, Manolo Gonzales. Foto: AFP/JOSE JORDAN

Barcelona (Lampost.co)–Suasana emosional menyelimuti RCDE Stadium, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. Pelatih RCD Espanyol, Manolo González, tidak kuasa menahan air mata sesaat setelah peluit panjang berbunyi.

Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Athletic Club pada jornada ke-36 bukan sekadar tambahan tiga poin biasa. Melainkan sebuah penebusan atas penderitaan panjang sang pelatih, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kemenangan ini menjadi sangat sakral karena berhasil mengakhiri rentetan 18 laga tanpa kemenangan yang menghantui klub berjuluk Los Pericos tersebut sepanjang tahun 2026. Bagi González, hasil ini adalah titik balik setelah melewati periode tergelap dalam hidup dan karier profesionalnya.

Baca juga: Real Madrid Amankan Poin Penuh di Bernabeu, Benamkan Real Oviedo

Duka Personal di Balik Tekanan Pekerjaan

Di balik buruknya performa tim dalam beberapa bulan terakhir, Manolo González ternyata harus memikul beban mental yang sangat berat. Ia baru saja kehilangan sang paman yang meninggal dunia di tengah perjuangan timnya keluar dari zona merah. Kehilangan sosok tercinta di saat tekanan publik memuncak membuat González merasa berada di titik terendah.

“Setelah kematian paman saya, ini menjadi periode terburuk dalam hidup saya,” ujar González dengan nada bergetar mengutip Football Espana. Ia juga mengungkapkan tren negatif tim sangat berdampak pada keluarganya. “Saya merasa sangat lega. Banyak orang tidak tahu seberapa besar penderitaan yang kami rasakan selama periode ini. Kemenangan ini untuk mereka yang terus percaya.”

Berakhirnya Puasa Kemenangan 143 Hari

Sebelum menumbangkan Athletic Club, pendukung Espanyol harus bersabar selama 143 hari tanpa pernah merasakan manisnya kemenangan di kompetisi liga. Sempat tampil mengejutkan dan bersaing di papan atas pada awal musim, performa Los Pericos merosot tajam pada paruh kedua kompetisi hingga terseret ke pusaran degradasi.

Kemenangan ini secara otomatis mendongkrak posisi Espanyol ke peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin. Meski belum sepenuhnya aman dari ancaman turun kasta, tambahan poin penuh ini memberikan napas tambahan dan memulihkan mentalitas bertarung skuad asal Catalonia tersebut menjelang akhir musim.

Dua Laga Final Menuju Keselamatan

Meski momentum positif sudah mereka dapat, Manolo González mengingatkan anak asuhnya bahwa perjuangan belum usai. Ketatnya persaingan di papan bawah LaLiga membuat setiap poin di dua laga tersisa menjadi harga mati. Espanyol masih harus menghadapi dua ujian berat untuk memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Spanyol musim depan.

Sesuai dengan jadwal, Espanyol akan bertandang ke markas Osasuna pada 18 Mei, sebelum menutup musim di hadapan pendukung sendiri melawan Real Sociedad pada 24 Mei. Publik RCDE Stadium kini berharap tangisan haru sang pelatih menjadi motivasi ekstra bagi para pemain untuk tampil habis-habisan di dua laga “final” mendatang.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI