Bulog Perluas Gudang, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Saat ini Bulog memiliki 1.555 unit gudang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total kapasitas penyimpanan sekitar 3,7 juta ton.

Editor Ricky Marly, Penulis Nur
Kamis, 07 Mei 2026 18:57 WIB
Bulog Perluas Gudang, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Perum Bulog Kanwil Lampung. (Lampost.co/Atika)
Iklan Artikel 1

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perum Bulog terus memperkuat sistem logistik pangan nasional melalui perluasan kapasitas penyimpanan beras di berbagai daerah. Langkah tersebut seiring meningkatnya stok cadangan beras pemerintah yang kini mencapai sekitar 5,23 juta ton.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Rizal, mengatakan penguatan infrastruktur logistik menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal.

Saat ini Bulog memiliki 1.555 unit gudang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total kapasitas penyimpanan sekitar 3,7 juta ton. Namun, tingginya volume stok membuat Bulog harus menambah kapasitas melalui penyewaan gudang eksternal hingga mendekati 2 juta ton.

“Tambahan kapasitas ini diperlukan agar seluruh hasil serapan gabah dan beras petani dapat tertampung dengan baik,” ujarnya.

Iklan Artikel 2

Baca Juga:

Iklan Artikel 3

Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah Petani

100 Gudang Baru

Selain memperluas kapasitas penyimpanan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 100 gudang baru pada 2026. Pembangunan mereka fokuskan di wilayah terdepan dan kawasan yang masih minim fasilitas logistik seperti Nias, Natuna, dan Morotai.

Menurut Rizal, keberadaan gudang tambahan tersebut harapannya mampu memperkuat distribusi cadangan pangan pemerintah hingga ke daerah terpencil. Sehingga penyaluran beras menjadi lebih merata dan efisien.

Bulog juga menekankan bahwa seluruh stok beras yang dikelola merupakan cadangan pangan milik pemerintah yang digunakan untuk menjaga stabilitas harga serta mendukung program bantuan masyarakat.

Dalam menjalankan target pengelolaan pangan nasional, Bulog turut menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan akademisi, media, dan masyarakat. Upaya ini sebagai bagian dari pengawasan dan transparansi kinerja.

Mahasiswa pun didorong ikut berperan melalui kegiatan edukasi dan kunjungan lapangan agar memahami langsung sistem distribusi dan logistik pangan nasional.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI