#Korea#Demiliterisasi#Korsel#Korut

Zona Demiliterisasi Dua Korea Bersih dari Senjata

( kata)
Zona Demiliterisasi Dua Korea Bersih dari Senjata
Zona Demiliterisasi Korea (AFP PHOTO/Ed Jones)

SEOUL (Lampost.co) -- Dua Korea akan memindahkan semua senjata dan pos penjagaan militer dari desa tempat gencatan senjata selama Perang Dingin. Selama ini, desa itu menjadi pemisah antara tentara bersenjata kedua Korea yang saling berhadapan selama beberapa dekade.

Demikian isi siaran pers Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) yang diterbitkan di Seoul, kemarin. Daerah Keamanan Bersama (JSA) atau dikenal sebagai desa gencatan senjata di Panmunjom secara historis menjadi pusat perhatian dan lokasi kunci untuk diplomasi antara kedua Korea sejak perpecahan mereka pada 1953.

Ini ialah satu-satunya tempat di garis perbatasan sepanjang 250 kilometer tempat pasukan Korea Utara (Korut) dan Komando PBB yang dipimpin AS berdiri berhadap-hadapan. Namun, mulai hari ini para penjaga akan mulai melucuti senjata mereka.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Choi Hyun-soo mengatakan, hal itu sebagai bagian dari mencairnya hubungan diplomatik kedua Korea yang berlangsung baru-baru ini. "Saya sadar hal itu berjalan sesuai dengan rencana," kata Choi kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

Seperti diketahui, Panmunjom ialah tempat penandatanganan perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri Perang Korea yang sengit. Wilayah itu kemudian ditetapkan menjadi zona netral sampai 1976, saat tentara Korut menyerang para pekerja yang berusaha menebang pohon di dalam zona demiliterisasi.

Peristiwa itu menyebabkan dua perwira militer AS tewas. Setelah demiliterisasi, JSA akan dijaga 35 personel tak bersenjata dari setiap pihak. Selain itu, juga diberikan kebebasan untuk pengunjung dan turis.

Korsel dan Korut yang secara teknis masih berperang, sepakat mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan militer di perbatasan kedua negara pada pertemuan di Pyongyang bulan lalu. Pertemuan itu melibatkan Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un.

Sejauh ini, kedua pihak telah selesai membersihkan ranjau darat di area JSA. Hal itu dibicarakan kedua Korea pada pekan lalu sebagai bagian dari kesepakatan.

Sebelumnya, dalam KTT September yang merupakan pertemuan ketiga antara Moon dan Kim, menjadi langkah pemulihan hubungan yang luar biasa antara dua negara Korea tersebut. Moon mendekati Korut yang terisolasi guna mendorong terjadinya proses denuklirisasi.

Sementara itu, Kepala UNC Jenderal AS Vincent Brooks mengatakan sebagai Komandan PBB dia mendukung inisiatif yang mengurangi ketegangan militer kedua negara dan menjadikan Semenanjung Korea damai.

 

 

 

MI

Berita Terkait

Komentar