#zionis#watwatgawoh#beritalampung

Zionis Maling

( kata)
Zionis Maling
Ilustrasi. Dok/Google Images

PEMERINTAHAN penjajahan memang berbuat semaunya dengan negara yang dijajahnya. Hingga pun semua sumber daya alamnya dikuras dan warga negara terjajah ditindas.

Temon do ana.. injuk kumpeni kesaka no, unyinni aga tiakuk tian (Betul itu.. seperti penjajah kompeni Belanda dulu, semua diambil mereka).

Seperti kabinet Zionis Israel menyetujui menahan dana pajak milik Negara Palestina sebesar 43 juta dolar AS atau sekitar Rp598,4 miliar. Israel berdalih dana itu digunakan untuk mempromosikan kekerasan.

Dikutip Anadolu, Zionis mengklaim Palestina telah menggunakan dana itu untuk membayar keluarga Palestina yang dipenjara atau dibunuh Israel. Palestina mengatakan dana itu diperlukan untuk membantu keluarga yang terkena dampak kekerasan dan pendudukan Israel.

Kenaya do kik tian no, adu pai zionis bang ngemaling muneh. Wat-wat gawoh (Zalim memang mereka, sudah menjajah mencuri pula. Ada-ada saja).

“Ini jelas sebagai tindakan pencurian dan pemerasan politik,” ujar pejabat Palestina Hanan Ashrawi, seperti dikutip Anadolu, Senin, 30 Desember 2019.

Blokade 13 tahun Israel di Jalur Gaza telah menghancurkan daerah kantong ekonomi di pesisir. Sekitar 2 juta warga Gaza tidak bisa lagi bergerak bebas masuk dan keluar dari Gaza.

Pemblokiran Israel terhadap wilayah Pantai Gaza membuat bantuan kemanusiaan hingga bantuan material untuk bangunan tidak bisa masuk. Penderitaan tiada akhir pun dialami oleh warga Palestina di Gaza akibat pemblokiran tersebut.

Seperti yang sudah diatur dalam perjanjian ekonomi pada 1994, Israel mengumpulkan dana pajak atas nama Palestina. Pajak ini berasal dari barang dan jasa yang ditagih di wilayah Palestina dikuasai Israel. Selain itu, Israel juga menerapkan pajak dari warga Palestina yang bekerja di Israel dan wilayah permukiman Negara Yahudi tersebut.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar