#Refleksi#palestina

Zionis, Corona, Palestina

( kata)
Zionis, Corona, Palestina
Kondisi Palestina yang dibombardir Israel. (DOK.MEDCOM)


PENGEBOMAN Israel tanpa henti. Gempuran roket bertubi-tubi dari negara zionis itu ke bumi Palestina dilakukannya sejak akhir Ramadan hingga pekan ini. Sedikitnya sudah 219 warga sipil termasuk 63 anak mengerang nyawa, serta lebih dari 1.500 warga Palestina mengalami luka-luka.

Keberutalan Israel tidak lagi menghiraukan Palestina tengah menghadapi pandemi Covid-19. Bangsa Zionis membiarkan virus corona merajalela. Bahkan Israel meluluhlantakan laboratorium Covid-19, satu-satunya yang ada di Gaza. Palestina tidak bisa lagi melakukan pengujian. Tenaga medis ikut tewas dari serangan siang dan malam yang ditembakan serdadu Israel.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf Qidra mengatakan serangan Israel mengancam upaya pemerintah memerangi pandemi Covid-19. “Serangan itu menghentikan tes skrining di laboratorium pusat,” kata dia.

Sebelum eskalasi militer antara Israel dan Hamas seminggu yang lalu, pihak berwenang di Gaza menguji rata-rata 1.600 orang per hari.

Menjadi catatan, negara yang belum merdeka itu, bahwa tingkat tes positif Covid-19 di Palestina termasuk tertinggi di dunia sebesar 28 persen dengan tingkat keterisian pasien di rumah sakit. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan 103 ribu orang dinyatakan positif terkena virus corona. Dan meninggal dunia 930 warga di Gaza.

Apa yang dicari Israel di Palestina? Hanya dendam kusumat berpuluh-puluh tahun tanpa berkesudahan. Pada tahun 2014, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan lebih 1.500 warga Palestina gugur dihantam bom dan roket Israel. Dan, 550 di antaranya anak-anak. Sementara di pihak negara Zionis hanya menewaskan 73 serdadu, bukan penduduk sipil Israel.

Pemicu serangan udara Israel akhir Ramadan 1442 Hijriah itu bermula dari sengketa lahan di kawasan Sheikh Jarrah. Pengadilan Israel memutuskan menganulir permohonan 30 keluarga Palestina atas tanah yang mereka huni. Putusan pengadilan pada Februari lalu diikuti pengambilan paksa oleh organisasi Nahalat Simon dengan pengawalan aparat bersenjata.

Nahalat Simon adalah ormas garis keras Israel yang mempunyai misi untuk  mengusir warga Arab-Palestina dari Yerusalem Timur. Aksi kekerasan dari organisasi itu tidak terhindarkan—memicu simpati warga Palestina untuk membela hak-hak atas lahannya yang diambil paksa oleh Israel.

Puncaknya dari aksi itu, ribuan orang memadati Gate Damascuss di Masjid Al-Aqsa. Serdadu Israel memaksa masuk ke dalam Al-Aqsa, di saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa. Mereka membabi buta menguasai dan menembakan gas air mata serta peluru karet di dalam masjid. Situasi panas itulah memicu serangan roket Israel tanpa kenal ampun.

Tidak hanya Al-Aqsa yang digempur Israel. Rumah warga sipil serta kantor perwakilan media-media asing di Gaza dibombadir. Israel ingin berkuasa atas tanah Palestina. Padahal, rakyat Palestina yang telah menghuninya sejak 1948 yang dijamin Yordania dan PBB pada 1959. Kerakusan Yahudi Israel ini dipertontonkannya di mata dunia. Tanpa ada rasa malu!

Bangsa-bangsa dunia termasuk Indonesia mengakui keberadaan Palestina. Dalam Resolusi PBB No. 242 dan 338 yang berisi batas-batas wilayah Israel termasuk kewajiban bangsa zionis itu harus meninggalkan Palestina yang direbutnya pada perang 1967. Yerusalem Timur adalah wilayah Palestina.

***

Wilayah Yerusalem itulah diperebutkan oleh Israel karena ada tempat suci agamanya. Tidak hanya Yahudi. Di situ juga komplek suci agama Islam dan Kristen. Kawasan Yerusalem di dalamnya berdiri Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam. Lalu tempat suci bagi Nasrani—Bethlehem—sebuah kawasan tempat lahirnya Yesus, serta Bukit Golgota tempat Yesus disalib.

Di situ juga ada Tembok Ratapan, tempat suci umat Yahudi. Yerusalem adalah kota peninggalan Nabi Daud dan Sulaiman. Yerusalem tidak seindah artinya. Kota bermakna, damai, dan selamat, ternyata tidak berhenti menumpahkan darah serta mengubur ratusan ribu nyawa umat manusia.

Aksi brutal dan biadab serdadu Israel terhadap bangsa Palestina itu karena ingin menguasai Yerusalem yang berlatar belakang agama. Israel berkukuh, di bawah  Al-Aqsa terdapat bekas kuil—tempat suci Yahudi. Dari abad ke abad, Aqsa ingin dimusnahkan berkeping-keping. Pada 21 Agustus 1969, masjid peninggalan Umar bin Khattab itu dibakar oleh Yahudi.

Bahkan di bawah masjid dibangun terowongan yang dialiri air oleh Yahudi. Dengan maksud, fondasi tempat suci umat Islam cepat hancur. Sekali lagi, dendam kesumat Israel tidak pernah berakhir. Pembebasan Al-Aqsa selalu dilakukan bangsa selain Palestina. Adalah Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi adalah tokoh penting yang membebaskan Palestina dari penjajah.

Yahudi memang sombong! Mungkin inilah yang membuat besar kepala, bahwa sejak 15 abad lalu, Allah memberikan kelebihan dari bangsa lainnya. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat (47) berbunyi, “Hai, Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingat pula) bahwa Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

Nyatanya? Bangsa Yahudi memiliki inteligensia (IQ) di atas 140. Seperti IQ Albert Einstein bertengger di angka 165. Bill Gates dan George Soros yang mengendalikan perekonomian dunia. Deretan kelebihan Yahudi ini sudah menyesaki daratan Amerika. Rakyat di negara Paman Sam selalu membela Israel. Lalu, belum lagi cerdiknya seorang Yahudi bernama Philip Morris.

Morris adalah pemilik pabrik rokok yang menguasai 70 persen pasar dunia, tetapi Israel sendiri melarang keras rakyat merokok. Namun, dalam sekejap mereka membangun ratusan pabrik rokok berkelas di banyak negara juga di Indonesia. Rokok menjadi gaya hidup. Sangat cerdik memang Yahudi.

Sementara Yasser Arafat, pemimpin organisasi pembebasan Palestina (PLO) tidak bisa memerdekakan rakyat Palestina dari Israel. Hingga akhir hayatnya, Palestina diacak-acak serdadu Israel. Perang dikobarkan.

Dan sangat bersyukur umat Islam. Kiblat salat berpindah. Jika menghadap Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, dipastikan muslim tidak merasa nyaman ingin berziarah. Al-Aqsa adalah tempat suci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Perpindahan arah kiblat itu ketika Nabi Muhammad melaksanakan salat zuhur di bulan Rajab tahun 2 Hijriah.

Perpindahan arah kiblat itu sangat terang benderang disampaikan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah Ayat (144). Begitu menerima wahyu, Nabi saw langsung berpindah arah kiblat salatnya menghadap Ka’bah di Masjidil Haram. Allah sudah merencanakan sejak 15 abad lalu. Subhanallah.

Kini rakyat Palestina menanggung derita. Terus-menerus dihajar Israel. Bangsa Zionis itu melanggar hukum internasional. Tak ada satu pun negara barat, sekutu Israel yang berani menghentikan bola api panas ke tanah Palestina. Rakyatnya ketakutan menghadapi serangan roket bertubi-tubi.

Belum lagi serbuan virus corona yang kini bermutasi membentuk varian baru. Tidak ada lagi yang mengingatkan rakyat Palestina; menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M), apalagi vaksinasi Covid-19. Yang ada, mereka harus menyelamatkan diri dari kebrutalan serdadu Israel. ***

Winarko







Berita Terkait



Komentar