#ziarah#ramadan#beritapringsewu

Ziarah Kubur Ramai di Pringsewu

( kata)
Ziarah Kubur Ramai di Pringsewu
Lampost.co/ Widodo

PRINGSEWU (Lampost.co)-- Tradisi nyekar atau ziarah kubur menjelang datangnya bulan suci ramadhan, tampak ramai di tempat pemakaman umum (TPU) KH. Gholib di Jalan STKIP Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Minggu (5/5/2019). 
 
Pantauan di lapangan, sejak pagi para peziarah sudah berdatangan ke makan KH. Holib, bahkan sejak Sabtu (4/5/2019), kemarin. 
 
Khusus di TPU KH. Gholib, tampak ratusan bahkan hingga seribuan peziarah memadati TPU tersebut. Para peziarah umumnya mendatangi makam tempat anggota keluarganya untuk membersihkan makam, kemudian berdoa di depan pusaran makam tersebut. Bahkan banyak peziarah yang datang dari luar Pringsewu untuk sengaja memanjatkan doa di makam anggota keluarganya.
 
TPU KH. Golib, selain merupakan pemakaman umum, juga merupakan lokasi pemakaman para tokoh agama dan tokoh nasional seperti adanya makam KH. Gholib Bin K. Rokhani yang meninggal pada 9 November 1949 dan istri Saiyah binti Abdullah yang meninggal pada Desember 1980. 
 
"Ada beberapa tokoh pahlawan lainnya dan tokoh masyarakat pendiri Kabupaten Pringsewu yang dimakamkan di sini," kata Mbah Ngadimun, yang juga juru kunci TPU KH. Gholib. 
 
Mbah Ngadimun mengaku sudah lebih dari 35 tahun mengurus pemakaman yang luasnya sekitar 2 hektare itu. Sedang jenazah yang dimakamkan sudah puluhan ribu. "Makam tertua di sini bernama Mbah Karjani yang dimakamkan sekitar tahun 1927-an," kata Mbah Ngadimun. 
 
Menurutnya, setiap menjelang Ramadan ratusan peziarah ramai setiap tahunya, bahkan bisa hingga hari menjelang malam. "Bahkan, biasanya bagi anggota keluarga yang tinggal di luar kota Pringsewu, umumnya melakukan nyekar tiga atau dua hari sebelum puasa tiba," katanya.  
 
Mbah Ngadimun yang bekerja sebagai penjaga dan kebersihan TPU KH. Golib bersama empat rekannya, selalu siaga di depan pintu gerbang dan siap membantu para peziarah yang lupa untuk menunnukan lokasi makam anggota keluarganya. 
 
"Banyak peziarah yang lupa tempat tujuannya, maka saya bersama teman yang lain bisa membantu mencarinya," imbuh Mbah Ngadimun. 
 

Widodo



Berita Terkait



Komentar