#sabun#ykws#stbm

YKWS Beri Pelatihan Buat Sabun

( kata)
YKWS Beri Pelatihan Buat Sabun
Dok YKWS


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) mengadakan pelatihan pembuatan sabun di Pekon Campang 3 Kabupaten Tanggamus untuk mendukung Pekon Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pertama di Tanggamus. Acara yang diadakan dibalai Pekon Campang 3 tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan UPT Puskesmas Kota Agung dan puskesmas Pasar Simpang Kota Agung Timur.

Kepala Pekon Campang 3, Suyadi mengatakan bahwa Pekonnya adalah Pekon ODF pertama di Lampung pada tahun 2015. Prestasi tersebut ingin Ia lanjutkan di tahun 2019 ini dengan mendeklarasikan Pekonnya sebagai Pekon STBM pertama di Tanggamus yang akan direncakan 2 bulan mendatang. Pembuatan sabun yang dilangsungkan Jumat (27/6/2019) lalu tersebut merupakan salah satu upaya untuk pilar ke-3 STBM yakni cuci tangan pakai sabun.

Selanjutnya, Suyadi menghimbau masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam menuntaskan 5 pilar STBM. “Ujung tombak gerakan itu ada di diri kita semua, Ibu-Ibu punya peranan, Bapak-bapak pun sama. Apalagi para perangkat Pekon. Saya tidak bisa mewujudkannya sendiri ” ujar Suyadi dalam keterangan tertulis, Minggu (30/6/2019).

Pemateri pelatihan pembuatan sabun tersebut langsung didatangkan dari Pringsewu yaitu Edy dan Sari. Edy berasal dari paguyuban jamban sewu, sedangkan Sari adalah usahawan yang sudah berhasil memproduksi sabun sendiri. Materi yang diajarkan adalah cara membuat sabun cuci tangan dan sabun cuci piring dengan masing-masing 6 liter takaran.

Menurut Sari, untuk membuat sabun sendiri sangatlah mudah. Hanya saja bahan yang harus digunakan tidak mudah didapat. Sari membeli bahan pembuatan sabun juga dari Semarang. “Kalau biaya produksi sendiri mahal, kecuali gotong royong. Akan lebih murah untuk bisa memproduksi sabun” tutur Sari. Selain untuk mendukung pilar ke-3 STBM, poin penting dari pelatihan ini agar para Ibu bisa memproduksi sabun sendiri dan memajukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sabun yang diproduksi sendiri itu nantinya akan diperjual belikan kepada masyarakat juga. Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati menyampaikan bahwa satu persatu pilar STBM akan dientas di Pekon Campang 3. Termasuk pilar selanjutnya yakni pengolahan sampah dan limbah cair. “Fengan 5 pilar ini, kita semua mencegah terjadinya stunting atau kondisi gagal tumbuh,” kata Febri.

Febri juga memaparkan bahwa menurut Riset kesehatan dasar atau riskesdas yang dilaksanakan tahun 2017-2018 bahwa penyebab stunting 60% dipengaruhi oleh kondisi buruk sanitasi.

Sisanya 40% karena pola asuh dan asupan gizi. Dalam 1000 kehidupan pertama, dimulai dari kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting harus melakukan pendekatan sensitive yaitu dengan memperbaiki sanitasi dirumah. Febri optimis bahwa Pekon Campang 3 bisa menjadi Pekon percontohan STBM nantinya agar pekon yang lain tidak perlu jauh ke banyuwangi untuk belajar tentang STBM.

Lampost.co/rilis







Berita Terkait



Komentar