#ekonomisyariah#banksyariah#beritalampung#ekbis

X-Bank Wadahi Masyarakat untuk Bermuamalah dan Jauhi Riba

( kata)
X-Bank Wadahi Masyarakat untuk Bermuamalah dan Jauhi Riba
Kopdar X-Bank di G

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Cita-cita sebagai pegawai bank dan lembaga jasa keuangan lainnya pada umumnya masih menjadi incaran banyak orang. Namun, tidak sedikit pula karyawan yang bekerja di sektor tersebut galau terhadap produknya yang dinilai menyalahi ajaran syariat Islam yaitu unsur riba.

Keresahan itu pun membuat karyawan bank, leasing, pegadaian, dan asuransi memutuskan untuk berhenti dari profesinya tersebut. Untuk memberikan kemantapan berpikir dalam hijrah mencari penghasilan yang lebih baik, mantan pegawai industri jasa keuangan itu bergabung dalam komumitas X-Bank.

Perkumpulan nirlaba yang didirikan El Chandra pada 2017 itu selain menjadi tempat berkumpulnya mantan bankir untuk menjauhi unsur riba di berbagai aspek kehidupan turut menjadi wadah untuk mempelajari muamalah secara sempurna. "Kami punya tiga misi, yaitu mempelajari fikih muamalah, karena riba juga ada dalam jual-beli," kata Humas X Bank Indonesia Nopan Noviardi di G'Ummati Cafe, Minggu (10/2/2019).

Selain itu, lanjutnya, perkumpulan itu ingin menerapkan ilmu yamg dipelajari. Sehingga bisa membangun usaha sendiri dan bekerjasama antar anggota dengan asas kepercayaan untuk berbisnis. Namun, dalam dua tahun usia kelompok tersebut mengaku masih berfokus untuk menjadi wadah saling berbagi ilmu dan memotivasi untuk lebih dekat kepada Allah.

"Contoh, sekarang kami keliling ke beberapa kota memberikan pengetahuan tentang esensi hijrah sebenarnya. Hijrah iti bukan hanya keluar dari bank saja, sehingga hijrahnya belum hijrah. Sebab, hijrah itu ada di pikiran dan niat di hati, sehingga tidak masuk ke pekerjaan yang mengandung unsur riba lagi," ujarnya.

Menurutnya, dalam dua tahun pendiriannya, X-Bank kini memiliki 19.424 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Lampung yang baru terbentuk dalam sembilan bulan memiliki 211 anggota. Kendati didominasi mantan pegawai IJK, komunitas tersebut turut terbuka bagi pegawai IJK yang masih aktif, tetapi memiliki niatan untuk keluar.

Effran Kurniawan*

Berita Terkait

Komentar